{"id":21067,"date":"2017-05-05T02:34:00","date_gmt":"2017-05-05T02:34:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.majalahglobal.com\/2017\/05\/pers-bertanggungjawab-jaga-nkri.html"},"modified":"2017-05-05T02:34:00","modified_gmt":"2017-05-05T02:34:00","slug":"pers-bertanggungjawab-jaga-nkri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2017\/05\/05\/pers-bertanggungjawab-jaga-nkri\/","title":{"rendered":"Pers Bertanggungjawab Jaga NKRI"},"content":{"rendered":"<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:center;\"><a href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-3gM2zZ7i6Y0\/WSTxF-ejI2I\/AAAAAAAAEY8\/TntglXJzvEMuhLKOc_0Jawfj8cKB7tbygCLcB\/s1600\/Pers%2BBertanggungjawab%2BJaga%2BNKRI.jpg\" style=\"margin-left:1em;margin-right:1em;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"368\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-3gM2zZ7i6Y0\/WSTxF-ejI2I\/AAAAAAAAEY8\/TntglXJzvEMuhLKOc_0Jawfj8cKB7tbygCLcB\/s640\/Pers%2BBertanggungjawab%2BJaga%2BNKRI.jpg\" width=\"640\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">JAKARTA &#8211; majalahglobal.com : Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara mengatakan insan pers Indonesia bertanggung jawab menjaga keutuhan bingkai NKRI.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Ditemui di sela-sela kegiatan &#8220;World Press Freedom Day 2017&#8221; (WPFD) di Jakarta, Senin, ia mengemukakan tanggung jawab tersebut sejalan dengan kebebasan pers Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara-negara tetangga.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Yang menanungi kita hanya Undang-Undang Pers, ini menunjukan pemerintah tidak melakukan intervensi. Tapi pers yang bebas dan berdemokrasi harus diiringi dengan tanggung jawab. Tanggung jawabnya ialah menjaga NKRI,&#8221; tutur Menteri Rudiantara.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">WPFD adalah agenda tahunan yang digagas UNESCO. WPFD 2017 berfokus pada upaya memperkuat kebebasan dan kualitas jurnalisme, untuk membuat media lebih efektif berkontribusi positif di segala bidang.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Khususnya pada hubungan antar kebebasan berekspresi, keadilan bagi semua kalangan, perdamaian, dan inklusifitas.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Kegiatan yang berlangsung 1-4 Mei 2017 tersebut dihadiri lebih dari 1.500 peserta jurnalis, dimana 500 di antaranya merupakan jurnalis asing dari 90 negara.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Selain itu ada juga peserta dari kalangan mahasiswa dan pemuda, mereka mengikuti loka karya. Untuk tahun ini mengusung tema &#8216;Critical Minds for Critical times&#8217;,&#8221; demikian Rudiantara.\u00a0 <br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Sementara itu, praktisi media dari salah satu televisi swasta di Indonesia berpendapat standar jurnalis yang rendah berisiko ditunggangi kepentingan politik yang tidak bertanggung jawab.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Ini merusak esensi kebebasan pers, seharusnya kebebasan ini bisa dinikmati agar menjadi sesuatu yang bagus dan malah bukan buruk,&#8221; ucap Direktur Pemberitaan Metro TV, Don Bosco Salamun, dalam salah satu sesi dialog &#8220;World Press Freedom Day 2017&#8221; di Jakarta, Senin siang.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Ia menjelaskan, permasalahan tersebut justru muncul pada masa reformasi yang memunculkan jurnalis-jurnalis baru dalam jumlah yang sangat signifikan.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Jika sebelum reformasi jumlah jurnalis di Indonesia hanya sekitar 3.000-4.000 orang, angka tersebut naik menjadi 10 kali lipat pasca reformasi, tutur Don Bosco.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Di era itu ada lebih dari 40.000 jurnalis. Ini memang jumlah yang bagus terkait kebebasan pers, tapi di tengah itu tumbuh juga yang standarnya rendah yang kemudian membuat bisnis atau menunggangi media dengan kepentingan politik,&#8221; pungkas Don Bosco menegaskan.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Meski pun memiliki kekurangan, namun ia menilai pasca reformasi merupakan masa ternikmat bagi kebebasan pers di Indonesia setelah mengalami banyak tekanan pada pemerintahan Orde Baru.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Menurut dia, kebebasan pers saat ini tidak hanya dinikmati oleh insan pers yang terjun di media, namun juga masyarakat yang bisa mengakses segala macam informasi melalui perangkat teknologi.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Tidak hanya jurnalis yang bisa menyebarkan informasi, masyarakat pun bisa dengan membuat blog, vlog, dan sebagainya atau menerima sumber informasi yang tidak terbatas,&#8221; tutur Don Bosco.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Praktik tersebut merupakan bagian dari fase &#8220;3rd Screen&#8221;, katanya melanjutkan, yaitu pola masyarakat yang menerima informasi dari layar gawai masing-masing.<br \/>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Sedangkan pada fase &#8220;1st Screen&#8221; ialah bentuk penerimaan informasi media dari layar televisi, dan fase &#8220;2nd Screen&#8221; ada pada penerimaan informasi melalui monitor komputer, ujar Don Bosco memaparkan. (Indigo)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; majalahglobal.com : Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara mengatakan insan pers Indonesia bertanggung&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28,1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-21067","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-jakarta","category-uncategorized"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/21067","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=21067"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/21067\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=21067"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=21067"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=21067"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=21067"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}