{"id":62225,"date":"2023-02-22T13:06:07","date_gmt":"2023-02-22T06:06:07","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=62225"},"modified":"2023-02-22T13:06:07","modified_gmt":"2023-02-22T06:06:07","slug":"wabup-sidoarjo-h-subandi-jenguk-dan-berikan-bantuan-remaja-di-desa-betro-sedati-menderita-disabilitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2023\/02\/22\/wabup-sidoarjo-h-subandi-jenguk-dan-berikan-bantuan-remaja-di-desa-betro-sedati-menderita-disabilitas\/","title":{"rendered":"Wabup Sidoarjo H. Subandi Jenguk dan Berikan Bantuan Remaja di Desa Betro, Sedati Menderita Disabilitas"},"content":{"rendered":"<p>SIDOARJO, majalah global. com &#8211; Kisah pilu datang dari seorang remaja bernama Moh. Rizki Ubaidillah (19) warga Desa Betro, Sedati, Sidoarjo. Rizki harus diikat tangannya dengan kain sejak berumur 5 tahun. Kisah itu terdengar ke telinga Wakil Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH. Ia langsung mengunjungi rumah ananda Rizki di RT 01 RW 01 Desa Betro Kecamatan Sedati, Selasa (21\/02\/2023).<\/p>\n<p>Wabup Sidoarjo H. Subandi mengaku mengetahui kondisi Moh. Rizki Ubaidillah\u00a0 melalui Media Sosial (Medsos). Remaja tersebut putra dari pasangan Aryadi (49) dengan Umi Mufidah (41). Mereka tergolong keluarga tidak mampu. Dari informasi itu, H. Subandi mengetahui kondisi Rizki sangat memprihatinkan. Sejak balita tangannya diikat tali kain ke belakang tubuhnya oleh keluarganya. Bukan tanpa alasan orang tuanya memperlakukan Rizki seperti itu. Pasalnya jika tangannya tidak diikat, Rizki kerap mencakari dan memukuli tubuh dan kepalanya sendiri hingga luka parah.<\/p>\n<p>Wabup H. Subandi yang datang meminta Rizki harus segera mendapat penanganan untuk kesembuhannya. Untuk itu ia perintahkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati untuk segera melakukan tindakan.<\/p>\n<p>\u201cKasihan kalau melihat ada warga seperti ini, mereka berhak mendapatkan pelayanan dan penanganan dari pemerintah,\u201d ucap H. Subandi.<\/p>\n<p>H. Subandi juga berkeinginan agar Rizki mendapat penanganan yang baik bagi kesembuhan jiwa dan mentalnya. \u201cJika kondisinya sudah membaik, selanjutnya akan ditawarkan kepada keluarganya soal pendidikannya. Mungkin belajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) atau lainnya,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Lebih jauh, Wabup H. Subandi itu juga meminta kepada siapapun yang menjumpai warga yang membutuhkan uluran tangan atau penanganan sosial untuk tidak segan-segan melaporkan ke Bupati maupun Wakil Bupati Sidoarjo.<\/p>\n<p>\u201cMasyarakat berhak mendapatkan pelayanan dan penanganan yang baik dari pemerintah,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Sebelum meninggalkan lokasi, Wabup H. Subandi juga memberikan bantuan paket Sembako kepada keluarga Rizki.<\/p>\n<p>Paman Rizki sendiri mengatakan tingkah Rizki yang aneh muncul sejak kecil sampai mengalami keterbelakangan. Sejak kecil sampai tumbuh besar, remaja yang namanya sempat diganti oleh orang tuanya dengan nama Zakaria itu belum pernah mengenyam pendidikan. Setiap harinya, Rizki dijaga oleh orang tua dan neneknya.<\/p>\n<p>\u201cApabila tangannya lepas, keponakan saya itu sering mencakar-cakar wajahnya hingga berdarah. Kalau tidak begitu, memukuli wajah dan kepalanya. Kadang kala juga kepala dibentur-benturkan ke tembok sampe memar,\u201d ucap paman Rizki.<\/p>\n<p>Sang nenek yang menerima kunjungan Wabup Sidoarjo H. Subandi, juga tak henti-hentinya meneteskan air mata melihat kondisi cucunya tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSaya itu setiap hari ikut menjaga dan kasihan dengan cucu saya yang semestinya sesama umur sebayanya sudah lulus sekolah, dan bermain-main, namun kondisinya seperti ini,\u201d keluhnya dengan menangis.<\/p>\n<p>Perlu diketahui bahwa ananda Rizki, siang tadi langsung dibawa pihak Puskesmas Sedati untuk dirujuk ke RSUD Sidoarjo agar mendapat penanganan intensif bagi penyembuhannya sesuai arahan Wakil Bupati Sidoarjo. (Ldy)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIDOARJO, majalah global. com &#8211; Kisah pilu datang dari seorang remaja bernama Moh. Rizki Ubaidillah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":62226,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-62225","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sidoarjo"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/62225","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=62225"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/62225\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62228,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/62225\/revisions\/62228"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/62226"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=62225"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=62225"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=62225"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=62225"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}