{"id":21022,"date":"2017-05-24T23:01:00","date_gmt":"2017-05-24T23:01:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.majalahglobal.com\/2017\/05\/presiden-ri-jaga-kerukunan-umat-beragama.html"},"modified":"2017-05-24T23:01:00","modified_gmt":"2017-05-24T23:01:00","slug":"presiden-ri-jaga-kerukunan-umat-beragama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2017\/05\/24\/presiden-ri-jaga-kerukunan-umat-beragama\/","title":{"rendered":"Presiden RI: Jaga Kerukunan Umat Beragama"},"content":{"rendered":"<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:center;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">\n<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:center;\"><\/div>\n<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:center;\"><a href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-TUwLa6iCQuc\/WSYR8r0IShI\/AAAAAAAAEas\/qJaz4_tJQhMKoiY-nBFbNG_qZOGFbHW5gCLcB\/s1600\/20170525_060554.png\" style=\"margin-left:1em;margin-right:1em;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"412\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-TUwLa6iCQuc\/WSYR8r0IShI\/AAAAAAAAEas\/qJaz4_tJQhMKoiY-nBFbNG_qZOGFbHW5gCLcB\/s640\/20170525_060554.png\" width=\"640\" \/><\/a><\/div>\n<p>JAKARTA &#8211; majalahglobal.com : Presiden Joko Widodo mengundang Forum Kerukunan Umat Beragama ke Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (23\/5\/2017). Dalam sambutannya, Presiden bercerita bahwa Indonesia kerap mendapat pujian dari sejumlah kepala negara.<\/p><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Sebab, Indonesia bisa hidup rukun dan damai meskipun penduduknya terdiri dari berbagai macam agama, suku dan golongan.\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Kita sudah 72 tahun (merdeka) juga tidak pernah ada masalah. Itu kekaguman yang diberikan negara lain terhadap kita,&#8221; kata Jokowi.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Jokowi lalu menceritakan percakapannya dengan Presiden Afganistan Ashraf Ghani. Jokowi mengatakan, Afganistan merupakan negara yang memiliki kekayaan luar biasa, mulai dari tambang emas hingga tambang gas dan minyak.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Namun, belum sempat kekayaan tersebut dieksplorasi, sudah terjadi pertikaian yang besar antara dua kelompok di negara itu. &#8220;Akhirnya sekarang ada 40 faksi, 40 kelompok, yang sudah sangat sulit sekali untuk di rukunkan kembali,&#8221; kata Jokowi.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Menurut Jokowi, Presiden Ashraf Gani tidak mau konflik yang terjadi di negaranya juga terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, Ashraf menitipkan pesan kepada Jokowi.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Pesan beliau kepada kita, jaga betul yang namanya kerukunan dan persatuan itu. Jangan biarkan 250 juta lebih penduduk Indonesia ini berantem gara-gara 1000-2000 orang, jangan korbankan rakyat,&#8221; ucap Jokowi.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo meminta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) merespons setiap pertikaian. Dia tak ingin konflik kecil melebar.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Kalau ada percikan selesaikan pada saat api itu kecil. Segera padamkan, ingatkan kepada yang bergesakan kita bersaudara. Berbeda-beda iya, tapi kita bersaudara,&#8221; kata Jokowi di Istana Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa 23 Mei 2017.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Jokowi tak mau konflik dibiarkan hingga berbulan-bulan. Tiap persoalan harus dikaji dengan cepat, apa penyebabnya. Masyarakat musti diberi pemahaman mana politik, hukum, dan agama.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Pilah-pilah, jangan campur aduk,&#8221; kata Jokowi kepada ketua FKUB Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putera Sukahet dan jajarannya.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Kepala Negara menceritakan hasil pertemuan negara Islam dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, baru-baru ini. Jokowi menyebut, 55 negara yang ikut dalam pertemuan itu mengakui radikalisme menjadi kerisauan utama mereka.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Indonesia, kata dia, dikagumi karena bisa menyelesaikan radikalisme menggunakan hard power approach dan soft power approach. Indonesia dijadikan model bagi mereka.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Jokowi mengajak semua pihak tidak saling berdebat. Menurut dia, selama enam hingga delapan bulan ini sudah banyak energi bangsa terbuang sia-sia karena saling bertikai.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Jangan habiskan energi untuk saling menjelekkan, kita bersaudara. Harus kita ingat terus peristiwa negara lain kalau bertikai kayak apa. Kita memiliki kesempatan bangun negara,&#8221; pungkas dia. (Indigo)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; majalahglobal.com : Presiden Joko Widodo mengundang Forum Kerukunan Umat Beragama ke Istana Bogor,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28,1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-21022","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-jakarta","category-uncategorized"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/21022","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=21022"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/21022\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=21022"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=21022"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=21022"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=21022"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}