{"id":20768,"date":"2017-07-16T05:15:00","date_gmt":"2017-07-15T22:15:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.majalahglobal.com\/2017\/07\/inilah-cara-alternatif-mengurai.html"},"modified":"2020-12-26T12:41:03","modified_gmt":"2020-12-26T05:41:03","slug":"inilah-cara-alternatif-mengurai-kemacetan-truk-tebu-di-kabupaten-malang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2017\/07\/16\/inilah-cara-alternatif-mengurai-kemacetan-truk-tebu-di-kabupaten-malang\/","title":{"rendered":"Inilah Cara Alternatif Mengurai Kemacetan Truk Tebu di Kabupaten Malang"},"content":{"rendered":"<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:center;\"><a href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-0GwjKxY7J3k\/WWr12bfqzaI\/AAAAAAAAE4c\/nS-J2AL9fGAi7sJ-T-xfFMKVo0XoiceHwCLcBGAs\/s1600\/IMG-20170716-WA0040.jpg\" style=\"margin-left:1em;margin-right:1em;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"482\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-0GwjKxY7J3k\/WWr12bfqzaI\/AAAAAAAAE4c\/nS-J2AL9fGAi7sJ-T-xfFMKVo0XoiceHwCLcBGAs\/s640\/IMG-20170716-WA0040.jpg\" width=\"640\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">KABUPATEN MALANG &#8211; majalahglobal.com : Untuk mengurai penumpukan truk pengangkut tebu di Jalan Raya, Bupati Malang H.Rendra Kresna mengharapkan Kementerian BUMN hidupkan kembali rel kereta lori.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Pasalnya, saat panen tebu dan musim giling di pabrik gula (PG) di Kabupaten Malang persoalan kemacetan parah lalu lintas seringkali terjadi akibat kapasitas jalan tidak lagi mampu menampung ribuan truk pengangkut tebu.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Dulu ketika lori pengangkut tebu masih beroperasi beban jalan raya tidak terlalu berlebihan, tapi sekarang lori sudah tidak ada dan tebu gunakan truk pengangkut ya jadinya seperti sekarang ini,&#8221; kata H Rendra Kresna, Bupati Malang, Rabu (12\/7\/2017).<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Dijelaskan Rendra, pihaknya memperkirakan dalam sehari saja untuk angkutan tebu yang dikirim ke PG Krebet Baru di Bululawang mencapai sekitar 2.000 truk.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Jumlah tersebut dengan asumsi satu truk mengangkut 6 ton tebu berdasar kapasitas giling PG Krebet yang mencapai sekitar 12.000 ton per harinya.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Dengan kondisi tersebut dipastikan akan banyak truk pengangkut tebu setiap harinya yang menuju ke PG Krebet Baru dan mengantre hingga meluber ke jalan raya.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Tentunya dengan kondisi itu PG Krebet Baru tidak bisa disalahkan. Karena mereka berkepentingan juga dalam memproduksi gula nasional,&#8221; ucap Rendra Kresna.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Menurut Rendra, pihaknya berharap Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian BUMN bisa melihat kondisi seperti itu secara bijaksana demi kepentingan semua masyarakat Kabupaten Malang. Yakni dengan menghidupkan kembali rel kereta lori untuk angkutan tebu.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Di samping itu, Kementerian BUMN yang membawahi PTPN pengelola Pabrik Gula di Indonesia memperluas tempat penampungan truk pengangkut atau rest area. Setidaknya untuk PG Krebet Baru rest area berkapasitas 1.000 truk atau setengah dari jumlah truk pengangkut tebu di PG Krebet Baru setiap harinya.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Rasanya hanya itu solusi antisipasi membeludaknya truk angkutan tebu musim giling PG. Karena Pemkab Malang rasanya kecil peluang untuk dapat memperluas jalan umum yang dilewati truk angkutan tebu,&#8221; tandas Rendra Kresna.( Dwi cahya bagasworo)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KABUPATEN MALANG &#8211; majalahglobal.com : Untuk mengurai penumpukan truk pengangkut tebu di Jalan Raya, Bupati&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[51,1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-20768","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-malang","category-uncategorized"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/20768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=20768"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/20768\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23884,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/20768\/revisions\/23884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=20768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=20768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=20768"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=20768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}