{"id":130594,"date":"2026-09-24T21:56:12","date_gmt":"2026-09-24T14:56:12","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=130594"},"modified":"2026-10-01T12:57:14","modified_gmt":"2026-10-01T05:57:14","slug":"pad-kabupaten-mojokerto-ngebut-74-persen-di-september-2026-kepala-bapenda-nurul-bongkar-jurus-jemput-bola","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/09\/24\/pad-kabupaten-mojokerto-ngebut-74-persen-di-september-2026-kepala-bapenda-nurul-bongkar-jurus-jemput-bola\/","title":{"rendered":"PAD Kabupaten Mojokerto Ngebut 74 Persen di September 2026, Kepala Bapenda Nurul Bongkar Jurus Jemput Bola"},"content":{"rendered":"<p>Mojokerto &#8211; Kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mojokerto benar-benar di luar nalar. Di saat banyak daerah masih pontang-panting mengejar target, Mojokerto justru sudah tancap gas hampir menyentuh garis finis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Terbukti, hingga 24 September 2026, pundi-pundi PAD Pemkab Mojokerto sudah terkumpul *Rp 660,08 miliar*. Capaian itu setara 74,86 persen dari target APBD 2026 sebesar Rp 881,78 miliar. Padahal tahun anggaran masih menyisakan tiga bulan lagi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di balik melejitnya angka tersebut, ada satu motor penggerak yang performanya sedang panas-panasnya: pajak daerah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyebut realisasi pajak daerah bahkan berhasil menyalip target tahapan bulanan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kalau target tahapan bulanan kita itu 73,37 persen atau Rp 529,7 miliar, realisasi kita sudah di 75,27 persen atau Rp 398,75 miliar,&#8221; ungkap Nurul, Kamis (24\/9\/2026).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya ada surplus sebesar *Rp 10,07 miliar* atau 1,9 persen lebih tinggi dari tahapan yang ditetapkan. Bahkan untuk total PAD Pemkab secara keseluruhan, kelebihannya mencapai Rp 13,1 miliar atau 1,49 persen.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Alhamdulillah, kinerja PAD kita hingga akhir September ini menunjukkan tren yang sangat positif. Baik total PAD pemkab maupun pajak daerah yang kami kelola berhasil melampaui target tahapan bulanan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Apa jurus rahasianya?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Nurul membongkar dapur pacu Bapenda. Pihaknya tidak lagi menerapkan pola lama menunggu bola. Strategi yang dipakai sekarang adalah jemput bola langsung sampai ke tingkat desa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kami terus menggencarkan layanan jemput bola hingga ke tingkat desa. Ini komitmen kami untuk mendekatkan layanan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar semakin patuh dan tepat waktu,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain menyisir desa, Bapenda juga mengulik potensi dari sektor usaha. Salah satu langkah yang paling efektif adalah uji petik Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas tenaga listrik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Langkah ini terbukti menjadi lumbung baru. Per September 2026, PBJT tenaga listrik saja sudah terealisasi Rp 104,52 miliar atau 80,87 persen dari target.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sektor lain juga tak mau kalah. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) meraup Rp 103,14 miliar atau 83,18 persen. Sedangkan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menembus Rp 54,75 miliar atau 75,52 persen.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Nurul pun menitipkan pesan, kunci dari semua capaian ini adalah partisipasi warga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Prinsipnya, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat akan kembali dinikmati oleh masyarakat itu sendiri melalui berbagai program pembangunan daerah sebagaimana visi misi bapak bupati, Catur Abhipraya Mubarok,&#8221; pungkasnya. (Jay\/Adv)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mojokerto &#8211; Kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mojokerto benar-benar di luar nalar. Di saat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":130595,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,55,11334,9745],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-130594","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advertorial","category-berita-mojokerto","category-berita-provinsi-jawa-timur","category-headline"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130594","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=130594"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130594\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":130596,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130594\/revisions\/130596"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/130595"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=130594"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=130594"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=130594"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=130594"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}