{"id":59145,"date":"2022-12-12T11:01:41","date_gmt":"2022-12-12T04:01:41","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=59145"},"modified":"2022-12-12T11:01:41","modified_gmt":"2022-12-12T04:01:41","slug":"polemik-di-sdn-185-halmahera-selatan-mulai-memanas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2022\/12\/12\/polemik-di-sdn-185-halmahera-selatan-mulai-memanas\/","title":{"rendered":"Polemik di SDN 185 Halmahera Selatan Mulai Memanas"},"content":{"rendered":"<p>Majalahglobal.com, Halsel &#8211; Murid-murid di Kabupaten Halmahera Selatan terancam putus sekolah atas kebijakan yang dibuat oleh Kepala sekolah untuk mendapat keuntungan dan memperkaya diri sendiri atau orang lain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Salah satunya, Polemik yang dialami murid-murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 185 Halmahera Selatan yang terletak di Desa Suma Tinggi Kec. Bacan mulai memanas karena tidak diperbolehkan mengikuti semester.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hal ini disampaikan sejumlah orang tua siswa pada Awak Media ini dan diakui Kepala Sekolah SDN 185 Halsel.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Anak-anak kami dilarang ikut semester oleh pihak sekolah sehingga ada sebagian siswa terancam tidak bisa mengikuti ujian sekolah di tahun 2022-2023 mendatang jika tidak membayar denda sebesar Rp.300.000 ke pihak sekolah. Kami yakin hal seperti ini akibat dari momen politik Pilkades membuat anak-anak sekolah menerima imbasnya,&#8221; kata orang tua siswa pada awak media yang enggan menyebutkan namanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut para orang tua siswa, kebijakan Guru sekolah memberikan sanksi berlaku untuk semua siswa kelas 1 sampai kelas 6 harus membayar denda sebesar Rp.250.000 sampai Rp.300.000 Ribu peri siswa barulah dapat mengikuti semester dan ujian sekolah nanti.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sedangkan pembayaran denda berlaku bagi siswa sering tidak masuk ke sekolah tanpa keterangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Setahu kami tidak ada kesepakatan bersama pihak sekolah dalam bentuk apapun persoalan denda atau sangsi dalam bentuk apapun. Sejauh ini, sebagian orang tua siswa tidak ada uang membayar denda sehingga banyak siswa telah gagal ikut semester. Sebab pekerjaan kami di Desa dalam sehari-hari tidak ada kepastian dapat berapa, kadang dapatannya Rp.40.000 dan paling diatas Rp.60.000 per hari,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Jujur kami Masyarakat Desa sangat menjerit dengan kehidupan di Desa, ditambah lagi anak-anak kami dipersulit oleh pihak sekolah dan kami yakin bukan saja di sekolah SDN 185 Halsel. Nanti ditelesuri ke sekolah lain pasti kejadiannya mirip yang terjadi s\u00e0at ini. Saya tdak takut memberikan informasi tersebut karena tujuannya menyelamatkan generasi penerus bangsa dan kami berharap anak-anak kami tidak digagalkan mengikuti ujian sekolah terkait informasi yang kami berikan,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekolah SDN 185 Halmahera Selatan Ahmad Yani membenarkan ada empat orang siswa telah digagalkan mengikuti semester dua di tahun 2022.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Benar ada 4 orang siswa tidak ikut semester, 1 orang kelas 6 dan 3 orang lagi kelas 4. Saya tanya ke siswa kenapa keluar dari sekolah, jawabnya dikeluarkan oleh wali kelas karena tidak masuk sekolah,&#8221; ungkap Ahmad.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kata Ahmad, Ketika dirinya mengkonfirmasi ke wali kelas kebetulan guru sekolah sebatas 3 orang termasuk ia selaku Kepala Sekolah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Jadi 1 guru menangani 2 kelas sedangkan Wali kelas yang tangani kelas 5 dan kelas 6 menyampaikan bahwa telah melakukan rapat kesepakatan dengan orang tua wali murid dan telah setuju bersama tentang pemberian sanksi kepada siswa yang tidak masuk berlaku dari kelas 1 sampai kelas 6 SD,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hal ini di lakukan karena siswa selalu tidak masuk sekolah tanpa keterangan sehingga target pencapaian kurikulum menurun, jadi untuk 1 siswa bernama Tofan Jufri kelas 6 SD minta izin terbanyak dengan alasan kemaluannya bengkak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kebetulan untuk waktu 1 minggu lalu, tidak diizinkan oleh wali kelas dengan alasan dekat semester tetapi tidak dihiraukan begitu saja. Selama 1 minggu berada di labuha, anak sekecil itu urusan apa di Labuha sampai 1 minggu,&#8221; jelas Ahmad.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Lebih lanjut dikatakannya, kemudian 2 orang siswa kelas 5 mengikuti orang tua mereka dalam acara perkawinan di kampung tetangga tanpa izin wali kelas. Begitu juga 1 orang siswa sering bolos dari sekolah. Dari itu sanksi tersebut telah diberlakukan pada beberapa siswa sebelumnya sehingga ke 4 siswa yang dimaksud harus dikenakan sanksi juga agar orang tua lainnya merasa sekolah telah menerapkan kesepakatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Sementara saya sebagai kepala sekolah berencana memanggil orang tua siswa yang bersangkutan tetapi wali kelas masih banyak urusan ke ibu\/kota Labuha dan orang tua bersangkutan kebetulan tidak berada di tempat,&#8221; ungkap Ahmad. (Kandi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Majalahglobal.com, Halsel &#8211; Murid-murid di Kabupaten Halmahera Selatan terancam putus sekolah atas kebijakan yang dibuat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":59146,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7481],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-59145","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-halmahera-selatan"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/59145","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=59145"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/59145\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59148,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/59145\/revisions\/59148"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/59146"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=59145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=59145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=59145"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=59145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}