{"id":130411,"date":"2026-09-24T20:39:40","date_gmt":"2026-09-24T13:39:40","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=130411"},"modified":"2026-09-24T20:39:40","modified_gmt":"2026-09-24T13:39:40","slug":"langkah-humanis-berbalut-ketegasan-ka-kplp-keynes-dan-jajaran-perkuat-deteksi-dini-lewat-dialog-interaktif-di-blok-hunian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/09\/24\/langkah-humanis-berbalut-ketegasan-ka-kplp-keynes-dan-jajaran-perkuat-deteksi-dini-lewat-dialog-interaktif-di-blok-hunian\/","title":{"rendered":"Langkah Humanis Berbalut Ketegasan, Ka. KPLP Keynes dan Jajaran Perkuat Deteksi Dini Lewat Dialog Interaktif di Blok Hunian"},"content":{"rendered":"<p><strong>Langkah Humanis Berbalut Ketegasan, Ka. KPLP Keynes dan Jajaran Perkuat Deteksi Dini Lewat Dialog Interaktif di Blok Hunian<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bandar Lampung, majalahglobal.com \u2014<\/strong> Pendekatan humanis menjadi bagian dari strategi penguatan keamanan dan ketertiban di Lapas Kelas I Bandar Lampung. Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP), Keynes, bersama jajaran pejabat struktural dan petugas, turun langsung ke blok hunian untuk berdialog dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis (24\/9\/2026).<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka antara petugas dan warga binaan.<br \/>\nDengan menyambangi langsung kamar hunian, petugas tidak hanya melakukan pengawasan dan pemeriksaan kondisi kamar, tetapi juga membuka ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi, keluhan, maupun kebutuhan warga binaan selama menjalani proses pembinaan.<\/p>\n<p>Suasana dialog berlangsung secara interaktif. Petugas memberikan imbauan dan motivasi kepada warga binaan agar senantiasa menjaga ketertiban, keharmonisan, serta mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik.<\/p>\n<p>Di sisi lain, aspek pengamanan tetap menjadi prioritas. Pemeriksaan fisik terhadap kamar hunian dilakukan secara teliti sebagai langkah antisipasi terhadap masuk maupun beredarnya barang-barang terlarang di lingkungan Lapas.<\/p>\n<p>Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen Lapas Kelas I Bandar Lampung dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif, termasuk mendukung upaya pemberantasan Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (Halinar).<\/p>\n<p>Ka. KPLP Lapas Kelas I Bandar Lampung, Keynes, menegaskan bahwa pendekatan humanis dan ketegasan dalam pengamanan harus berjalan secara beriringan.<br \/>\n\u201cPendekatan humanis menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan kepercayaan dengan warga binaan. Ketika komunikasi terjalin dengan baik, petugas dapat lebih cepat mengetahui kondisi maupun potensi permasalahan yang ada di blok hunian. Namun, pendekatan humanis bukan berarti mengurangi ketegasan dalam pengamanan.\u201d<br \/>\n\u201cKami tetap melakukan kontrol secara konsisten terhadap setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Komitmen terhadap pencegahan Halinar juga terus kami perkuat. Humanis dalam berkomunikasi, tegas dalam menjalankan aturan, dan konsisten dalam menjaga keamanan,\u201d tegas Keynes.<\/p>\n<p>Menurutnya, keterlibatan langsung jajaran pengamanan di tengah warga binaan juga menjadi sarana untuk memastikan kondisi blok hunian dapat dipantau secara faktual, sekaligus memperkuat hubungan komunikasi antara petugas dan warga binaan.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas I Bandar Lampung terus mendorong pola pengamanan yang mengedepankan deteksi dini, komunikasi, pendekatan persuasif, serta penegakan aturan secara konsisten.<\/p>\n<p>Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana kehidupan di dalam Lapas yang aman, tertib, kondusif, dan mendukung keberlangsungan proses pembinaan bagi seluruh warga binaan.<br \/>\n<strong>Oleh: Andi Raya<\/strong><br \/>\n<strong>081272255678<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Langkah Humanis Berbalut Ketegasan, Ka. KPLP Keynes dan Jajaran Perkuat Deteksi Dini Lewat Dialog Interaktif&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":130412,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11403],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-130411","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-38-provinsi-di-indonesia"],"amp_enabled":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130411","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=130411"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130411\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":130413,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130411\/revisions\/130413"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/130412"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=130411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=130411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=130411"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=130411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}