{"id":21043,"date":"2017-05-15T13:22:00","date_gmt":"2017-05-15T13:22:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.majalahglobal.com\/2017\/05\/dprd-gresik-tinjau-penyebab-banjir.html"},"modified":"2017-05-15T13:22:00","modified_gmt":"2017-05-15T13:22:00","slug":"dprd-gresik-tinjau-penyebab-banjir-luapan-kali-lamong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2017\/05\/15\/dprd-gresik-tinjau-penyebab-banjir-luapan-kali-lamong\/","title":{"rendered":"DPRD Gresik Tinjau Penyebab Banjir Luapan Kali Lamong"},"content":{"rendered":"<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:center;\"><a href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-2mdf9mlX2Ws\/WS1x-BMhI8I\/AAAAAAAAEfI\/RDLYmxnxMLQ_SJS2LDpc0G8ftPpvtwoqQCLcB\/s1600\/20170530_201313.png\" style=\"margin-left:1em;margin-right:1em;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"418\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-2mdf9mlX2Ws\/WS1x-BMhI8I\/AAAAAAAAEfI\/RDLYmxnxMLQ_SJS2LDpc0G8ftPpvtwoqQCLcB\/s640\/20170530_201313.png\" width=\"640\" \/><\/a><\/div>\n<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:justify;\">GRESIK &#8211; majalahglobal.com : Komisi III DPRD Gresik melakukan peninjauan lapangan terkait dengan penanganan banjir akibat luapan Kali Lamong. Peninjauan ini difokuskan untuk mencari titik yang terjadi penyempitan. Komisi III yang didampingi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR) akhirnya melihat jembatan Munggugianti Kecematan Benjeng.<\/div>\n<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:justify;\"><\/div>\n<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:justify;\">Pada titik ini diketahui adanya penyempitan dan pendangkalan pada Kali Lamong itu yang cukup mengkhawatirkan. Data dihimpun dari DPU TR terkait letter C awalnya Kali Lamong memiliki lebar rata-rata 35 meter sampai 45 meter.<\/div>\n<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:justify;\"><\/div>\n<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:justify;\">Namun sekarang menyempit menjadi 10 meter hingga 15 meter. \u201cDulu bantaran Kali Lamong di bawah jembatan Desa Munggugianti lebar 65 meter. Tapi karena tak pernah dikeruk dan dinormalisasi membuat sungai menjadi dangkal,\u201d terang Anggota Komisi III DPRD Gresik, Hamzah Takim.<\/div>\n<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:justify;\"><\/div>\n<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:justify;\">Hamzah Takim menerangkan dari hasil di lapangan pendangkalan Kali Lamong mulai terjadi dari Kecamatan Balongpanggang hingga ke Kecamatan Cerme. Jadi saat hujan deras air kiriman dari daerah bantaran sungai Jombang, Mojokerto Kali Lamong tidak bisa menampung dan akhirnya meluber. \u201cInilah penyebab banjir. Kali Lamong menyempit dan dangkal, ya wajar kalau selama ini masih banjir,\u201d ungkapnya, Kamis (15\/05\/2017).<\/div>\n<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:justify;\"><\/div>\n<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:justify;\">Sedangkan, Ketua Komisi III DPRD Gresik Moh Syafi\u2019 AM menambahkan pihaknya berharap dalam sidak ini bisa menyelesaikan normalisasi Kali Lamong. Pasalnya, hasil koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) untuk fokus normalisasi Kali Lamong pihak Pemkab Gresik harus menyelesaikan pembebasan lahan. (Jay)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GRESIK &#8211; majalahglobal.com : Komisi III DPRD Gresik melakukan peninjauan lapangan terkait dengan penanganan banjir&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26,1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-21043","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-gresik","category-uncategorized"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/21043","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=21043"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/21043\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=21043"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=21043"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=21043"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=21043"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}