{"id":130659,"date":"2026-10-04T16:05:50","date_gmt":"2026-10-04T09:05:50","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=130659"},"modified":"2026-10-04T16:09:00","modified_gmt":"2026-10-04T09:09:00","slug":"istiqomah-28-bulan-hadi-purwanto-dan-kiai-mathori-hasan-pimpin-khotmil-quran-di-makam-banjarsari-dlanggu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/10\/04\/istiqomah-28-bulan-hadi-purwanto-dan-kiai-mathori-hasan-pimpin-khotmil-quran-di-makam-banjarsari-dlanggu\/","title":{"rendered":"Istiqomah 28 Bulan, Hadi Purwanto dan Kiai Mathori Hasan Pimpin Khotmil Qur&#8217;an di Makam Banjarsari Dlanggu"},"content":{"rendered":"<h5><a href=\"http:\/\/Majalahglobal.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Majalahglobal.com<\/a>, <a href=\"http:\/\/Mojokertokab.go.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mojokerto<\/a> &#8211; Ada pemandangan tak biasa di Dusun Banjarsari, Minggu (4\/10\/2026) siang. Aula Makam Umum Desa Kedunglengkong, Dlanggu, Mojokerto mendadak ramai.<\/h5>\n<figure id=\"attachment_130663\" aria-describedby=\"caption-attachment-130663\" style=\"width: 1172px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-130663\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20261004_154550.jpg\" alt=\"Istiqomah 28 Bulan, Hadi Purwanto dan Kiai Mathori Hasan Pimpin Khotmil Qur'an di Makam Banjarsari Dlanggu\" width=\"1172\" height=\"1992\" srcset=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20261004_154550.jpg 1172w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20261004_154550-768x1305.jpg 768w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20261004_154550-904x1536.jpg 904w\" sizes=\"auto, (max-width: 1172px) 100vw, 1172px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-130663\" class=\"wp-caption-text\">K.H. Hasan Mathori saat menyampaikan ceramah<\/figcaption><\/figure>\n<p>Bukan ada pemakaman, tapi ada pengajian akbar. Paguyuban Khotmil Qur&#8217;an Makam Umum Banjarsari lagi-lagi menggelar rutinan. Dan kali ini sudah masuk edisi ke-28. Gak kerasa, sudah 28 bulan jalan terus tanpa putus.<\/p>\n<figure id=\"attachment_130665\" aria-describedby=\"caption-attachment-130665\" style=\"width: 1172px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-130665\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20261004_154540.jpg\" alt=\"Istiqomah 28 Bulan, Hadi Purwanto dan Kiai Mathori Hasan Pimpin Khotmil Qur'an di Makam Banjarsari Dlanggu\" width=\"1172\" height=\"1834\" srcset=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20261004_154540.jpg 1172w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20261004_154540-768x1202.jpg 768w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20261004_154540-982x1536.jpg 982w\" sizes=\"auto, (max-width: 1172px) 100vw, 1172px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-130665\" class=\"wp-caption-text\">Grup Selawat Al Haddad Djawa Dwipa saat melantunkan selawat<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pantauan di lokasi, jemaah tumpah ruah. Emak-emak, bapak-bapak, sampai pemuda, semua duduk lesehan. Suara ngaji Qur&#8217;an terdengar sahdu di antara deretan makam.<\/p>\n<figure id=\"attachment_130666\" aria-describedby=\"caption-attachment-130666\" style=\"width: 1172px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-130666\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20261004_154520.jpg\" alt=\"Grup Selawat Al Haddad Djawa Dwipa saat melantunkan selawat\" width=\"1172\" height=\"2050\" srcset=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20261004_154520.jpg 1172w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20261004_154520-768x1343.jpg 768w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20261004_154520-878x1536.jpg 878w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG_20261004_154520-1171x2048.jpg 1171w\" sizes=\"auto, (max-width: 1172px) 100vw, 1172px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-130666\" class=\"wp-caption-text\">Grup Selawat Al Haddad Djawa Dwipa saat melantunkan selawat<\/figcaption><\/figure>\n<p>Yang jadi komando acara ini adalah Advokat Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H. Selaku Penanggung Jawab, dia yang paling sibuk menyambut warga satu per satu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ke media ini, Hadi bilang, angka 28 ini bukan sekadar angka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Alhamdulillah hari ini 4 Oktober 2026 kita bisa kumpul lagi, ini sudah periode ke-28. Ini bukan jumlah sedikit, ini bukti Allah masih kasih kita kekuatan buat konsisten,&#8221; kata Hadi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hadi kemudian menjabarkan, kenapa acara di tengah kuburan ini harus terus dijaga. Ada 3 alasan utama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pertama, soal balas budi ke orang tua.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Intinya ini bakti kita ke orang tua, ke leluhur yang sudah jadi ahli kubur. Kita ada di sini karena mereka. Kita bisa hidup, makan, sekolah, semua karena orang tua. Jadi baktinya jangan putus. Waktu masih hidup kita rawat, sudah meninggal kita doakan,&#8221; ucap Hadi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dia mengingatkan jangan jadi anak yang baru ingat orang tua pas sudah dikubur.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Jangan nunggu nisannya berdiri baru ingat. Nisan bagus tidak ada artinya kalau gak pernah dikirimi Fatihah. Ahli kubur di Banjarsari ini gak butuh harta kita, butuhnya cuma doa. Bacaan Qur&#8217;an kita hari ini itu jadi lampu terang di dalam kubur mereka,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Alasan kedua, kata Hadi, adalah soal menjaga konsistensi ibadah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Jujur, istiqomah itu susah. Lebih susah daripada memulainya. Terus jalan. Allah itu lebih suka amalan kecil tapi rutin daripada amalan gede tapi musiman. Semoga jadi amal jariyah buat kampung kita,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Yang ketiga, ini ajang silaturahmi warga. Kita ngumpul di aula makam, ngaji bareng, doa bareng buat leluhur. Tradisi bagus ini wajib kita turunkan ke anak cucu,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Usai sambutan Hadi, giliran Penasihat Jemaah, K.H. Hasan Mathori yang kasih wejangan. Wejangannya nampol banget.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kalau kita lupa sama Allah, lupa Rasulullah, lupa orang tua, kakek nenek, guru dan ulama, maka hidup kita tidak akan dapat berkah,&#8221; tegas Kiai Hasan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurutnya, kalau ingat orang tua, gak mungkin berani durhaka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Jasa orang tua itu gede banget. Kita hidup karena orang tua. Apalagi orang tua sudah mati, jangan sekali-kali dilupakan. Pas kita doa kayak hari ini, orang tua itu nangis terharu di alam sana. Anak itu pasti banyak salahnya ke orang tua,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kiai Hasan juga singgung soal guru dan cikal bakal desa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Tanpa guru, kita gak bisa paham agama Islam atau ilmu lain. Jangan lupakan guru. Kita juga gak bisa tinggal di desa kalau gak ada yang babat desa dulu. Jangan lupakan orang yang babat desa. Kalau mau minta ke Allah, tanya dulu caranya ke Ustad dan ulama biar doanya dikabulkan,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Siang itu di Banjarsari, dua pesan kuat jadi satu. Dari Hadi Purwanto soal doa anak sebagai cahaya kubur, dan dari K.H. Hasan Mathori soal jangan pernah lupakan jasa orang tua, guru, dan pembabat desa. (Jay\/Adv)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Majalahglobal.com, Mojokerto &#8211; Ada pemandangan tak biasa di Dusun Banjarsari, Minggu (4\/10\/2026) siang. Aula Makam&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":130660,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,55,11334,9745],"tags":[14045,16443],"newstopic":[],"class_list":["post-130659","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advertorial","category-berita-mojokerto","category-berita-provinsi-jawa-timur","category-headline","tag-hadi-purwanto","tag-kiai-mathori"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130659","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=130659"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130659\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":130668,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130659\/revisions\/130668"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/130660"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=130659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=130659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=130659"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=130659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}