{"id":55237,"date":"2022-09-12T15:28:19","date_gmt":"2022-09-12T08:28:19","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=55237"},"modified":"2022-09-12T15:28:19","modified_gmt":"2022-09-12T08:28:19","slug":"sidang-gugatan-lp2kp-vs-amanatul-ummah-ditunda-jubir-hmn-mengganggu-pesantren-adalah-pki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2022\/09\/12\/sidang-gugatan-lp2kp-vs-amanatul-ummah-ditunda-jubir-hmn-mengganggu-pesantren-adalah-pki\/","title":{"rendered":"Sidang Gugatan LP2KP vs Amanatul Ummah Ditunda, Jubir HMN: Mengganggu Pesantren Adalah PKI"},"content":{"rendered":"<p>Majalahglobal.com, Mojokerto \u2013 Yayasan Amanatul Ummah digugat lantaran mendirikan bangunan di atas lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Sejumlah bangunan yang diduga berdiri di atas LP2B ini berada di Desa Kembangbelor, Pacet, Mojokerto. Gugatan ini dilayangkan oleh Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Mojokerto sejak 29 Agustus 2022 lalu. Sementara sidang perdana digelar hari ini, Senin (12\/9\/2022) di PN Mojokerto.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Juru Bicara Tim Advokasi LP2KP Kabupaten Mojokerto, Surya mengatakan jika pihaknya menggugat yayasan Amannatul Ummah lantaran mendirikan bangunan di atas LP2B.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cSidang hari ini masih ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Secara global materi gugatan yakni LP2B, dimana yayasan Amanatul Ummah mendirikan bangunan,\u201d katanya selepas sidang di PN Mojokerto pada, Senin (12\/9\/2023).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam perkara ini, LP2KP mengaku telah melaporkan 13 orang maupun lembaga diantaranya; Yayasan Amanatul Ummah, Muhammad Albarraa, Kepala BPN Kabupaten Mojokerto serta Kasi Pendaftaran Hak dan Tanah-nya, Kepala Dinas Pertanian, Kementerian Agama, Camat Pacet, Kades Kembangbelor dan KUA Pacet. Serta, Kepala Diskominfo, Dinas PUPR, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu dan Notaris.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Gugatan ini murni keinginan untuk melindungi LP2B. Dirinya juga bakal melakukan upaya hukum bagi pelanggaran hukum terkait upaya pengalihan alih fungsi lahan. Kita Objektif, mau bangunan apapun, gedung pemerintahan atau apapun kalau ada pelanggaran akan kita gugat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara (Jubir) Harimau Mojokerto Nusantara (HMN), Machradji Mahfud mengatakan, siapapun yang mengganggu pesantren adalah PKI.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Saya masih ingat, Yel-yel PKI itu adalah Pondok Bobrok, Musala Longgar dan Santri Mati. Aturan LP2B itu adanya di tahun 2009, sedangkan Ponpes Amanatul Ummah sudah ada sejak 2006. Jika memang melanggar, kenapa baru sekarang digugat. Kenapa hanya Amanatul Ummah yang digugat. Ada 6 Ponpes, 18 Masjid dan 2 Balai Desa di Kabupaten Mojokerto yang mendirikan bangunan di atas LP2B. Soal IMB saat saya tanya ke Gus Barra beliau bilang kalau sedang proses. Tahap demi tahap terus dilakukan Amanatul Ummah untuk mendapatkan IMB. Ini tahun politik ya, jadi wajar jika kami berfikiran kalau gugatan ini adalah pesanan dari lawan politik Gus Barra,&#8221; jelasnya. (Jay)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Majalahglobal.com, Mojokerto \u2013 Yayasan Amanatul Ummah digugat lantaran mendirikan bangunan di atas lahan pertanian pangan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":55238,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[55],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-55237","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-mojokerto"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/55237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=55237"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/55237\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55239,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/55237\/revisions\/55239"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/55238"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=55237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=55237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=55237"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=55237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}