{"id":39830,"date":"2022-02-04T17:42:39","date_gmt":"2022-02-04T10:42:39","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=39830"},"modified":"2022-02-04T17:42:39","modified_gmt":"2022-02-04T10:42:39","slug":"balita-berkelamin-ganda-menjadi-atensi-kepala-dinas-sosial-kota-surabaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2022\/02\/04\/balita-berkelamin-ganda-menjadi-atensi-kepala-dinas-sosial-kota-surabaya\/","title":{"rendered":"Balita Berkelamin Ganda Menjadi Atensi Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya"},"content":{"rendered":"<p>Surabaya &#8211; Sejak lahir ke dunia pada Maret 2020 lalu Laila Fitriyah menderita sakit akibat kelainan di tubuhnya. Anak kedua pasangan Surahman, 41, dan Yuliani, 34, itu memiliki kelamin ganda. Kondisi tubuhnya juga tampak ringkih.<\/p>\n<p>Keluarga yang tinggal di kawasan Tanjung Sari, Jaya Bakti, Kecamatan Tandes, Surabaya, itu dalam kondisi memprihatinkan karena hanya menempati rumah petak berukuran 3 x 3 meter. Surahman menjelaskan, kondisi anaknya tersebut menjelang persalinan istrinya tak memiliki gejala apa pun.<\/p>\n<p>Saat itu, istrinya melakukan persalinan di salah satu rumah sakit ibu dan anak di Surabaya. Namun, setelah Fitriyah lahir, dokter menganjurkan agar Fitriyah dibawa ke RSUD dr Soetomo. Saat itu, orang tua Fitriyah tak mengetahui anaknya berkelamin ganda.<\/p>\n<p>Surahman dan Yuliani hanya bisa menuruti saran dari dokter tersebut untuk membawa Fitriyah ke RSUD Soetomo karena tak ingin anaknya jatuh sakit. \u201cLangsung diperiksa, tes darah, ternyata kondisinya normal. Cuma nginep satu malam saja terus pulang,\u201d ujar Surahman, Jumat (4\/2).<\/p>\n<p>Sebulan kemudian, Fitriyah mulai menunjukkan gejala kurang sehat. Balita yang akan genap berusia dua tahun pada bulan depan itu memiliki gejala demam tinggi, muntah, hingga tak mau minum air susu ibu (ASI).<\/p>\n<p>Surahman segera membawa Fitriyah ke dokter dan menanyakan gejala-gejala yang dialami anak bungsunya itu. Saat itu barulah dokter mengatakan bahwa Fitriyah memiliki kelamin ganda. \u201cKatanya hormonnya kurang bekerja dengan baik,\u201d ucap Surahman.<\/p>\n<p>Dokter menyebut Fitriyah tergolong dalam balita Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH), yakni penyakit keturunan yang membuat penampilan fisik seorang wanita tampak lebih maskulin. \u201cSelama satu minggu berobat ke dokter, habis itu kondisinya membaik. Satu minggu kemudian, dia sakit lagi,\u201d kata Surahman.<\/p>\n<p>Ia kemudian membawa anaknya ke RS Bhakti Darma Husada, Surabaya. Karena fasilitas dan peralatannya kurang lengkap, Fitriyah kembali dibawa ke RSUD Soetomo. Surahman mengatakan, dokter tak berani melakukan operasi karena berat badannya kurang. \u201cJadi, untuk sementara kita nunggu kondisi anak,\u201d tutur Surahman yang hanya bekerja serabutan.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Anna Fajriatin kemarin mendatangi rumah Surahman. Dia melihat langsung kondisi anak Surahman, Laila Fitriyah, yang mengalami gizi buruk dan kelainan kelamin. \u201cAdik Laila sudah mendapatkan intervensi dari puskesmas dan rumah sakit. Memang ada beberapa hal yang mungkin belum bisa di-cover, salah satunya BPJS,\u201d kata Anna.<\/p>\n<p>Pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian sosial agar bisa dibantu menangani kebutuhan Laila yang belum bisa ditanggung BPJS. Anna juga menyebut telah menyiapkan ambulans sebagai sarana Laila berobat ke rumah sakit. Juga akan memantau perkembangan balita 1,5 tahun itu tiap bulan.<\/p>\n<p>\u201cSaya sudah tinggalin nomor HP, bisa kontak (saat dibutuhkan), kami jemput. Supaya tidak kehilangan biaya transportasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Setelah mendapatkan intervensi, keluarga Surahman sudah terdata sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Pemkot Surabaya. Anna juga tengah mengusulkan agar keluarga Surahman mendapatkan bantuan sosial. \u201cKami usulkan untuk menerima bantuan BPNT berupa sembako dan PKH per periode 2022 ini,\u201d jelasnya. (Redho)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya &#8211; Sejak lahir ke dunia pada Maret 2020 lalu Laila Fitriyah menderita sakit akibat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":39831,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[92],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-39830","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-surabaya"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/39830","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=39830"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/39830\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39833,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/39830\/revisions\/39833"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/39831"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=39830"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=39830"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=39830"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=39830"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}