{"id":48264,"date":"2022-06-11T08:48:13","date_gmt":"2022-06-11T01:48:13","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=48264"},"modified":"2022-06-11T08:48:13","modified_gmt":"2022-06-11T01:48:13","slug":"kunjungan-ke-yogya-ning-sasha-siap-kembalikan-kejayaan-batik-khas-sidoarjo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2022\/06\/11\/kunjungan-ke-yogya-ning-sasha-siap-kembalikan-kejayaan-batik-khas-sidoarjo\/","title":{"rendered":"Kunjungan ke Yogya, Ning Sasha Siap Kembalikan Kejayaan Batik Khas Sidoarjo"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>SIDOARJO,majalahglobal.com \u2013 Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sidoarjo berkesempatan melakukan kunjungan kerja ke kantor Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat,(10\/6\/2022).<\/p>\n<p>Kunker tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Kab. Sidoarjo, Sa\u2019adah Muhdlor Ali. Selain mengikuti gelaran Pameran Nasional Kriya Indonesia selama empat hari (9-12 Juni 2022), Ning Sasha, panggilan akrabnya ingin bertukar pikiran dengan pengurus Dekranasda DIY.<\/p>\n<figure id=\"attachment_48266\" aria-describedby=\"caption-attachment-48266\" style=\"width: 250px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-48266\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20220610-WA0122-250x190.jpg\" alt=\"Kunjungan ke Yogya, Ning Sasha Siap Kembalikan Kejayaan Batik Khas Sidoarjo\" width=\"250\" height=\"190\" srcset=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20220610-WA0122-250x190.jpg 250w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20220610-WA0122-100x75.jpg 100w\" sizes=\"auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48266\" class=\"wp-caption-text\">Kunjungan ke Yogya, Ning Sasha Siap Kembalikan Kejayaan Batik Khas Sidoarjo<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dalam kesempatan itu, Ning Sasha mengungkapkan tujuan kedatangannya guna meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Karena cita-cita dari Dekranasda Kab.Sidoarjo ini, salah satunya bisa mengembalikan kejayaan batik khas kota udang tersebut.<\/p>\n<p>Diketahui Kabupaten Sidoarjo memiliki salah satu wisata bernama Kampoeng Batik Jetis, karena sebagai besar warga Kelurahan Jetis, Sidoarjo merupakan pembatik. Kampung batik yang sudah eksis sejak tahun 1675 ini, namun sayangnya kini mulai luntur.<\/p>\n<p>Diungkapkan Ning Sasha, tak sedikit para pembatik yang sudah beralih menekuni bidang lain atau terpaksa tutup, salah satunya karena pandemi Covid-19. Namun menurutnya yang utama permasalahan tersebut adalah tidak adanya regenerasi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_48267\" aria-describedby=\"caption-attachment-48267\" style=\"width: 250px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-48267\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20220610-WA0117-250x190.jpg\" alt=\"Kunjungan ke Yogya, Ning Sasha Siap Kembalikan Kejayaan Batik Khas Sidoarjo\" width=\"250\" height=\"190\" srcset=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20220610-WA0117-250x190.jpg 250w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20220610-WA0117-100x75.jpg 100w\" sizes=\"auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48267\" class=\"wp-caption-text\">Kunjungan ke Yogya, Ning Sasha Siap Kembalikan Kejayaan Batik Khas Sidoarjo<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cBatik tulis disini sangat terkenal sebelum tahun 2015 dan menjadi tempat wisata. Namun pandemi ini juga dirasakan dampaknya, akhirnya beberapa tutup. Juga ada yang beralih ke batik printing, padahal kerajinan batik itu yang diakui adalah batik tulis dan cap,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>\u201cKunjungan kami disini juga ingin saling tukar pikiran bagaimana kiat-kiat khususnya untuk anak muda agar bisa tertarik, dan menjadi suatu regenerasi,\u201d imbuh istri Gus Muhdlor, Bupati Sidoarjo, dalam kunjungannya ke Kantor Dekranasda DIY.<\/p>\n<p>Dekranasda Kab.Sidoarjo dibawah kepemimpinan Ning Sasha, memiliki tekad mengembalikan masa kejayaan batik khas Sidoarjo. Pihaknya pun ingin membangkitkan kembali industri batik lokal.<\/p>\n<p>\u201cTak hanya Kampoeng Batik Jetis, di Sidoarjo juga ada desa penghasil batik di Kedung Cangkirng, Jabon. Dulu terkenal batik tulisnya tapi sekarang hanya ada beberapa penrajin. Maka itu kami ingin menata kembali , menggalakan kembali. Agar para pembatik Sidoarjo ini bisa survive karena batik tulis itu faktanya masih diminati tak hanya turis mancanegara tapi juga warga lokal,\u201d jelas Ning Sasha.<\/p>\n<p>Mengamini ucapan Ning Sasha, pengurus Dekranasda Kab. Sidoarjo, sangat berharap kunjungan ini mampu menghasilkan ilmu baru untuk kemajuan kerajinan khas Sidoarjo, khususnya batik.<\/p>\n<p>\u201cDalam kunjungan ini kami belajar bagaimana strategi dan metode mengembangkan bisnis kerajinan. Kerajinan di Yogya memang sangat menarik untuk didalami, selain berkualitas harga pun terjangkau,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Ning Sasha juga mengungkapkan jika selama ini UMKM \/ IKM Kab. Sidoarjo memiliki hubungan kerjasama yang sangat baik dengan pelaku usaha di Yogyakarta.<\/p>\n<figure id=\"attachment_48268\" aria-describedby=\"caption-attachment-48268\" style=\"width: 250px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-48268\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20220610-WA0121-250x190.jpg\" alt=\"Kunjungan ke Yogya, Ning Sasha Siap Kembalikan Kejayaan Batik Khas Sidoarjo\" width=\"250\" height=\"190\" srcset=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20220610-WA0121-250x190.jpg 250w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20220610-WA0121-100x75.jpg 100w\" sizes=\"auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48268\" class=\"wp-caption-text\">Kunjungan ke Yogya, Ning Sasha Siap Kembalikan Kejayaan Batik Khas Sidoarjo<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cIKM kami telah bersinergi dengan IKM yang ada di Yogya, misalnya sandal tulisan I love Yogyakarta itu, sandalnya merupakan hasil buatan penrajin IKM Sidoarjo. Nantinya akan dimodifikasi oleh penrajin di Yogya. Selain itu kabar baiknya, UMKM Sidoarjo khususnya produk ecoprint ini semakin berkembang. Kami belajar mengombinasikan antara batik dan ecoprint yang juga belajarnya juga disini, di Yogya,\u201d ungkap Ning Sasha.<\/p>\n<p>Sementara itu, Wakil Ketua Dekranasda DIY, Gusti Bendoro Raden Ayu Adipati Pakualam, menyambut baik kedatangan pengurus Dekranasda Kab.Sidoarjo.<\/p>\n<p>Pihaknya sangat mendukung harapan Dekranasda Sidoarjo untuk mengembalikan kejayaan batik setempat. Lewat diskusi ini ia berbagi bagaimana cara agar batik tetap lestari, mengingat Daerah Istimewa Yogyakarta juga telah dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia sejak tahun 2014, yang ditetapkan oleh Dewan Kerajinan Batik Dunia atau World Craft Council (WCC).<\/p>\n<p>\u201cYogya ini memang kekuatan utamanya adalah berkaitan dengan batik. Kita pun ada suatu pameran batik yang rutin digelar setiap dua tahun sekali. Selain batik juga ada diskusi soal batik. Dari batik kain, kini juga yang terkenal ada batik kayu dan topeng batik, itu adalah salah satu yang dikembangkan,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Sebagai Kota Batik Dunia, di Yogyakarta juga memiliki Balai Batik yang satu-satunya ada di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cDisini orang bisa belajar membatik. Kita juga seringkali dapat kunjungan dari Dekranasda daerah lain. Karena faktanya banyak juga daerah yang tidak memiliki budaya membatik, tapi ada batik khas daerah setempat. Maka dari itu SDMnya juga harus siap,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Ditambahkan Wakil Ketua Dekranasda DIY, cara yang paling ampuh agar warisan budaya ini tidak luntur adalah dengan gencarnya sosialisasi untuk semua usia, baik anak-anak maupun dewasa.<\/p>\n<p>\u201cHarus banyak sosialisasi, harus semakin digencarkan dari anak-anak sampai orang tua. Sosialisasi soal batik itu bukan untuk ibu-ibu saja. Mungkin sosialisasi ini juga bisa lewat lomba. Sederhananya bisa melalui lomba menggambar motif batik khas daerah Sidoarjo,\u201d tutur Gusti Bendoro Raden Ayu Adipati Pakualam.<\/p>\n<p>\u201cSelain itu kita harus punya inovasi \u2013 inovasi, misalnya tadi sudah bagus kombinasi antara batik dan ecoprint yang memang kini banyak diminati anak muda,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_48269\" aria-describedby=\"caption-attachment-48269\" style=\"width: 250px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-48269\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20220610-WA0113-250x190.jpg\" alt=\"Kunjungan ke Yogya, Ning Sasha Siap Kembalikan Kejayaan Batik Khas Sidoarjo\" width=\"250\" height=\"190\" srcset=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20220610-WA0113-250x190.jpg 250w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20220610-WA0113-100x75.jpg 100w\" sizes=\"auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48269\" class=\"wp-caption-text\">Kunjungan ke Yogya, Ning Sasha Siap Kembalikan Kejayaan Batik Khas Sidoarjo<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dalam kesempatan itu, Dekranasda DIY mengajak Ning Sasha dan rombongan, untuk berkeliling ke Gedung PKK DIY yang mengusung konsep Green Building ramah lingkungan. Menariknya gedung berbalut vertical garden ini juga memiliki roof garden yang menambah suasana semakin nyaman.(Sgi\/ldy\/mg).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; SIDOARJO,majalahglobal.com \u2013 Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sidoarjo berkesempatan melakukan kunjungan kerja ke&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":48265,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-48264","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sidoarjo"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/48264","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=48264"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/48264\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48271,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/48264\/revisions\/48271"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/48265"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=48264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=48264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=48264"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=48264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}