{"id":64770,"date":"2023-03-22T17:14:25","date_gmt":"2023-03-22T10:14:25","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=64770"},"modified":"2023-03-22T17:14:25","modified_gmt":"2023-03-22T10:14:25","slug":"warga-gumeng-berani-beda-mahasiswa-kkn-ikhac-adakan-penyuluhan-dunia-pertanian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2023\/03\/22\/warga-gumeng-berani-beda-mahasiswa-kkn-ikhac-adakan-penyuluhan-dunia-pertanian\/","title":{"rendered":"Warga Gumeng Berani Beda, Mahasiswa KKN IKHAC Adakan Penyuluhan Dunia Pertanian"},"content":{"rendered":"<p>Kabupaten Mojokerto, majalah global.com &#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pesantren KH. Abdul Chalim (IKHAC) mengadakan Penyuluhan Dunia Pertanian dengan mengusung tema \u201cPengelolaan Lahan dan Potensinya terhadap Pengembangan Hasil Panen dengan Harga Pasar\u201d. Diselenggarakan di Balai Desa Gumeng pada Senin (20\/03\/2023).<\/p>\n<p>Penyuluhan tersebut dihadiri langsung oleh koordinator Balai Penyuluhan Pertania (BPP) beserta penyuluh pendamping\u00a0 Kecamatan Gondang kemudian sekretaris Desa Gumeng serta Warga Gumeng dengan total 25 orang. Dipadu langsung oleh mahasiswa IKHAC, Arif al-Hamzi asal dari Maluku Utara sebagai moderator penyuluhan.<\/p>\n<p>Hadir pada acara penyuluhan, Mukhlisah, S.P selaku narasumber penyuluhan menyampaikan dampak positif menggunakan traktor dalam pengelolaan lahan.<\/p>\n<p>\u201cSebelum pertanian maju, pengelolaan lahan masih menggunakan hewan dan sekarang menggunakan traktor, sehingga penggunakan traktor lebih efektif dan lebih murah dikarenakan lebih cepat. Tanah-tanah untuk pengelolaan lahan setiap musim harus disembuhkan dengan menggunakan pupuk kompos sapi,\u201d ujar koordinator BPP Kec. Gondang.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Bu Mukhlisah menawarkan ajuan bantuan terkait traktor kepada BPP.<\/p>\n<p>\u201cHampir 80% di Kecamatan Gondang itu sudah pernah dapat mengajukan bantuan traktot dengan syarat kelompoknya harus Badan Hukum Indonesia (BHI) pusat. Jika warga Gumeng siap mengurusi BHI saya akan usulkan isi bunyi proposal BHI nya masih dalam proses yang sungguh,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dalam kesempataan yang sama, beliau menyarankan harus menggunakan bibit yang bersertifikasi atau bibit yang baru.<\/p>\n<p>\u201cLebel bibit bersertifikat yang lebih tinggi berwarna kuning, kemudian putih dan bawahnya putih berwarna ungu dan bawahnya ungu adalah bibit benih padi dan semua itu ada plus minusnya. Keunggulan menggunakan bibit yang bersertifikat pertumbuhannya akan serempak tidak ada yang tinggi atau pendek dan buahnya akan sama serta produksinya tinggi. Kemudian jika menggunakan bibit sendiri atau tidak bersertifikat itu produksinya akan turun 20%,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Lanjut Bu Mukhlisah menghibau mengenai pemilihan pupuk yang sudah menjadi kebijakan pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah bisa membantu dua jenis pupuk ilmia di tahun ini yakni pupuk orea dan phonska. Perhektar untuk tanaman padi rekom orea dari pemerintah yaitu 275 selama 4 Bulan dan alokasinya disetujui semua 275 orea, untuk Nitrogen Fosfor dan Kalium (NPK) phonska rekomya 250 perbotol 700 dan disetujui pemerintah 175 kilo, untuk jagung rekom orenya 250 alokasinya sama, jadi untuk orea tidak ada pengurangan. Kemudian untuk NPK rekomnya 300 disetujui 150 kilo,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Saat diwawancarai, Bu Mukhlisah menyampaikan saran atas terealisasikannya program penyuluhan oleh mahasiswa KKN IKHAC.<\/p>\n<p>\u201cSaran saya setiap ada penyuluhan harus dipraktekan di Rumah apalagi sudah diaplikasikan dengan syarat terus menerus dan telaten seperti menggunakan pupuk kompos setiap musim harus dilakukan, jika kita yang sakit bisa disembuhkan tetapi jika tanah yang sakit tidak bisa,\u201d<\/p>\n<p>Disamping itu, Khoirul Anam selaku penyuluh pendamping merasa bangga dan memberikan jempol terhadap mahasiswa KKN IKHAC.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah, terimakasih kepada Mahasiswa IKHAC yang sudah mengadakan program penyuluhan tentang dunia pertanian dan masih ada yang memikirkan serta perhatian kepada petani Desa Gumeng, saya acungkan jempol,\u201d pungkasnya (tia)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabupaten Mojokerto, majalah global.com &#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pesantren KH. Abdul Chalim&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":64771,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[55,11334],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-64770","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-mojokerto","category-berita-provinsi-jawa-timur"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/64770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=64770"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/64770\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64772,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/64770\/revisions\/64772"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/64771"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=64770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=64770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=64770"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=64770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}