{"id":21259,"date":"2016-10-01T07:54:00","date_gmt":"2016-10-01T07:54:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.majalahglobal.com\/2016\/10\/kerajinan-jimbe-banyuwangi-tembus-pasar.html"},"modified":"2016-10-01T07:54:00","modified_gmt":"2016-10-01T07:54:00","slug":"kerajinan-jimbe-banyuwangi-tembus-pasar-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2016\/10\/01\/kerajinan-jimbe-banyuwangi-tembus-pasar-dunia\/","title":{"rendered":"Kerajinan Jimbe Banyuwangi Tembus Pasar Dunia"},"content":{"rendered":"<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:center;\"><a href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-N3iBf8vH3j0\/WA8PjnO_gzI\/AAAAAAAAD8I\/RT_KBZbaaZEKfWGMDe3X25AHFLJNrRKewCLcB\/s1600\/Kerajinan%2BJimbe%2BBanyuwangi%2BTembus%2BPasar%2BDunia.jpg\" style=\"margin-left:1em;margin-right:1em;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"230\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-N3iBf8vH3j0\/WA8PjnO_gzI\/AAAAAAAAD8I\/RT_KBZbaaZEKfWGMDe3X25AHFLJNrRKewCLcB\/s400\/Kerajinan%2BJimbe%2BBanyuwangi%2BTembus%2BPasar%2BDunia.jpg\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">BANYUWANGI &#8211; MG : Kerajinan alat musik perkusi berupa jimbe yang dibuat perajin asal Kabupaten Banyuwangi, tembus ke sejumlah pasar dunia seperti Afrika, Amerika dan Australia.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Jimbe ini dipasarkan ke beberapa kabupaten dan kota di Indonesia, seperti Jakarta dan Bali, kemudian dipasarkan ke sejumlah pasar luar negeri seperti Jamaika, Afrika, dan Australia,&#8221; kata Eko Saturi, salah seorang perajin jimbe di Kecamatan Glenmore, Kab Banyuwangi, Kamis (29\/9).<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Ia mengatakan, tiap hari para pemuda di Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore membuat jimbe yang merupakan pesanan dari beberapa distributor yang berada di Pulau Bali dan Jakarta untuk diekspor ke luar negeri.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Kami membuat jimbe sesuai dengan pesanan, bahkan pesanan tersebut bisa mencapai 10.000 hingga 15.000 jimbe dalam sebulan dengan berbagai motif dan ukuran sesuai yang dipesan oleh pembeli,&#8221; tuturnya.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Sejauh ini, lanjut ia, perajin di Pulau Bali juga pernah mencoba untuk memproduksi jimbe seperti di Kabupaten Banyuwangi, namun sejumlah perajin di Pulau Dewata tersebut kesulitan untuk mendapatkan bahan bakunya.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Semua bahan baku diperoleh di Pulau Jawa, sehingga beberapa perajin jimbe asal Pulau Bali terpaksa membeli jimbe buatan kami untuk diekspor ke luar negeri, terutama Jamaika yang banyak memesan alat musik jimbe tersebut,&#8221; katanya.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Sementara perajin jimbe lainnya Heru Setiawan mengatakan harga jimbe tersebut berdasarkan ukuran dan motifnya yakni berkisar Rp 35.000 hingga Rp 500.000 dari perajin, namun harga tersebut bisa lebih mahal saat diekspor ke luar negeri.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Biasanya pesanan dari pembeli Afrika meminta motif berhiaskan lukisan dan ukiran khas Afrika, sehingga perajin juga membuat motif jimbe tersebut sesuai dengan pasar dunia,&#8221; katanya.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Saat ini, lanjut ia, banyak masyarakat yang memesan miniatur jimbe untuk souvernir pernikahan karena unik dan menarik, sehingga para perajin juga kebanjiran pesanan dari Kota Surabaya, Jakarta, dan Pulau Bali.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Ia menjelaskan kerajinan jimbe di Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore tersebut dapat mengurangi angka pengangguran di desa setempat karena sebagian besar perajin adalah para pemuda yang mau bekerja membuat kerajinan. (Agung)<\/p>\n<p>Berita Majalah Global Edisi 061, Oktober 2016 :<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.majalahglobal.com\/2016\/10\/tax-amnesty-ri-terbaik-di-dunia.html\">Tax Amnesty RI Terbaik di Dunia<\/a><br \/><a href=\"http:\/\/www.majalahglobal.com\/2016\/10\/polres-kediri-sosialisasikan-program-e.html\">Polres Kediri Sosialisasikan Program E-CJS Plus<\/a><br \/><a href=\"http:\/\/www.majalahglobal.com\/2016\/10\/keluarkan-bau-busuk-dprd-kabupaten.html\">Keluarkan Bau Busuk, DPRD Kabupaten Mojokerto Ingatkan Pabrik Karet PT.BNM<\/a><br \/><a href=\"http:\/\/www.majalahglobal.com\/2016\/10\/pajak-hotel-dan-restoran-dikordinasikan.html\">Pajak Hotel dan Restoran Dikordinasikan Bersama PHRI dan Polres Mojokerto<\/a><br \/><a href=\"http:\/\/www.majalahglobal.com\/2016\/10\/walikota-mojokerto-angka-pengangguran.html\">Walikota Mojokerto: Angka Pengangguran Makin Tahun Kian Susut<\/a><br \/><a href=\"http:\/\/www.majalahglobal.com\/2016\/10\/pangdam-prajurit-tni-siaga-di-lokasi.html\">Pangdam: Prajurit TNI Siaga di Lokasi Bencana<\/a><br \/><a href=\"http:\/\/www.majalahglobal.com\/2016\/10\/kaya-mendadak-sejak-ikut-dimas-kanjeng.html\">Kaya Mendadak sejak Ikut Dimas Kanjeng<\/a><br \/><a href=\"http:\/\/www.majalahglobal.com\/2016\/10\/kerajinan-jimbe-banyuwangi-tembus-pasar.html\">Kerajinan Jimbe Banyuwangi Tembus Pasar Dunia<\/a><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANYUWANGI &#8211; MG : Kerajinan alat musik perkusi berupa jimbe yang dibuat perajin asal Kabupaten&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15,1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-21259","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-banyuwangi","category-uncategorized"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/21259","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=21259"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/21259\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=21259"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=21259"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=21259"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=21259"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}