{"id":62464,"date":"2023-02-24T20:59:22","date_gmt":"2023-02-24T13:59:22","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=62464"},"modified":"2023-03-02T19:58:58","modified_gmt":"2023-03-02T12:58:58","slug":"telah-di-buka-rumah-makan-alas-cobek-di-bandar-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2023\/02\/24\/telah-di-buka-rumah-makan-alas-cobek-di-bandar-lampung\/","title":{"rendered":"Telah Di Buka Rumah Makan Alas Cobek Di Bandar Lampung"},"content":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG,majalahglobal.com \u2013 \u00a0Alas Cobek merupakan nama resto di Kota Bandar Lampung yang mengusung konsep tradisional. Alas Cobek berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi No. 66, Bandar Lampung sebelum hotel emersia, sebelah kanan jalur menuju kantor Gubernur Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>Nama Alas Cobek sendiri bukan berarti bahasa dari filosofi sebuah nama atau dimaknai dari arti tertentu dalam berbagai literasi. Secara sederhana, dinamai Alas Cobek karena resto ini secara penyajiannya menggunakan wadah berupa cobek.<\/p>\n<p>Menu dari resto Alas Cobek ini adalah olahan bebek dan olahan burung puyuh. Bebek panggang dan burung puyuh goreng menjadi menu favorit konsumen, terutama para pelancong.<\/p>\n<p>Sebut saja influenser asal korea Hari Jisun. Youtuber itu pernah berkunjung ke Alas Cobek untuk membuat konten. Saat itu Hari Jisun ditemani ibunya melahap hidangan burung puyuh goreng khas Alas Cobek. Video itu ia unggah di kanal youtube Hari Jisun dengan \u201cBilangnya kasihan tapi habis 6 ekor puyuh goreng..!\u201d Pada 20 Desember 2019.<\/p>\n<p>\u201c3 tahun yang lalu. Desember influenser Hari Jisun dengan ibunya makan di sini. Dia bikin konten juga, dari sore sampai malem. Makan bebek, puyuh goreng, ayam, ikan,\u201d kata Asep Muzaki Senafal pemilik resto alas cobek, kepada awak media, Jum&#8217;at (24\/02\/2023).<\/p>\n<p>Selain Hari Jisun, banyak influenser yang membuat konten di resto itu. Khususnya influenser asal Lampung, seperti siger foodies, Lampung Kuliner, Kuliner Lampung dan influenser lainnya juga sudah pernah datang ke Alas Cobek.<\/p>\n<p>\u201cPernah jadi tempat ngumpul Mancing Mania, terus youtuber Rizalmuk juga pernah ke sini. Kalau dari Lampung sudah banyak,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Saat ini Alas Cobek sudah menginjak umur delapan tahun, tentu itu bukan waktu yang sebentar, perjalanan dan berbagai macam pengalaman sudah dilewatinya.<\/p>\n<p>Di balik kesuksesan mendirikan resto, Zaki sapaan akrabnya mengaku banyak melalui berbagai macam kesulitan. Mulai dari persoalan managemen, kesediaan bahan baku, hingga yang terparah menghadapi pandemi covid-19.<\/p>\n<p>\u201cPaling parah pas covid, penghasilan turun lebih dari 50 persen. Bayangkan saja, tidak ada pengunjung yang datang, PPKM di mana \u2013 mana, jalan ditutup. Yang kita andalkan hanya transaksi online,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Tidak sedikit pengusaha yang hancur akibat pandemi lalu, terutama yang sangat terdampak adalah pengusaha di bidang kuliner. Zaki bersyukur usahanya berhasil melewati masa \u2013 masa sulit itu.<br \/>\nZaki mengaku pandemi covid-19 merupakan pengalaman terburuk yang pernah ia alami selama menjadi pengusaha kuliner. Terlepas dari masalah itu, kini Zaki dihadapi dengan kendala ketersediaan bahan baku yang terbatas.<\/p>\n<p>Ketersediaan bebek saat ini dinilai cukup sedikit, menurutnya hal itu dikarenakan sudah banyaknya pengusaha kuliner yang menggunakan menu bebek.<\/p>\n<p>\u201cKendala kita di bahan baku, terutama bebek. Saat ini cukup sulit, banyak pemain bebek. Dulu baru saya yang gencar mengampanyekan bebek,\u201d tukasnya.<\/p>\n<p>Bagi anda yang belum tahu dan penasaran dengan cita rasa masakan bebek dan burung puyuh khas resto Alas Cobek, anda bisa memesan menu melalui link di bawah ini :<br \/>\nhttps:\/\/wa.me\/qr\/V4QW2YMI27FQN1<br \/>\n(Andi Jr\/mg)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG,majalahglobal.com \u2013 \u00a0Alas Cobek merupakan nama resto di Kota Bandar Lampung yang mengusung konsep&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":62465,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8576,11336],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-62464","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-bandar-lampung","category-berita-provinsi-lampung"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/62464","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=62464"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/62464\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62969,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/62464\/revisions\/62969"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/62465"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=62464"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=62464"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=62464"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=62464"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}