{"id":130072,"date":"2026-09-14T11:59:45","date_gmt":"2026-09-14T04:59:45","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=130072"},"modified":"2026-09-14T11:59:45","modified_gmt":"2026-09-14T04:59:45","slug":"hut-ke-30-ptgmi-lumajang-100-santri-khomsani-nur-dapat-penyuluhan-gigi-gratis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/09\/14\/hut-ke-30-ptgmi-lumajang-100-santri-khomsani-nur-dapat-penyuluhan-gigi-gratis\/","title":{"rendered":"HUT ke-30 PTGMI Lumajang: 100 Santri Khomsani Nur Dapat Penyuluhan Gigi Gratis"},"content":{"rendered":"<p>LUMAJANG \u2013 Memperingati hari jadinya yang ke-30, Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia \/ PTGMI Cabang Lumajang turun langsung ke pesantren. Sebanyak 100 santri Pondok Pesantren Khomsani Nur di Desa Klanting, Kecamatan Sukodono menjadi peserta penyuluhan dan bakti sosial, Minggu 13\/9\/2026.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menjadi salah satu rangkaian HUT ke-30 PTGMI. Lokasi yang dipilih adalah Ponpes Khomsani Nur Klanting yang menaungi santri jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ketua panitia menyebut, kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian profesi kepada masyarakat. Sasarannya adalah menumbuhkan kesadaran para santri tentang pentingnya merawat gigi dan mulut sejak dini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kami ingin hadir tidak hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai mitra edukasi. Kesehatan gigi itu dasar dari kesehatan tubuh secara keseluruhan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*Edukasi Lewat Praktik Langsung*<\/p>\n<p>Rangkaian acara meliputi penyuluhan, praktik demonstrasi menyikat gigi yang benar, hingga sesi konsultasi. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap materi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam pemaparannya, pemateri menekankan bahwa gigi yang sehat berperan besar dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengunyah makanan dengan nyaman, berbicara dengan jelas, hingga menunjang rasa percaya diri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Para santri juga diajarkan kebiasaan sederhana namun penting. Di antaranya menyikat gigi minimal dua kali sehari, mengurangi konsumsi makanan manis berlebihan, dan melakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan gigi secara berkala.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tujuan utamanya adalah membekali santri dengan pengetahuan praktis. Sehingga ketika ada keluhan di gigi dan mulut, mereka tahu langkah awal yang harus dilakukan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*Apresiasi dari Pihak Pesantren*<\/p>\n<p>Kepala MA Khomsani Nur Klanting menyampaikan terima kasih atas kehadiran PTGMI. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para santri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kami bersyukur dan berterima kasih kepada PTGMI Cabang Lumajang. Semoga penyuluhan ini menjadi ilmu yang berguna bagi anak-anak kami, agar lebih paham tentang masalah gigi dan mulut serta cara mengatasinya,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurutnya, pendidikan kesehatan seperti ini perlu terus dilakukan. Tujuannya agar santri MTs dan MA memiliki bekal hidup sehat yang bisa diterapkan di lingkungan pesantren maupun di rumah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*Mempererat Silaturahmi*<\/p>\n<p>Selain aspek edukasi, bakti sosial ini juga menjadi jembatan mempererat hubungan antara PTGMI Cabang Lumajang dengan keluarga besar Ponpes Khomsani Nur.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pihak pesantren mengapresiasi perhatian yang diberikan. Mereka berharap kegiatan serupa bisa berlanjut, sehingga kesadaran menjaga kesehatan gigi di kalangan santri semakin meningkat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Melalui kegiatan ini, PTGMI ingin menyampaikan pesan sederhana: menjaga kesehatan gigi bukan hanya soal senyum yang indah. Lebih dari itu, ini adalah bagian dari menjaga kualitas hidup.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Sehat giginya, cerah senyumnya, semangat belajarnya,&#8221; menjadi penutup kegiatan yang diikuti tepuk tangan para santri. \ud83e\uddb7\u2728 (Tim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LUMAJANG \u2013 Memperingati hari jadinya yang ke-30, Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia \/ PTGMI&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":130073,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[47],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-130072","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-lumajang"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130072","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=130072"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130072\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":130075,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130072\/revisions\/130075"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/130073"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=130072"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=130072"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=130072"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=130072"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}