{"id":7298,"date":"2020-01-08T12:07:00","date_gmt":"2020-01-08T12:07:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.majalahglobal.com\/2020\/01\/ppl-dinilai-tidak-dapat-selesaikan.html"},"modified":"2020-01-08T12:07:00","modified_gmt":"2020-01-08T12:07:00","slug":"ppl-dinilai-tidak-dapat-selesaikan-permasalahan-petani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2020\/01\/08\/ppl-dinilai-tidak-dapat-selesaikan-permasalahan-petani\/","title":{"rendered":"PPL Dinilai Tidak Dapat Selesaikan Permasalahan Petani"},"content":{"rendered":"<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:center;\"><a href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-HSHqInhBbuo\/XhXGAKLjuHI\/AAAAAAAAiAU\/2vIHaO_obNAdLjcRn2c2US-68dPJvPotwCLcBGAsYHQ\/s1600\/IMG-20200108-WA0039.jpg\" style=\"margin-left:1em;margin-right:1em;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"480\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-HSHqInhBbuo\/XhXGAKLjuHI\/AAAAAAAAiAU\/2vIHaO_obNAdLjcRn2c2US-68dPJvPotwCLcBGAsYHQ\/s640\/IMG-20200108-WA0039.jpg\" width=\"640\" \/><\/a><\/div>\n<p>Banyuasin &#8211; majalahglobal.com: Peran para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dinilai tidak dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi petani di lapangan karena jumlahnya sedikit serta jarang turun ke lapangan.<\/p>\n<p>Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan)desa upang Cemara Kecamatan muara Telang,&#8221;Rustam. mengatakan pihaknya tidak merasakan keberadaan PPL,karena jumlah PPL tidak sebanding dengan luas wilayah yang harus ditangani.<\/p>\n<p>Dia menyebutkan setiap kecamatan paling hanya memiliki 1&#8211;2 orang penyuluh,tidak sebanding dengan populasi petani dan luas lahan yang harus dibina,seperti yang terjadi selama ini di Kabupaten Banyuasin<\/p>\n<p>&#8220;Petani tidak merasakan kehadiran tenaga penyuluh, karena memang kurang orang atau mereka juga bekerjanya kurang sistematis,&#8221; ujarnya,Rabu (08\/01\/2020).<\/p>\n<p>Dia menjelaskan sebagai PPL seharusnya bisa memberikan solusi atau terobosan atas berbagai persoalan yang dihadapi petani.<\/p>\n<p>Akan tetapi, kegiatan rutin saja seperti demonstrasi plot (demplot) yang dulu biasa dilakukan oleh para PPL, kini sudah jarang.<\/p>\n<p>Tak jarang pula ditemukan kemampuan PPL kalah oleh jam terbang petani, karena mereka tidak bisa membawa atau menyampaikan inovasi yang bisa dilakukan petani.<\/p>\n<p>Sejatinya, keberadaan PPL bisa membantu para petani menyelesaikan masalah mereka. Termasuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produksi pertaniannya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya bisa kasih contoh,sekarang budidaya tanaman padi petani jelek.Sehingga efeknya kualitas tanaman padi terus berkurang.Mulai dari kurangnya ketersediaan pupuk serta banyaknya hama yang menyerang benih padi serta Kondisi penanganannya.Ungkapnya.<\/p>\n<p>Begitu juga dengan komoditas unggulan Pemkab Banyuasin seperti kelapa yang terus menyusut drastis.Diperkirakan hanya tersisa sekitar 10% dari populasi sebelumnya.<\/p>\n<p>&#8220;Melihat kenyataan ini apa kerja PPL? Seharusnya mereka bisa mengambil tindakan. Tapi saya yakin instansi terkait itu tidak mendapatkan laporan yang sebenarnya dari lapangan. Bahkan mungkin dilaporkan kondisinya tetap bagus,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu,Salah seorang Anggota DPRD kabupaten Banyuasin,&#8217;Budi Santoso.Meminta pemerintah merevitalisasi peran penyuluh pertanian menyusul dirampungkannya masterplan penyuluh pertanian.<\/p>\n<p>Menurutnya,revitalitasi penyuluh pertanian penting untuk meningkatkan peran penyuluh dalam memacu produksi pangan.<\/p>\n<p>&#8220;Penyuluh pertanian harus menjadi yakni menjadi agen perubahan, membantu para petani dalam memecahkan masalahnya serta sebagai lokomotif perubahan,&#8221; katanya kepada wartawan (08\/01\/2020).<\/p>\n<p>Dengan masterplan penyuluh pertanian,pemerintah didorong menyinergikannya dengan berbagai program kerja yang akan digulirkan, sehingga menjadi acuan.(Tri Sutrisno)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyuasin &#8211; majalahglobal.com: Peran para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dinilai tidak dapat menyelesaikan berbagai permasalahan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14,1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-7298","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-banyuasin","category-uncategorized"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/7298","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=7298"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/7298\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=7298"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=7298"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=7298"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=7298"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}