{"id":130316,"date":"2026-09-22T11:47:43","date_gmt":"2026-09-22T04:47:43","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=130316"},"modified":"2026-09-22T11:47:43","modified_gmt":"2026-09-22T04:47:43","slug":"kembangkan-budidaya-bernilai-ekonomi-tinggi-lapas-kelas-i-bandar-lampung-berdayakan-warga-binaan-lewat-green-house-vanili","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/09\/22\/kembangkan-budidaya-bernilai-ekonomi-tinggi-lapas-kelas-i-bandar-lampung-berdayakan-warga-binaan-lewat-green-house-vanili\/","title":{"rendered":"Kembangkan Budidaya Bernilai Ekonomi Tinggi, Lapas Kelas I Bandar Lampung Berdayakan Warga Binaan Lewat Green House Vanili"},"content":{"rendered":"<p><strong>Kembangkan Budidaya Bernilai Ekonomi Tinggi, Lapas Kelas I Bandar Lampung Berdayakan Warga Binaan Lewat Green House Vanili<\/strong><\/p>\n<p><strong>BANDAR LAMPUNG, majalahglobal.com<\/strong>\u2014 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan budidaya tanaman vanili berbasis green house, Selasa (22\/9\/2026).<\/p>\n<p>Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan di bidang kegiatan kerja yang diarahkan untuk memberikan keterampilan produktif sekaligus membuka wawasan WBP terhadap peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi.<\/p>\n<p>Vanili dipilih karena dikenal sebagai salah satu komoditas tanaman yang memiliki nilai jual tinggi. Dalam pelaksanaannya, WBP diberikan kesempatan untuk mempelajari proses budidaya vanili secara bertahap, mulai dari persiapan media dan teknik penanaman, perawatan tanaman, hingga pemeliharaan secara rutin.<\/p>\n<p>Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Bandar Lampung, Deddy Prawaka, mengatakan pengembangan green house vanili merupakan bagian dari upaya Lapas dalam menghadirkan kegiatan pembinaan yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi WBP.<br \/>\n\u201cGreen house ini merupakan salah satu bagian dari pelaksanaan atensi Kalapas untuk terus berinovasi di bidang kegiatan kerja. Kami ingin kegiatan pembinaan tidak hanya menjadi aktivitas selama menjalani masa pidana, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan Warga Binaan ketika kembali ke masyarakat,\u201d ujar Deddy.<\/p>\n<p>Menurutnya, budidaya vanili memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan apabila dilakukan dengan teknik dan perawatan yang tepat. Karena itu, WBP tidak hanya diarahkan untuk melakukan kegiatan penanaman, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai proses budidaya secara menyeluruh.<br \/>\n\u201cVanili memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan kami bekali pengetahuan dan keterampilan budidaya dari hulu hingga hilir, sehingga mereka memiliki pengalaman yang dapat menjadi modal keterampilan untuk lebih mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Deddy menegaskan, pengembangan kegiatan kerja di lingkungan Lapas akan terus diarahkan pada kegiatan yang memiliki nilai edukatif, produktif, dan berkelanjutan.<br \/>\nMelalui green house vanili tersebut, Lapas Kelas I Bandar Lampung tidak hanya mendorong produktivitas WBP selama menjalani pembinaan, tetapi juga berupaya menyiapkan keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk membangun kemandirian setelah menyelesaikan masa pidana.<\/p>\n<p>Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembinaan pemasyarakatan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan, produktivitas, dan kesiapan WBP untuk kembali berkontribusi secara positif di masyarakat.<\/p>\n<p><strong>Oleh: Andi Raya<\/strong><\/p>\n<p><strong>081272255678<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kembangkan Budidaya Bernilai Ekonomi Tinggi, Lapas Kelas I Bandar Lampung Berdayakan Warga Binaan Lewat Green&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":130317,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11403],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-130316","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-38-provinsi-di-indonesia"],"amp_enabled":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130316","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=130316"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130316\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":130318,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130316\/revisions\/130318"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/130317"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=130316"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=130316"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=130316"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=130316"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}