{"id":20570,"date":"2017-08-02T04:10:00","date_gmt":"2017-08-02T04:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.majalahglobal.com\/2017\/08\/inilah-daya-tarik-sarasehan-tani.html"},"modified":"2017-08-02T04:10:00","modified_gmt":"2017-08-02T04:10:00","slug":"inilah-daya-tarik-sarasehan-tani-nasional-2017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2017\/08\/02\/inilah-daya-tarik-sarasehan-tani-nasional-2017\/","title":{"rendered":"Inilah Daya Tarik Sarasehan Tani Nasional 2017"},"content":{"rendered":"<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:center;\"><a href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-dHrLzgkAzyo\/WYFQkTPe3cI\/AAAAAAAAFMM\/ql8CXsXmdf066sCDFQ1FYwde7zR-P8mVACLcBGAs\/s1600\/IMG-20170802-WA0009.jpg\" style=\"margin-left:1em;margin-right:1em;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"189\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-dHrLzgkAzyo\/WYFQkTPe3cI\/AAAAAAAAFMM\/ql8CXsXmdf066sCDFQ1FYwde7zR-P8mVACLcBGAs\/s320\/IMG-20170802-WA0009.jpg\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">PASURUAN &#8211; majalahglobal.com : Acara Sarasehan Tani Nasional dengan tema &#8220;Membangun Sinergi, Menguatkan petani&#8221; di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan ditutup dengan festival Nggoreng dan Ngudek Kopi, Minggu (30\/7\/2017) siang.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Festival nggoreng dan ngudek kopi ini menjadi daya tarik sendiri dalam acara sarasehan itu.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Maklum saja, para peserta ataupun pengunjung acara ini, bisa melihat langsung bagaimana cara memilih biji kopi, cara menggoreng kopi dengan baik dan benar, cara menumbuk kopi hingga halus, dan menyajikannya hingga menjadi kopi siap seduh.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Puluhan ibu-ibu asal Jatiarjo, mempraktikkannya. Secara cekatan, mereka memilih dan memilah biji kopi.\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Biji kopi yang baik dimasukkan ke dalam penggorengan yang sudah disiapkan di atas tungku.\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Menggoreng kopi, diupayakan menghindari menggunakan api yang besar. \u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Ibu &#8211; ibu Jatiarjo pun menggoreng kopi itu menggunakan tungku api dengan memanfaatkan kayu yang dibakar. \u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Uniknya, nggoreng dan ngaduk kopi ini dilakukan dengan cara kuno.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Sekitar 30 menit, tangan &#8211; tangan ibu-ibu Jatiarjo ini mengaduk kopi.\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Mereka membolak balikkan kopi hingga warnanya berubah menjadi hitam kecoklatan. \u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Setelah itu, mereka memindahkan kopinya ke lumpang, atau semacam alat yang digunakan untuk menumbuk kopi.\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Tanpa memerlukan tenaga ekstra, ibu-ibu Jatiarjo mulai menumbuk kopi di lumpang hingga halus.\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Selanjutnya kopi sudah siap seduh. Kopi disajikan dengan air panas.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Kopi Jatiarjo ini dikenal sebagai kopi yang memiliki rasa tidak kecut untuk manis, tergantung selera penikmat kopinya. \u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Salah satu perwakilan ibu-ibu Jatiarjo, Warniti (35) mengaku sudah 15 tahun mengaduk kopi.\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Ia menyebut, cara tradisional ini dipercaya bisa mempertahankan cita rasa kopi yang khas.\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Bagi dia, meski sudah banyak alat penumbuk kopi yang modern, tapi cara kuno tetap dipertahankan, dan menjadi budaya di Jatiarjo. \u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Rasanya ini berbeda kalau ditumbuk, aroma kopinya lebih nikmat. Jika menggunakan mesin modern, saya yakin ada rasa dan aroma kopi yang hilang dalam proses itu. Beda jika menggunakan cara kuno atau tradisional seperti ini,&#8221; katanya.<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Kepala Desa Jatiarjo Sareh Rudianto, mengatakan diresmikannya Desa Wisata Kampung Kopi Jatiarjo ini sebagai anugerah.\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Ia berjanji pihaknya akan mengembangkan desa, agar Jatiarjo akan semakin dikenal, termasuk untuk wisata kopinya. \u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">Kata dia, pihaknya akan menawarkan beberapa konsep kampung kopi kepada para calonpengunjung Jatiarjo.\u00a0<\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align:justify;\">&#8220;Yang kami tawarkan itu, lebih kepada edukasi dalam pembuatan kopi. Artinya, kami akan menawarkan paket liburan ke pengunjung mulai dari cara menggoreng, menumbuk, hingga menyajikan kopi. Itu yang akan kami berikan ke pengunjung&#8221;, jelasnya. (Arif)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PASURUAN &#8211; majalahglobal.com : Acara Sarasehan Tani Nasional dengan tema &#8220;Membangun Sinergi, Menguatkan petani&#8221; di&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[73,1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-20570","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-pasuruan","category-uncategorized"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/20570","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=20570"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/20570\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=20570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=20570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=20570"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=20570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}