{"id":3035,"date":"2020-06-17T10:04:00","date_gmt":"2020-06-17T10:04:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.majalahglobal.com\/2020\/06\/sukarelawan-pengatur-lalu-lintas-ini_43.html"},"modified":"2020-06-17T10:04:00","modified_gmt":"2020-06-17T10:04:00","slug":"sukarelawan-pengatur-lalu-lintas-ini-bersyukur-telah-menjadi-peserta-bpjs-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2020\/06\/17\/sukarelawan-pengatur-lalu-lintas-ini-bersyukur-telah-menjadi-peserta-bpjs-kesehatan\/","title":{"rendered":"Sukarelawan Pengatur Lalu lintas ini Bersyukur Telah Menjadi Peserta BPJS Kesehatan"},"content":{"rendered":"<div dir=\"ltr\" style=\"text-align:left;\">\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left:auto;margin-right:auto;text-align:center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align:center;\"><a href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-qN02cJbJ_Ao\/XunqcZHwFWI\/AAAAAAAApc8\/aY8ej2iGhQIDLEyRJzFg9A5ylL7fOy7mQCLcBGAsYHQ\/s1600\/20200617_170258.jpg\" style=\"margin-left:auto;margin-right:auto;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img alt=\"Mojokerto - menginjak usia lanjut, dengan profesinya sebagai sukarelawan pengatur lalu lintas, Askap (70) yang bertempat tinggal di Dusun Ngemplak, Desa Kesiman tengah Mojokerto ini sehari - harinya berada di pertigaan wilayah Pacet untuk mengatur lalu lintas. Sadar betul dengan usianya yang tidak muda lagi, ia memutuskan mendaftarkan diri dan keluarganya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional \u2013 Kartu Indonesia Sehat (JKN\u2013KIS) atau BPJS Kesehatan untuk proteksi kesehatan bagi diri dan keluarganya.  \u201cSaya mendapatkan dorongan dari bapak kepala dusun untuk segera mendaftar JKN KIS, jaga\u2013jaga jika mendadak sakit,\u201d ucapnya, Selasa (16\/6\/2020).  Meskipun profesinya sebagai sukarelawan pengatur lalu lintas, ia mendaftar JKN\u2013KIS di kelas 1, karena ia ingin mendapatkan fasilitas yang terbaik.  \u201cSempat terlintas di pikiran ketika sudah mendaftarkan sebagai peserta JKN\u2013KIS tidak bisa membayar iuran setiap bulan karena keterbatasan uang,\u201d tegas Askap.  Modal tekat dan keyakinan ia lakukan untuk mendaftar JKN-KIS karena ia sadar sewaktu-waktu bisa mendadak sakit dan membutuhkan biaya yang cukup besar.  \u201cSudah ada tetangga saya yang merasakan manfaat JKN-KIS ini, semua biaya pengobatannya ditanggung, begitu juga dengan istri saya,\u201d ujarnya.  Askap menceritakan bahwa istrinya sudah pernah merasakan manfaat JKN\u2013KIS, pada tahun 2018 digunakan untuk operasi katarak mata kanan dan kiri di RS Mata Royal Mojosari.  \u201cAlhamdulillah istri saya dari awal periksa di puskesmas, beberapa kali rawat jalan, dan akhirnya di rujuk untuk operasi tidak keluar biaya sama sekali, bahkan perawatan pasca operasi dan resep pembuatan kaca mata juga tidak di kenakan biaya sama sekali,\u201d katanya.  Ia sangat beryukur karena istrinya sudah merasakan manfaat JKN \u2013 KIS, administrasinya mudah, sangat diperhatikan dan operasinya juga sudah terjadwal, jadi tidak perlu antri berdesakan menunggu giliran operasi. Dan setelah pasca operasipun tidak ada kendala sama sekali.  \u201cBenar - benar tidak menyangka, pelayanan peserta JKN KIS sangat memuaskan, semoga JKN KIS selalu terdepan melayani kami para peserta,\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"tr-caption\" style=\"text-align:center;\">Sukarelawan Pengatur Lalu lintas ini Bersyukur Telah Menjadi Peserta BPJS Kesehatan<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Mojokerto &#8211; menginjak usia lanjut, dengan profesinya sebagai sukarelawan pengatur lalu lintas, Askap (70) yang bertempat tinggal di Dusun Ngemplak, Desa Kesiman tengah Mojokerto ini sehari &#8211; harinya berada di pertigaan wilayah Pacet untuk mengatur lalu lintas. Sadar betul dengan usianya yang tidak muda lagi, ia memutuskan mendaftarkan diri dan keluarganya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional \u2013 Kartu Indonesia Sehat (JKN\u2013KIS) atau BPJS Kesehatan untuk proteksi kesehatan bagi diri dan keluarganya.<\/p>\n<p>\u201cSaya mendapatkan dorongan dari bapak kepala dusun untuk segera mendaftar JKN KIS, jaga\u2013jaga jika mendadak sakit,\u201d ucapnya, Selasa (16\/6\/2020).<\/p>\n<p>Meskipun profesinya sebagai sukarelawan pengatur lalu lintas, ia mendaftar JKN\u2013KIS di kelas 1, karena ia ingin mendapatkan fasilitas yang terbaik.<\/p>\n<p>\u201cSempat terlintas di pikiran ketika sudah mendaftarkan sebagai peserta JKN\u2013KIS tidak bisa membayar iuran setiap bulan karena keterbatasan uang,\u201d tegas Askap.<\/p>\n<p>Modal tekat dan keyakinan ia lakukan untuk mendaftar JKN-KIS karena ia sadar sewaktu-waktu bisa mendadak sakit dan membutuhkan biaya yang cukup besar.<\/p>\n<p>\u201cSudah ada tetangga saya yang merasakan manfaat JKN-KIS ini, semua biaya pengobatannya ditanggung, begitu juga dengan istri saya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Askap menceritakan bahwa istrinya sudah pernah merasakan manfaat JKN\u2013KIS, pada tahun 2018 digunakan untuk operasi katarak mata kanan dan kiri di RS Mata Royal Mojosari.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah istri saya dari awal periksa di puskesmas, beberapa kali rawat jalan, dan akhirnya di rujuk untuk operasi tidak keluar biaya sama sekali, bahkan perawatan pasca operasi dan resep pembuatan kaca mata juga tidak di kenakan biaya sama sekali,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia sangat beryukur karena istrinya sudah merasakan manfaat JKN \u2013 KIS, administrasinya mudah, sangat diperhatikan dan operasinya juga sudah terjadwal, jadi tidak perlu antri berdesakan menunggu giliran operasi. Dan setelah pasca operasipun tidak ada kendala sama sekali.<\/p>\n<p>\u201cBenar &#8211; benar tidak menyangka, pelayanan peserta JKN KIS sangat memuaskan, semoga JKN KIS selalu terdepan melayani kami para peserta,&#8221; tutupnya. (Jayak)<\/p><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sukarelawan Pengatur Lalu lintas ini Bersyukur Telah Menjadi Peserta BPJS Kesehatan Mojokerto &#8211; menginjak usia&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[55,1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-3035","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-mojokerto","category-uncategorized"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=3035"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3035\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=3035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=3035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=3035"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=3035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}