{"id":75409,"date":"2023-07-26T15:01:47","date_gmt":"2023-07-26T08:01:47","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=75409"},"modified":"2023-07-26T15:01:47","modified_gmt":"2023-07-26T08:01:47","slug":"quran-dibakar-muqtada-al-sadr-serukan-pemimpin-negara-islam-pertahankan-kesucian-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2023\/07\/26\/quran-dibakar-muqtada-al-sadr-serukan-pemimpin-negara-islam-pertahankan-kesucian-islam\/","title":{"rendered":"Qur&#8217;an Dibakar, Muqtada al-Sadr Serukan Pemimpin Negara Islam Pertahankan Kesucian Islam"},"content":{"rendered":"<h5><a href=\"http:\/\/Majalahglobal.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Majalahglobal.com<\/a>, <a href=\"http:\/\/Irak.go.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Irak<\/a> &#8211; Pemimpin Islam Irak Sayyid Muqtada al-Sadr meminta pemerintahan Islam di seluruh dunia mengambil tindakan serius untuk berdiri dan mempertahankan kesucian Islam dan mendukung Al-Qur&#8217;an.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Dia juga menyerukan negara-negara Islam menuntut undang-undang hukum anti-Islam setara dengan undang-undang anti-Semitisme yang disahkan, diberlakukan, dan diterapkan oleh beberapa negara.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Seruan itu disampaikan pemimpin pergerakan atau Sadrist Movement Sayyid Muqtada al-Sadr di Irak, sebagaimana dilaporkan perwakilan Internasional SPRI Hussain Muhammad Naser Almslmawi dari Irak Rabu (26\/7\/2023).<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Pemimpin Islam Irak ini bersuara keras menyusul peristiwa pembakaran Al-Quran oleh politikus Denmark-Swedia, Rasmus Paludan yang merupakan Kepala Partai Politik Sayap Kanan Satrm Kurs. Rasmus membakar Al-Quran pada Sabtu (21\/1\/2023) lalu dalam aksi demonstrasinya di depan Kedutaan Besar Turki.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Sayyid Muqtada al-Sadr meminta pemimpin negara Islam menghukum terhadap siapa saja yang menyinggung atau mencoba menyinggung Islam dan kesuciannya.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>&#8220;Pemimpin negara Islam harus berupaya membatasi pelanggaran ini (pembakaran Al-Quran) dan pelanggaran terus menerus lainnya, yang meremehkan perasaan umat Islam di dunia dengan dalih kebebasan berpendapat dan berekspresi yang diizinkan oleh banyak pemerintah Barat,&#8221; tandas Muqtada.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Ia juga menantikan sikap serius dari pemerintah negara-negara Islam dan Organisasi Konferensi Islam (OKI). Tuntutan pemimpin Al-Sadr, menurutnya, adalah tuntutan syariat dan undang-undang karena tindakan (pembakaran Al Qur&#8217;an) tersebut mengarah pada iri dan dendam.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Hal itu, lanjut Muqtada, terjadi di banyak negara untuk penghasutan dan disonansi masyarakat, sama seperti meremehkan dan mengabaikan keyakinan orang lain. Terutama merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hak asasi manusia. Dan setiap orang harus menghormati keyakinan orang lain tanpa kecuali berdasarkan asas kepercayaan pada apa yang dipercaya.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>&#8220;Hormati apa yang saya pikirkan dan catatannya adalah dualisme. Dalam hal ini dianalogikan dengan hukum anti Islam dan homoseksual, yang digadang oleh mayoritas negara-negara Barat,&#8221; tuturnya.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Dia juga menegaskan bahwa seruan pemimpin Al-Sadr adalah panggilan untuk mendukung Al-Qur&#8217;an saja dan bukan panggilan untuk hal lain sebagaimana yang dipikirkan sebagian orang.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Dia juga menyerukan demonstrasi damai berkekuatan sejuta umat di hari Jumat depan di Irak untuk mendukung Al-Qur&#8217;an. Untuk diketahui, bahwa pemimpin al-Sadr dan para pengikutnya melindungi orang-orang yang berasal dari sekte dan berbagai macam agama di Irak selama perang melawan terorisme. (Jay)<\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Majalahglobal.com, Irak &#8211; Pemimpin Islam Irak Sayyid Muqtada al-Sadr meminta pemerintahan Islam di seluruh dunia&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":75410,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12516,9745],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-75409","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-irak","category-headline"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/75409","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=75409"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/75409\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":75412,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/75409\/revisions\/75412"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/75410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=75409"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=75409"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=75409"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=75409"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}