{"id":40199,"date":"2022-02-10T07:16:13","date_gmt":"2022-02-10T00:16:13","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=40199"},"modified":"2022-02-10T08:14:03","modified_gmt":"2022-02-10T01:14:03","slug":"40199","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2022\/02\/10\/40199\/","title":{"rendered":"TK DHARMA WANITA PERSATUAN Wonoayu I Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Merasa Tidak Di Perhatikan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\">\n<p>SIDOARJO &#8211; Menurut Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, 1889- 1959 Ki Hajar Dewantara menjelaskan bahwa Pendidikan berarti daya upaya untuk memajukan Budi pekerti ( karakter, kekuatan bathin ), pikiran ( intelect ) dan jasmani anak- anak selaras dengan alam dan masyarakatnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_40201\" aria-describedby=\"caption-attachment-40201\" style=\"width: 250px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-40201\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20220209_085040_1-250x190.jpg\" alt=\"TK DHARMA WANITA PERSATUAN Wonoayu I Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Merasa Tidak Di Perhatikan\" width=\"250\" height=\"190\" srcset=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20220209_085040_1-250x190.jpg 250w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20220209_085040_1-100x75.jpg 100w\" sizes=\"auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-40201\" class=\"wp-caption-text\">TK DHARMA WANITA PERSATUAN Wonoayu I Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Merasa Tidak Di Perhatikan<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dan dimana disitu ada pendidikan pastinya ada juga pengajar atau guru tentunya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Guru adalah Pahlawan Tanda Jasa. Dimana beliau mengajar mentransfer ilmunya untuk semua anak didiknya, dan berharap itu semua adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, ( tertuang dalam UUD 1945 alinea empat ).<\/p>\n<p>Ini masih belum menyeluruh. Ini yang perlu kita kaji.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dan butuhnya pemerhati Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_40202\" aria-describedby=\"caption-attachment-40202\" style=\"width: 250px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-40202\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20220209_085033-250x190.jpg\" alt=\"TK DHARMA WANITA PERSATUAN Wonoayu I Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Merasa Tidak Di Perhatikan\" width=\"250\" height=\"190\" srcset=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20220209_085033-250x190.jpg 250w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20220209_085033-100x75.jpg 100w\" sizes=\"auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-40202\" class=\"wp-caption-text\">TK DHARMA WANITA PERSATUAN Wonoayu I Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Merasa Tidak Di Perhatikan<\/figcaption><\/figure>\n<p>Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Persatuan merupakan salah satu naungan Pemerintah Desa. Dan berharap adanya perhatian serta solusi yang di berikan dari Pemerintah Desa terhadap TK yang di kepalainya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ibu Jatun Nurwidayati, S.Pd.PAUD Kepala Sekolah TK Dharma Wanita Persatuan Wonoayu I, mengalami hal yang sama dengan TK Dharma Wanita Persatuan Wonoayu II.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saat di wawancarai media majalah global, banyak sekali keluh kesah yang di sampaikan&#8221; Rabu, 9\/2\/2022<\/p>\n<p>Dimana beliau berharap sekali adanya perhatian dari Pemerintah Desa khususnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>TK Dharma Wanita Persatuan Wonoayu I Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo menyampaikan kepada media majalah global, bahwa wilayahnya masuk di dalam Kecamatan Wonoayu yang berjumlahkan 3 tenaga pendidik ( 1 Kepala Sekolah dan 2 Guru Pengajar ).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Meminta Kesejahteraan dari Pemerintah, karena TK saya ini tidak ada perhatian sama sekali sama Kepala Desanya&#8221; paparnya<\/p>\n<figure id=\"attachment_40203\" aria-describedby=\"caption-attachment-40203\" style=\"width: 250px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-40203\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20220209_085105_1-250x190.jpg\" alt=\"TK DHARMA WANITA PERSATUAN Wonoayu I Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Merasa Tidak Di Perhatikan\" width=\"250\" height=\"190\" srcset=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20220209_085105_1-250x190.jpg 250w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20220209_085105_1-100x75.jpg 100w\" sizes=\"auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-40203\" class=\"wp-caption-text\">TK DHARMA WANITA PERSATUAN Wonoayu I Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Merasa Tidak Di Perhatikan<\/figcaption><\/figure>\n<p>Tidak ada tunjangan apapun. Jadi TK kami di hidupin sendiri dari SPP nya anak- anak yang jumlahnya hanya 18 murid dikalikan 50.000 untuk setiap bulannya.<\/p>\n<p>Itupun ada yang 1 tahun masuk sekolah sama sekali tidak membayar&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Kepala Sekolah TK Dharma Wanita Persatuan Wonoayu I Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo berharap untuk kesejahteraan nya dari Pemerintah Desa diberikan tunjangan perbulan sebesar 100.000.<\/p>\n<p>Dan kedepannya supaya sekolahnya di kasih galvalum supaya tidak panas ketika proses belajar mengajar&#8221; pungkasnya. ( Ldya\/mg)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIDOARJO &#8211; Menurut Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, 1889- 1959 Ki Hajar Dewantara menjelaskan bahwa Pendidikan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":40200,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-40199","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sidoarjo"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/40199","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=40199"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/40199\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40209,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/40199\/revisions\/40209"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/40200"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=40199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=40199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=40199"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=40199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}