{"id":26328,"date":"2021-03-01T20:17:38","date_gmt":"2021-03-01T13:17:38","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=26328"},"modified":"2021-03-01T20:17:38","modified_gmt":"2021-03-01T13:17:38","slug":"ini-penyebab-polisi-menolak-laporan-peristiwa-kerumunan-di-maumere","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2021\/03\/01\/ini-penyebab-polisi-menolak-laporan-peristiwa-kerumunan-di-maumere\/","title":{"rendered":"Ini Penyebab Polisi Menolak Laporan Peristiwa Kerumunan di Maumere"},"content":{"rendered":"<p>Majalahglobal.com, JAKARTA &#8211; Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI) Indriyanto Seno Adji menyebut kerumunan warga di Maumere\u00a0 yang terjadi saat Presiden Joko Widodo melintas tidak ada basis yang elementer adanya peristiwa pidana.<\/p>\n<p>Kerumunan terjadi tanpa kesengajaan. Masyarakat datang secara spontan, tanpa ada undangan.<\/p>\n<p>Karena itu, menurut Indriyanto, wajar Polisi menolak laporan masyarakat atas perisitiwa kerumunan di Maumere.<\/p>\n<p>Sedangkan kerumunan yang terjadi saat RS dinilai oleh Pakar Hukum Pidana UI memang ada unsur niat yang melakukan pelanggaran hukum atas larangan normalnya.<\/p>\n<p>&#8220;Memang ada niat melakukan pelanggaran hukum atas larangan normalnya,&#8221; ujar Indriyanto dalam keteranganya, Senin (1\/3\/2021).<\/p>\n<p>Sehingga permintaan pembebasan terhadap RS tersebut menurut Indriyanto,&#8221; jelas tidak beralasan.<\/p>\n<p>&#8220;Karena penahanan RS (Rizieq Shihab) justru ada basis elementer, niat yang kuat untuk melakukan pelanggaran atas larangan dalam regulasi, yaitu tindak pidana,&#8221;jelas Pakar Hukum Pidana UI ini.<\/p>\n<p>Disisi lain kata Indriyanto kerumunan warga saat menyambut Presiden Joko Widodo tidak bisa menjadi dalih untuk membebaskan Rizieq Syihab dari proses hukum.<\/p>\n<p>Pasalnya, Eks wakil ketua Pansel Calon Pimpinan (Capim) KPK ini berpandangan, kerumunan di Maumere dan di Petamburan saat Rizieq menikahkan anaknya adalah hal yang berbeda.<\/p>\n<p>Indriyanto menekankan tidak ada ajakan saat kerumunan warga di Maumere ketika menyambut Presiden Jokowi. (jay)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Majalahglobal.com, JAKARTA &#8211; Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI) Indriyanto Seno Adji menyebut kerumunan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26329,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-26328","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-jakarta"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/26328","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=26328"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/26328\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26330,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/26328\/revisions\/26330"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/26329"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=26328"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=26328"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=26328"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=26328"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}