{"id":74726,"date":"2023-07-16T09:01:02","date_gmt":"2023-07-16T02:01:02","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=74726"},"modified":"2023-07-16T09:01:02","modified_gmt":"2023-07-16T02:01:02","slug":"vonis-pembunuhan-anak-ricuh-akbp-wiwit-adisatria-ancam-tangkap-pengunjung-sidang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2023\/07\/16\/vonis-pembunuhan-anak-ricuh-akbp-wiwit-adisatria-ancam-tangkap-pengunjung-sidang\/","title":{"rendered":"Vonis Pembunuhan Anak Ricuh, AKBP Wiwit Adisatria Ancam Tangkap Pengunjung Sidang"},"content":{"rendered":"<h5><a href=\"http:\/\/Majalahglobal.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Majalahglobal.com<\/a>, <a href=\"http:\/\/MojokertoKab.go.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mojokerto<\/a> &#8211; Sidang putusan terdakwa kasus pembunuhan siswi SMPN 1 Kemlagi Kabupaten Mojokerto yaitu AA, berakhir ricuh, Jumat (14\/7\/2023) di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Pembacaan putusan yang dibacakan hakim tunggal BM Cintia Buana dipandang tidak adil bagi keluarga korban.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Sidang yang berlangsung secara daring serta dihadiri oleh keluarga korban berikut kerabatnya, terdakwa AA, penasehat hukum terdakwa serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ismirandah Dwi Putri ini ada aksi gebrak meja dan umpatan.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Kericuhan bermula saat hakim tunggal selesai membacakan vonis terdakwa. Hakim menjatuhkan vonis hukuman penjara 7 tahun 4 bulan serta hukuman mengikuti pelatihan kerja selama 3 bulan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Blitar.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>\u201cMenjatuhkan hukuman kepada terdakwa berupa pidana penjara 7 tahun 4 bulan dan pelatihan kerja 3 bulan di LPKA Blitar,\u201d jelas hakim tunggal Cintia.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Begitu mendengar vonis tersebut, orang tua korban maupun kerabatnya merasa keberatan.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>\u201cMana ada keadilan. Kami minta hukuman maksimal. Bayangkan saja kalau kasus ini terjadi pada keluarga Anda, pak,\u201d jelas salah satu kerabat korban.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Tak hanya berteriak, massa dari keluarga korban bahkan menggebrak meja tanda tidak puasnya mereka atas putusan hakim. Berulang kali massa meminta hakim mengubah putusan.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>\u201cKami minta hakim mengubah putusan. Putusan hari ini tidak adil,\u201d tambah salah satu massa yang hadir.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Bahkan, IY, ibu korban berteriak histeris. Menurutnya vonis dari hakim tunggal tidak seperti yang dia bayangkan sebelumnya.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>\u201cYa Allah, tidak ada keadilan. Ya Allah,\u201d teriak IY sambil menangis histeris.<\/h5>\n<figure id=\"attachment_74727\" aria-describedby=\"caption-attachment-74727\" style=\"width: 688px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-74727 size-full\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20230716_085550.jpg\" alt=\"Vonis Pembunuhan Anak Ricuh, AKBP Wiwit Adisatria Ancam Tangkap Pengunjung Sidang\" width=\"688\" height=\"412\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-74727\" class=\"wp-caption-text\">Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiwit Adisatria<\/figcaption><\/figure>\n<h5>Kericuhan yang berlangsung sekitar 25 menit ini berangsur reda saat Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiwit Adisatria mendatangi ruang sidang. AKBP Wiwit memecah kerumunan warga yang sedang beradu mulut dengan hakim tunggal.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>\u201cSiapa ini yang bikin ribut? Saya yang nangkap. Ayo, keluar dulu,\u201d tandas AKBP Wiwit kepada salah satu pengunjung sidang.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Tak hanya itu, AKBP Wiwit juga tegas menyuruh siapa saja yang tidak berkepentingan untuk keluar dari ruang sidang.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>\u201cYang tidak berkepentingan, keluar. Atau saya sendiri yang menangkap kamu semua nanti,\u201d tegas AKBP Wiwit.<\/h5>\n<figure id=\"attachment_74727\" aria-describedby=\"caption-attachment-74727\" style=\"width: 688px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-74727 size-full\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20230716_085550.jpg\" alt=\"Vonis Pembunuhan Anak Ricuh, AKBP Wiwit Adisatria Ancam Tangkap Pengunjung Sidang\" width=\"688\" height=\"412\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-74727\" class=\"wp-caption-text\">Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiwit Adisatria<\/figcaption><\/figure>\n<h5>Selain itu, AKBP Wiwit menambahkan agar pengunjung tidak melakukan upaya intervensi hukum. Bahkan, AKBP Wiwit sempat berdebat dengan orang tua korban, AU.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>\u201cSaya yang menangkap, saya perhatian sama anak saudara. Makanya saya ungkap,\u201d kata AKBP Wiwit kepada AU.<\/h5>\n<figure id=\"attachment_74727\" aria-describedby=\"caption-attachment-74727\" style=\"width: 688px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-74727 size-full\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20230716_085550.jpg\" alt=\"Vonis Pembunuhan Anak Ricuh, AKBP Wiwit Adisatria Ancam Tangkap Pengunjung Sidang\" width=\"688\" height=\"412\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-74727\" class=\"wp-caption-text\">Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiwit Adisatria<\/figcaption><\/figure>\n<h5>Meski demikian, tidak ada pengunjung sidang yang diamankan oleh Polres Mojokerto Kota. AKBP Wiwit mengaku pihaknya masih mendalami keributan yang terjadi.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>\u201cMasih didalami. Tapi sampai saat ini belum mengamankan. Nanti kami koordinasi dengan pihak PN Mojokerto,\u201d tandas AKBP Wiwit.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Tak puas dengan keputusan hakim tunggal BM Cintia Buana terhadap terdakwa pembunuhan siswi SMP di Kemlagi, Kabupaten Mojokerto AA (15), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto, Ismiranda Dwi Putri akan mengajukan banding.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Ketika dikonfirmasi, Kasipidum Kejari Kota Mojokerto, Nurdhina Hakim menerangkan, pihaknya mendakwa dengan pasal 80 ayat (3) juncto 76 C Uu perlindungan anak no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, pasal 340 KUHP, pasal 338 KUHP dan pasal 365 KUHP.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>\u201cOleh karena pelakunya anak dan korban juga anak, sesuai dengan pasal 63 ayat (2) KUHP yakni jika hukum yang bersifat khusus (lex specialis) mengesampingkan hukum yang bersifat umum (lex generalis). Ini sesuai dengan asas lex spesialis derogat lex generali,\u201d jelas Kasipidum.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Lebih lanjut, Nurdhina menyampaikan, dalam kasus tersebut ada undang-undang khusus yang mengatur. Yaitu, undang-undang perlindungan anak, Undang-undang no 35 th 2014 yang mengatur mengenai perlindungan anak. Dimana korban masih berusia anak.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>\u201cSehingga yang kami gunakan adalah pasal 80 ayat 3 jo 76 c undang-undang perlindungan anak, dimana ancaman maksimalnya adalah 15 tahun penjara. Berdasarkan pasal 81 ayat (2) uu 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak disebutkan bahwa pidana yang dapat dijatuhkan pada anak maksimal adalah 1\/2 dari ancaman pidana terhadap orang dewasa,\u201d terang Kasipidum.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>Menurutnya, sesuai dengan pasal 80 ayat 3 jo 76 c undang-undang perlindungan anak yang makna maksimal hukumannya adalah 15 tahun, maka jika 1\/2 nya adalah 7 th 6 bulan dan pidana pelatihan kerja 6 bulan.<\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5>\u201cMaka yang kami ajukan sebagai tuntutan itu sudah hukuman maksimal dalam undang-undang perlindungan anak. Namun, karena putusan hakim tidak sesuai dengan tuntutan kami, yaitu putusannya hanya 7 tahun 4 bulan dan latihan kerja 3 bulan, tentunya kami akan mengajukan banding. Ini juga sesuai dengan keinginan keluarga korban yang tidak terima dengan putusan hakim,\u201d tandas Kasipidum. (Jay)<\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Majalahglobal.com, Mojokerto &#8211; Sidang putusan terdakwa kasus pembunuhan siswi SMPN 1 Kemlagi Kabupaten Mojokerto yaitu&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":74727,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[55,11334,9745],"tags":[],"newstopic":[6073],"class_list":["post-74726","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-mojokerto","category-berita-provinsi-jawa-timur","category-headline","newstopic-kriminal"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/74726","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=74726"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/74726\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":74728,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/74726\/revisions\/74728"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/74727"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=74726"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=74726"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=74726"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=74726"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}