{"id":25168,"date":"2021-01-30T19:13:28","date_gmt":"2021-01-30T12:13:28","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=25168"},"modified":"2021-01-30T19:13:28","modified_gmt":"2021-01-30T12:13:28","slug":"pupuk-langka-di-gedong-tataan-pesawaran-lampung-membuat-petani-menjerit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2021\/01\/30\/pupuk-langka-di-gedong-tataan-pesawaran-lampung-membuat-petani-menjerit\/","title":{"rendered":"Pupuk langka di Gedong Tataan Pesawaran Lampung membuat Petani menjerit"},"content":{"rendered":"<p>Pesawaran Lampung &#8211; Langkanya pupuk subsidi urea dimusim penghujan yang dimanfaatkan petani untuk memupuk tanaman padinya, membuat para petani mengeluh.<\/p>\n<p>Hal tersebut diungkapkan Muji salah satu anggota kelompok tani (Koptan) di Desa Karangrejo Kecamatan Negerikaton Kabupaten Pesawaran, Lampung Sabtu, (30\/01).<\/p>\n<p>Muji mengatakan \u201d Saya tanam padi di bulan Desember 2020 seharusnya sekarang ini persiapan pupuk sudah ada. Saya tanyakan langsung ke Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), jawabannya belum dikirim dari Distributornya, sedangkan kata pihak distributor menerangkan belum dikirim dari pabrik pupuk. Maka saya terpaksa beli ditempat lain dengan harga 130 ribu per\/sak \u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Ditempat terpisah senada disampaikan Supadi, &#8221; Kami kecewa dengan adanya keterlambatan pupuk urea ini, karena terkadang kami petani tidak punya uang untuk beli pupuk, sedangkan tanaman padi harus dipupuk supaya hasilnya memuaskan. Yah, dengan terpaksa hutang pupuk di tempat lain, kendatipun harganya 130 ribu persak\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Marwoto salah satu pengurus Gapoktan di Desa setempat melalui ponselnya menjelaskan \u201dBenar mas, memang pada waktu petani menanam padi, pupuk terlambat datang dari pabriknya. Pihak distributor juga menunggu pengiriman pupuk dari pabrik. Tapi bagi anggota kelompok tani lain yang sudah mentransfer dana pupuk dua bulan sebelum tanam padi, rata-rata pupuknya sudah dikirim.\u201d tutupnya. (Tisya)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran Lampung &#8211; Langkanya pupuk subsidi urea dimusim penghujan yang dimanfaatkan petani untuk memupuk tanaman&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25169,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-25168","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/25168","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=25168"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/25168\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25170,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/25168\/revisions\/25170"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/25169"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=25168"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=25168"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=25168"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=25168"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}