{"id":25229,"date":"2021-02-01T16:08:57","date_gmt":"2021-02-01T09:08:57","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=25229"},"modified":"2021-02-01T16:08:57","modified_gmt":"2021-02-01T09:08:57","slug":"polda-jatim-bongkar-prostitusi-online-anak-dibawah-umur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2021\/02\/01\/polda-jatim-bongkar-prostitusi-online-anak-dibawah-umur\/","title":{"rendered":"Polda Jatim Bongkar Prostitusi Online Anak Dibawah Umur"},"content":{"rendered":"<p>SURABAYA &#8211; Unit IV Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim bongkar sindikat prostitusi online yang korbannya adalah anak dibawah umur. Mulai dari usia 14 tahun sampai 16 tahun.<\/p>\n<p>Untuk mendapatkan korban, tersangka ini merekrut beberapa anak dibawah umur juga sebagai (Resseler). Dimana rata-rata mereka yang di rekrut ini masih pelajar SMP\/SMA, dan nantinya ditawarkan melalui media sosial (WA) dan juga (Facebook).<\/p>\n<p>Tersangka yang diamankan ini yakni inisial OS, (38) warga Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jawa Timur.<\/p>\n<p>Modusnya, tersangka OS ini membuka sewa kos harian, namun ini hanya sebagai kedok tersangka untuk melancarkan bisnis prostitusi online yang dijalankan.<\/p>\n<p>Menurut Wakapolda Jatim menyebutkan, bahwa Resseler ini menyiapkan korban dan pelanggan. Mereka akan diberi bonus oleh tersangka OS jika mereka bisa mendapatkan korban.<\/p>\n<p>&#8220;Tersangka ini merekrut resseler yang juga anak dibawah umur, ini akan lebih mudah mendapatkan korban,&#8221; kata Wakapolda Jatim Brigjen Pol. Drs. Slamet Hadi, usai menggelar rilis, Senin (01\/02\/2021).<\/p>\n<p>Selain itu, tarif atau harga yang ditawarkan di prostitusi online ini sekitar 250 sampai 600 ribu. Namun ada juga yang sampai 1 juta rupiah.<\/p>\n<p>&#8220;Tarif yang dipatok tersangka ini antara 250 sampai 600,&#8221; ujarnya. (jay\/ric)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SURABAYA &#8211; Unit IV Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim bongkar sindikat prostitusi online yang korbannya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25230,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[55,92],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-25229","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-mojokerto","category-berita-surabaya"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/25229","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=25229"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/25229\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25231,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/25229\/revisions\/25231"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/25230"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=25229"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=25229"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=25229"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=25229"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}