{"id":29386,"date":"2021-06-02T13:50:03","date_gmt":"2021-06-02T06:50:03","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=29386"},"modified":"2021-06-02T13:50:03","modified_gmt":"2021-06-02T06:50:03","slug":"jumlah-hot-spot-di-sumatera-selatan-terus-meningkat-palembang-dan-sekitarnya-waspada-karhutla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2021\/06\/02\/jumlah-hot-spot-di-sumatera-selatan-terus-meningkat-palembang-dan-sekitarnya-waspada-karhutla\/","title":{"rendered":"Jumlah Hot Spot di Sumatera Selatan Terus Meningkat, Palembang dan Sekitarnya Waspada Karhutla"},"content":{"rendered":"<p>Palembang &#8211; Jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mulai meningkat seiring berakhirnya musim hujan. Sebagai upaya antisipasi, masyarakat diminta mewaspadai kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<br \/>\nInformasi yang dihimpun\u00a0dari Dinas Kehutanan\u00a0Sumsel, berdasarkan pantauan satelit Lapan, mencatat jumlah\u00a0hotspot\u00a0sejak 1 Januari hingga 27 Mei 2021 mencapai 333 titik di seluruh kabupaten\/kota, kecuali Kota Lubuklinggau dan Palembang.<\/p>\n<p>\u201cJumlah\u00a0hotspot\u00a0pada periode 1-27 Mei 2021 mencapai 134 titik, lebih tinggi dibanding periode April sebanyak 122 titik, Maret 2021 (49 titik), Februari 2021 (17 titik), dan Januari 2021 (11 titik),\u201d kata Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)\u00a0Sumsel\u00a0Ansori, Minggu (30\/5\/2021).<\/p>\n<p>\u201cKabupaten OKI paling banyak ditemukan\u00a0hotspot, yakni 76 titik, disusul Musi Banyuasin (43 titik), Lahat (42 titik), Banyuasin (38 titik), PALI (37 titik), Musi Rawas (25 titik), dan Ogan Ilir (17 titik). Memang ada peningkatan sedikit, tapi masih aman,\u201d6 tambahnya.<br \/>\nNamun, kata dia, salah satu\u00a0hotspot\u00a0di Ogan Ilir menimbulkan \u00a0kebakaran lahan\u00a0seluas 2 hektare di sisi Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) Km 15 Desa Sri Banding pada sabtu (29\/5) malam.<br \/>\nKebakaran lahan tersebut berlangsung selama lima jam dan bisa dipadamkan tim gabungan TRC BPBD Ogan Ilir, Manggala Agni, Polres Ogan Ilir, dan masyarakat peduli api Desa Sri Banding.<br \/>\n\u201cKebakaran terjadi di area semak belukar lahan gambut. Personel Satgas diminta bersiaga dan masyarakat diminta waspada terhadap kondisi cuaca kering yang mulai melanda sebagian wilayah Sumsel seiring masuknya musim kemarau,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kabid Humas\u00a0Polda Sumsel\u00a0Kombes Pol Supriadi MM saat diminta keterangannya pada Rabu (02\/06\/2021) menyebut, untuk menghadapi hal tersebut, perlu dilakukan tindakan pencegahan dan penanganan yang serius dan segera dari jajaran Polri, khususnya Polda Sumsel bersama Instansi terkait<\/p>\n<p>Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dan tanggung jawab tugas dalam menghadapi karhutla di provinsi yang memiliki kawasan hutan sekitar 3,5 juta hektare itu.<br \/>\n\u201cBerdasarkan data, ada 10 kabupaten dan kota yang memiliki potensi terjadinya karhutla, yakni Kota Palembang, Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, OKU Timur, Lahat, Musirawas, dan Kabupaten Musirawas Utara,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurutnya, langkah yang diambil untuk menanggulangi\u00a0 karhutla\u00a0adalah menyiapkan perlengkapan, kendaraan, serta personel Satgas Karhutla.<br \/>\n\u201cSehingga apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, dengan cepat dan sigap para petugas serta peralatan\/kendaraan dinas yang sudah disiapkan dapat bergerak dengan cepat untuk menuju lokasi kebakaran dan melakukan pemadaman api,dan kita lihat saat ini lalu lalang Helikopter dilangit Palembang memadamkan Titik Api yang ada diwilayah tetangga Kota Palembang jelasnya. (Tri Sutrisno)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Palembang &#8211; Jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mulai meningkat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":29387,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-29386","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-palembang"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/29386","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=29386"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/29386\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29388,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/29386\/revisions\/29388"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/29387"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=29386"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=29386"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=29386"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=29386"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}