{"id":20801,"date":"2017-07-14T03:03:00","date_gmt":"2017-07-13T20:03:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.majalahglobal.com\/2017\/07\/kena-pajak-10-persen-petani-tebu-di.html"},"modified":"2020-12-26T12:41:19","modified_gmt":"2020-12-26T05:41:19","slug":"kena-pajak-10-persen-petani-tebu-di-kabupaten-malang-terancam-rugi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2017\/07\/14\/kena-pajak-10-persen-petani-tebu-di-kabupaten-malang-terancam-rugi\/","title":{"rendered":"Kena Pajak 10 Persen, Petani Tebu di Kabupaten Malang Terancam Rugi"},"content":{"rendered":"<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:center;\"><a href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-QPKq9xltiP0\/WW7L7gA_0LI\/AAAAAAAAE6o\/zqHHviJ-axIdEC0Pw-Z529bcopL4aTRgwCLcBGAs\/s1600\/IMG-20170718-WA0006.jpg\" style=\"margin-left:1em;margin-right:1em;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"426\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-QPKq9xltiP0\/WW7L7gA_0LI\/AAAAAAAAE6o\/zqHHviJ-axIdEC0Pw-Z529bcopL4aTRgwCLcBGAs\/s640\/IMG-20170718-WA0006.jpg\" width=\"640\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">KABUPATEN MALANG &#8211; majalahglobal.com : Rencana penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen pada gula tani membuat Bupati Malang angkat bicara. Pasalnya di Kabupaten Malang ada sekitar 3 ribu petani dengan luas area tanaman tebu mencapai sekitar 40 ribu hektar akan terkena dampak bila pengenaan PPN 10 tersebut direalisasi Kementerian Keuangan RI.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">\u00a0H. Rendra Kresna berharap rencana pengenaan PPN 10 pada gula petani dilakukan peninjauan ulang. Karena seharusnya penerapan PPN 10 persen itu dikenakan pada gula pabrik penggiling tebu bukan pada gula petani tebu. Ini dikarenakan dari hasil produksi tebu sekitar 40 persen gulanya untuk PG dan 60 persen gula untuk petani.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Dari situ mengapa gula petani yang dikenakan PPN sebesar 10 persen, sedangkan gula yang dikuasai PG tidak dikenakan PPN,&#8221; kata Rendra Kresna, Rabu (13\/7\/2017).<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Untuk itu, dikatakan Rendra, pihaknya berharap Menteri Keuangan meninjau ulang rencana pengenaan PPN sebesar 10 persen gula petani. Karena bagaimana pun, bila gula petani terkena PPN sama artinya mengurangi bagi hasil gula petani di Kabupaten Malang.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Petani tebu yang mendapatkan bagi hasil gula sebesar 60 persen bila terkena PPN sebesar 10 persen bisa diartikan bagi hasil gula petani tinggal sekitar 50 persen atau lebih kecil lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Hal itu tentu cukup berat bagi petani tebu. Mereka dipastikan tidak akan mendapat untung apa-apa dengan kondisi tanaman tebu seperti sekarang ini yang kurang maksimal hasilnya tapi biaya produksinya semakin mahal,&#8221; ucap Rendra.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Memang, diakui Rendra, Kemenkeu dalam menerapkan PPN sebesar 10 persen dipastikan sudah melalui berbagai kajian dan pertimbangan. Bahkan, keputusan rencana penerapan PPN sebesar 10 persen untuk gula tani tersebut dimungkinkan sudah dibahas dengan DPRRI.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Meski begitu, pihaknya berharap Kemenkeu bisa meninjau ulang rencana penerapan PPN pada gula petani dengan lebih bijaksana mengingat kondisi petani tebu sekarang ini. (Dwi cahya bagasworo)\u00a0<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KABUPATEN MALANG &#8211; majalahglobal.com : Rencana penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen pada gula&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[51,1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-20801","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-malang","category-uncategorized"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/20801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=20801"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/20801\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23885,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/20801\/revisions\/23885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=20801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=20801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=20801"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=20801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}