{"id":26929,"date":"2021-03-19T08:21:06","date_gmt":"2021-03-19T01:21:06","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=26929"},"modified":"2021-03-19T08:21:06","modified_gmt":"2021-03-19T01:21:06","slug":"pembelajaran-tatap-muka-kota-mojokerto-jadi-percontohan-daerah-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2021\/03\/19\/pembelajaran-tatap-muka-kota-mojokerto-jadi-percontohan-daerah-lain\/","title":{"rendered":"Pembelajaran Tatap Muka Kota Mojokerto jadi Percontohan Daerah Lain"},"content":{"rendered":"<p>Majalahglobal.com, MOJOKERTO &#8211; Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Mojokerto menjadi yang pertama di Jawa Timur. Hal ini, membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo ingin melihat langsung pelaksanaan di tingkat SD dan SMP yang ada di Kota Mojokerto, Kamis (18\/3\/2021).<\/p>\n<p>Dispendik Kabupaten Ponorogo didampingi Diknas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto Amin Wachid meninjau lokasi SDN Gedongan 1, 3, SD Katolik Wijana Sejati dan SMPN 2 Kota Mojokerto. Setelah melihat langsung proses PTM, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo Endang Retno Wulandari menuju Rumah Rakyat di Jalan Hayam Wuruk untuk bertemu langsung dengan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.<\/p>\n<p>Dihadapan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Kadispendik Kabupaten Ponorogo memberi apresiasi luar bisa terhadap pemerintah kota yang berani menggelar PTM di masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir hingga kini.<\/p>\n<p>&#8220;Kota Mojokerto kan menjadi yang pertama terkait PTM di Jatim, makanya kita ingin menimba ilmu terkait apa saja yang harus dilakukan,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya secara khusus juga meminta kiat-kiat langung dari Wali Kota Mojokerto agar Forkopimda Kabupaten Ponorogo bisa kompak untuk menyepakati digelarnya PTM.<\/p>\n<p>&#8220;PTM ini sangat penting bagi dunia pendidikan kita, karena nyatanya pembelajaran jarak jauh banyak kendalanya. Kita butuh sesuatu yang bisa meyakinkan Forkopimda agar mau menyetujui PTM ini,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengaku senang jika PTM di Kota Mojokerto bisa jadi percontohan bagi daerah lain.<\/p>\n<p>&#8220;Justru ini sesuatu yang sangat membanggakan, karena apa yang kita lakukan bisa menginspirasi dan menjadi contoh bagi daerah lain,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Sebelum memutuskan kebijakan PTM, pihaknya selalu menanyakan apa yang menjadi keinginan masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi kami mendengar aspirasi masyarakat tapi di satu sisi kita juga harus mentaati regulasi dari pemerintah. Sehingga apa yang kita putuskan tidak melanggar ketentuan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Ning Ita menyebut, sebelum diputuskan menggelar PTM, pihaknya sudah melakukan uji coba selama dua minggu. Dari situ, pihaknya bisa mengevaluasi terkait apa yang menjadi kendala dan kekurangan PTM selama uji coba hingga maksimal dilakukan tatap muka.<\/p>\n<p>&#8220;Uji coba itu menjadi dasar bagi kami untuk bisa melaksanakan PTM secara lebih sempurna lagi di tahun ini. Termasuk soal regulasi, pemenuhan sarana dan prasarana protokol kesehatan, satgas pemantau, surat persetujuan wali murid melalui google form dan yang terpenting adalah vaksinasi bagi seluruh guru SD dan SMP se Kota Mojokerto,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Vaksinasi guru ini sangat penting dilakukan. Ini agar wali murid semakin yakin untuk memberikan izin PTM kepada putra-putrinya. Sebab, surat izin dari orang tua siswa yang paling penting harus dimiliki.<\/p>\n<p>&#8220;Semua kita kembalikan lagi kepada wali murid, kita tidak pernah memaksa mereka setuju atau tidak setuju dengan PTM ini. Karena yang lebih paham terkait kondisi anak-anaknya adalah mereka sendiri,&#8221; tandasnya.\u00a0(jay\/adv)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Majalahglobal.com, MOJOKERTO &#8211; Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Mojokerto menjadi yang pertama di Jawa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26930,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,55],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-26929","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advertorial","category-berita-mojokerto"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/26929","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=26929"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/26929\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26931,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/26929\/revisions\/26931"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/26930"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=26929"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=26929"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=26929"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=26929"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}