{"id":27824,"date":"2021-04-13T10:29:32","date_gmt":"2021-04-13T03:29:32","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=27824"},"modified":"2021-04-13T10:29:32","modified_gmt":"2021-04-13T03:29:32","slug":"dp2kbp2-gelar-program-kkbpk-bupati-ikfina-dorong-kinerja-lebih-spesifik-dan-terukur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2021\/04\/13\/dp2kbp2-gelar-program-kkbpk-bupati-ikfina-dorong-kinerja-lebih-spesifik-dan-terukur\/","title":{"rendered":"DP2KBP2 Gelar Program KKBPK, Bupati Ikfina Dorong Kinerja Lebih Spesifik dan Terukur"},"content":{"rendered":"<p>Majalahglobal.com, MOJOKERTO &#8211;<br \/>\nDinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto, menggelar acara Advokasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) kepada Stakeholders dan Mitra Kerja, yang diresmikan langsung oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Senin (12\/4) pagi di Hotel Vanda Gardenia Trawas.<\/p>\n<p>Bupati pada sambutan arahan menginstruksikan agar kegiatan ini bisa mengerucut hingga mencapai kesepakatan untuk ditindaklanjuti secara teknis dengan\u00a0output\u00a0dan\u00a0outcome\u00a0yang terukur jelas.\u00a0Orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto tersebut, mendorong agar program kerja dilaksanakan dengan lebih detail dan spesifik.<\/p>\n<p>\u201cGubernur minta hasil kinerja kita lebih spesifik dan di-breakdown,\u00a0bukan\u00a0globalnya\u00a0saja. Misalnya angka pertambahan kelahiran kita yakni 0,2\u00a0persen.\u00a0Mungkin terlihat normal saja.\u00a0Namun, kita harus tahu secara detail angka\u00a0itu ada di\u00a0pasangan mana.\u00a0Apakah pasangan umur\u00a0di atas 35 atau 40 tahun (tidak perlu punya anak lagi) atau di bawah 18 tahun (belum waktunya punya anak). Angka 0,2 ini akan jadi\u00a0pertanyaan jika tidak dirinci secara detail,\u201d\u00a0kata bupati.<\/p>\n<p>Selain itu, Bupati Ikfina turut menegaskan bahwa saat ini kinerja ASN dinilai menggunakan Sistem Merit, dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terukur dengan data digital. Semua tatanan sistem ini, harus diterapkan termasuk dalam program-program kependudukan.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini Kabupaten Mojokerto fokus untuk meningkatkan IPM,\u00a0kinerja\u00a0ASN juga menggunakan\u00a0Sistem Merit. Kita ingin prinsip\u00a0right man on the right place\u00a0bisa dijalankan, artinya SDM harus sesuai kompetensi.\u00a0Apalagi sekarang serba\u00a0digital. Saya ingin sampaikan juga, terkait upaya kita dalam menciptakan Ketahanan\u00a0Keluarga, programnya harus bisa dinilai dalam angka, baik kualitas dan kuantitas. Urusan ketahanan keluarga memang rumit dan banyak faktor, tapi saya percaya bisa kita laksanakan sama-sama,\u201d\u00a0tambah bupati.<\/p>\n<p>Joedha Hadi Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, pada laporan sambutan menginformasikan beberapa prestasi yang dikantongi DP2KBP2.\u00a0Joedha tak lupa mengucapkan terima kasih pada seluruh stakeholders yang telah mendukung suksesnya program KKBPK Kabupaten Mojokerto.<\/p>\n<p>\u201cKami meraih juara II Nasional untuk capaian Akseptor KB Terbanyak pada Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2020, serta juara harapan I kategori Pelayanan KB Sesuai Prokes\u00a0 dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia 2020. Terima kasih kepada mitra kerja antara lain dirut RS, puskesmas, BPS, Kementerian Agama, LPPA Bina Annisa, OPD terkait dan lintas sektor lainnya sehingga program KKBPK dapat terlaksana dengan baik,\u201d tutur Joedha Hadi. (jay)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Majalahglobal.com, MOJOKERTO &#8211; Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto, menggelar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":27825,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[55],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-27824","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-mojokerto"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/27824","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=27824"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/27824\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27826,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/27824\/revisions\/27826"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/27825"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=27824"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=27824"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=27824"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=27824"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}