{"id":130634,"date":"2026-10-02T12:58:50","date_gmt":"2026-10-02T05:58:50","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=130634"},"modified":"2026-10-02T12:58:50","modified_gmt":"2026-10-02T05:58:50","slug":"rutan-kelas-iib-sukadana-melaksana-pembinaan-kerohanian-bagi-warga-binaan-nasrani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/10\/02\/rutan-kelas-iib-sukadana-melaksana-pembinaan-kerohanian-bagi-warga-binaan-nasrani\/","title":{"rendered":"Rutan Kelas IIB Sukadana Melaksana Pembinaan Kerohanian bagi Warga Binaan Nasrani"},"content":{"rendered":"<p><strong>Rutan Kelas IIB Sukadana Melaksana Pembinaan Kerohanian bagi Warga Binaan Nasrani<\/strong><\/p>\n<p>Penguatan spiritual dan pembinaan kepribadian dilakukan secara rutin sebagai bagian dari pemenuhan hak beribadah warga binaan.<br \/>\nPenulisan<\/p>\n<p>SUKADANA, majalahglobal.com \u2014 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sukadana melaksanakan kegiatan pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Nasrani, Jumat (2\/10\/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Rutan dalam memenuhi hak warga binaan untuk menjalankan ibadah sekaligus memperkuat pembinaan kepribadian selama menjalani masa pidana.<\/p>\n<p>Kegiatan yang berlangsung di Rutan Kelas IIB Sukadana tersebut diikuti oleh warga binaan beragama Nasrani bersama jajaran Rutan serta pihak Yayasan Yestoya Ministry dari Gereja Oikumene. Dalam kegiatan itu, hadir Ibu Imelia Cristin sebagai pembicara yang memberikan pembinaan dan penguatan rohani kepada para peserta.<\/p>\n<p>Rangkaian kegiatan diisi dengan puji-pujian rohani, penyampaian khutbah atau renungan keagamaan, serta doa bersama. Seluruh kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, khidmat, dan penuh kebersamaan.<\/p>\n<p>Kepala Rutan Kelas IIB Sukadana, Muhammad Jawad Cirry, mengatakan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan, khususnya dalam membangun kehidupan spiritual dan kepribadian yang lebih baik.<br \/>\n\u201cPembinaan kerohanian merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Kami berkomitmen memberikan ruang kepada setiap warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing, sekaligus memperoleh penguatan spiritual selama menjalani masa pembinaan di Rutan Kelas IIB Sukadana,\u201d ujar Kiyai Jawad.<\/p>\n<p>Menurutnya, kegiatan pembinaan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan hak warga binaan dalam menjalankan ibadah, tetapi juga diharapkan dapat memberikan motivasi, ketenangan, dan penguatan diri sebagai bekal dalam menjalani kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.<br \/>\n\u201cKami juga terus membangun koordinasi dan sinergi dengan pihak-pihak terkait agar program pembinaan kepribadian dapat berjalan secara berkelanjutan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat positif bagi warga binaan dan menjadi bagian dari proses perubahan diri ke arah yang lebih baik,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Pelaksanaan pembinaan kerohanian tersebut menjadi bagian dari program Rutan Kelas IIB Sukadana dalam memberikan pembinaan secara rutin dan berkelanjutan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing warga binaan.<br \/>\nSelain pelaksanaan kegiatan, jajaran Rutan juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program pembinaan kerohanian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan serta memberikan manfaat dalam mendukung proses pembinaan warga binaan.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan tersebut, Rutan Kelas IIB Sukadana terus memperkuat sinergi dengan pihak terkait dalam mendukung pembinaan kepribadian WBP, sekaligus menciptakan lingkungan pembinaan yang tertib, humanis, dan mendukung penguatan kehidupan spiritual warga binaan.<br \/>\n<strong>Oleh: Andi Raya<\/strong><br \/>\n<strong>081272255678<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rutan Kelas IIB Sukadana Melaksana Pembinaan Kerohanian bagi Warga Binaan Nasrani Penguatan spiritual dan pembinaan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":130635,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11403],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-130634","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-38-provinsi-di-indonesia"],"amp_enabled":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130634","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=130634"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130634\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":130636,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130634\/revisions\/130636"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/130635"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=130634"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=130634"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=130634"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=130634"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}