{"id":42244,"date":"2022-03-15T21:00:49","date_gmt":"2022-03-15T14:00:49","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=42244"},"modified":"2022-03-17T10:03:16","modified_gmt":"2022-03-17T03:03:16","slug":"seorang-siswa-smp-di-mojokerto-tewas-dikeroyok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2022\/03\/15\/seorang-siswa-smp-di-mojokerto-tewas-dikeroyok\/","title":{"rendered":"Seorang Siswa SMP di Mojokerto Tewas Dikeroyok"},"content":{"rendered":"<p>Majalahglobal com, Mojokerto &#8211; Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto menjadi korban pengeroyokan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pelakunya merupakan gerombolan pemuda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Akibat insiden itu, korban mengalami luka parah dan meninggal dunia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Peristiwa itu bermula saat korban dijemput oleh teman wanitanya lalu diajak berkeliling.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun, tiba-tiba korban dikeroyok hingga babak belur.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Siswa SMP berinisial H (15) tersebut merenggang nyawa diduga usai dikeroyok gerombolan pemuda di Desa Karangjeruk, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Informasi yang diperoleh, korban mengalami luka di bagian wajah dan kepala hingga menyebabkan pendarahan otak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Korban meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Sakinah, Kecamatan Sooko, pada Selasa (15\/3\/2022) malam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Aksi pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal terjadi di jalan perbatasan antara Dusun\/ Desa Karangjeruk, Kecamatan Jatirejo, pada Minggu (13\/3) sore.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Perangkat Desa di Kecamatan Puri, Nanang mengatakan saat itu korban dijemput remaja putri inisial L (15) yang juga berstatus pelajar SMP asal Kecamatan Puri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Korban ini dijemput terus diajak keliling,&#8221; ungkapnya, Rabu (16\/3\/2022).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut dia, dari keterangan L saat itu di lokasi kejadian tiba-tiba korban dikeroyok gerombolan pemuda di jalan raya Desa Karangjeruk.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Yang mengeroyok ini sekitar tiga hingga empat orang,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Korban mengalami luka lebam di bagian wajah dan kepala akibat hantaman benda tumpul.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Korban sempat mendapat perawatan dua kali di RSI Sakinah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kondisi korban kritis hingga tak sadarkan diri sehingga dirawat di rumah sakit, pada Senin (14\/3) pagi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Dua kali dirawat di RS Sakinah karena penanganan awal bagian luar karena belum diketahui adanya luka di bagian dalam kepala kemudian dibawa ke rumah sakit namun kondisinya sudah kritis,&#8221; ucap Nanang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kasus penganiayaan yang merenggut korban jiwa siswa SMP kini dalam penyelidikan Unit PPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Mojokerto.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun belum ada keterangan resmi dari<\/p>\n<p>Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Andaru Rahutomo terkait kasus penganiayaan tersebut. (Jay)<\/p>\n<p>Majalahglobal com, Mojokerto &#8211; Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto menjadi korban pengeroyokan.<\/p>\n<p>Pelakunya merupakan gerombolan pemuda.<\/p>\n<p>Akibat insiden itu, korban mengalami luka parah dan meninggal dunia.<\/p>\n<p>Peristiwa itu bermula saat korban dijemput oleh teman wanitanya lalu diajak berkeliling.<\/p>\n<p>Namun, tiba-tiba korban dikeroyok hingga babak belur.<\/p>\n<p>Siswa SMP berinisial H (15) tersebut merenggang nyawa diduga usai dikeroyok gerombolan pemuda di Desa Karangjeruk, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.<\/p>\n<p>Informasi yang diperoleh, korban mengalami luka di bagian wajah dan kepala hingga menyebabkan pendarahan otak.<\/p>\n<p>Korban meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Sakinah, Kecamatan Sooko, pada Selasa (15\/3\/2022) malam.<\/p>\n<p>Aksi pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal terjadi di jalan perbatasan antara Dusun\/ Desa Karangjeruk, Kecamatan Jatirejo, pada Minggu (13\/3) sore.<\/p>\n<p>Perangkat Desa di Kecamatan Puri, Nanang mengatakan saat itu korban dijemput remaja putri inisial L (15) yang juga berstatus pelajar SMP asal Kecamatan Puri.<\/p>\n<p>&#8220;Korban ini dijemput terus diajak keliling,&#8221; ungkapnya, Rabu (16\/3\/2022).<\/p>\n<p>Menurut dia, dari keterangan L saat itu di lokasi kejadian tiba-tiba korban dikeroyok gerombolan pemuda di jalan raya Desa Karangjeruk.<\/p>\n<p>&#8220;Yang mengeroyok ini sekitar tiga hingga empat orang,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Korban mengalami luka lebam di bagian wajah dan kepala akibat hantaman benda tumpul.<\/p>\n<p>Korban sempat mendapat perawatan dua kali di RSI Sakinah.<\/p>\n<p>Kondisi korban kritis hingga tak sadarkan diri sehingga dirawat di rumah sakit, pada Senin (14\/3) pagi.<\/p>\n<p>&#8220;Dua kali dirawat di RS Sakinah karena penanganan awal bagian luar karena belum diketahui adanya luka di bagian dalam kepala kemudian dibawa ke rumah sakit namun kondisinya sudah kritis,&#8221; ucap Nanang.<\/p>\n<p>Kasus penganiayaan yang merenggut korban jiwa siswa SMP kini dalam penyelidikan Unit PPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Mojokerto.<\/p>\n<p>Namun belum ada keterangan resmi dari<br \/>\nKasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Andaru Rahutomo terkait kasus penganiayaan tersebut. (Jay)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Majalahglobal com, Mojokerto &#8211; Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":42245,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[55],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-42244","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-mojokerto"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/42244","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=42244"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/42244\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42246,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/42244\/revisions\/42246"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/42245"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=42244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=42244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=42244"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=42244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}