{"id":129944,"date":"2026-09-08T16:48:04","date_gmt":"2026-09-08T09:48:04","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=129944"},"modified":"2026-09-08T16:48:04","modified_gmt":"2026-09-08T09:48:04","slug":"wbp-lapas-kelas-i-bandar-lampung-gelar-doa-lintas-agama-untuk-warga-terdampak-abu-vulkanik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/09\/08\/wbp-lapas-kelas-i-bandar-lampung-gelar-doa-lintas-agama-untuk-warga-terdampak-abu-vulkanik\/","title":{"rendered":"WBP Lapas Kelas I Bandar Lampung Gelar Doa Lintas Agama untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik"},"content":{"rendered":"<p><strong>WBP Lapas Kelas I Bandar Lampung Gelar Doa Lintas Agama untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik<\/strong><\/p>\n<p><strong>BANDAR LAMPUNG, majalahglobal.com<\/strong> \u2014 Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana ditunjukkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Bandar Lampung melalui doa bersama lintas agama. Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral bagi masyarakat Provinsi Lampung yang tengah menghadapi dampak abu vulkanik, Selasa (8\/9\/2026).<\/p>\n<p>Doa bersama dilaksanakan di tempat ibadah masing-masing yang berada di lingkungan Lapas Kelas I Bandar Lampung. WBP beragama Islam melaksanakan doa bersama di Masjid Lapas yang dipimpin Ustaz Faizin. Sementara itu, WBP beragama Kristen melaksanakan doa bersama di Gereja Lapas bersama pembina keagamaan dari Kementerian Agama melalui Bidang Kristen Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan tetap mengedepankan toleransi serta penghormatan terhadap kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Pelaksanaan kegiatan turut diawasi Petugas Pembinaan, Lukman, guna memastikan seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan kondusif.<\/p>\n<p>Dalam doa bersama tersebut, para WBP mendoakan masyarakat yang terdampak abu vulkanik agar senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, perlindungan, kekuatan, serta ketabahan dalam menghadapi kondisi bencana.<br \/>\nDoa juga dipanjatkan bagi para petugas, relawan, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan dan penanggulangan dampak bencana agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.<\/p>\n<p>Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian untuk menumbuhkan empati, kepedulian sosial, toleransi, dan nilai kemanusiaan dalam diri WBP.<br \/>\n\u201cMusibah adalah persoalan kemanusiaan yang dapat menyatukan kita tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang. Melalui doa bersama ini, kami memberikan ruang kepada Warga Binaan untuk menunjukkan bahwa kepedulian dan empati terhadap sesama tetap dapat tumbuh, meskipun mereka sedang menjalani proses pembinaan di dalam Lapas,\u201d ujar Ike Rahmawati.<\/p>\n<p>Menurutnya, pelaksanaan doa di Masjid dan Gereja Lapas juga menjadi cerminan komitmen pemasyarakatan dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang menjunjung tinggi toleransi dan keharmonisan antarumat beragama.<br \/>\n\u201cYang berbeda adalah cara kita beribadah, tetapi nilai yang kita perjuangkan tetap sama, yaitu keselamatan, kemanusiaan, dan kebaikan bagi sesama. Kami ingin Warga Binaan belajar bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun kepedulian bersama,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ike berharap nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi WBP dalam menjalani proses perubahan diri dan kehidupan mereka ketika kembali ke tengah masyarakat.<br \/>\n\u201cKami berharap doa yang dipanjatkan menjadi dukungan moral bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Lebih dari itu, kami berharap nilai empati, toleransi, solidaritas, dan kepedulian yang dibangun melalui kegiatan ini benar-benar tertanam dalam diri Warga Binaan sehingga kelak mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan mampu hidup berdampingan secara harmonis,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Bagian dari Pembinaan Kepribadian<br \/>\nSementara itu, Kasi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kelas I Bandar Lampung, Anggun Cici Rafila, menjelaskan bahwa kegiatan doa bersama merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang diarahkan untuk membentuk karakter WBP agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan sesama.<br \/>\n\u201cWarga Binaan memang sedang menjalani masa pembinaan di dalam Lapas, tetapi mereka tetap merupakan bagian dari masyarakat. Karena itu, mereka juga perlu diberikan ruang untuk mengekspresikan kepedulian dan empati terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,\u201d jelas Anggun.<\/p>\n<p>Ia menilai keterlibatan WBP dari berbagai agama dalam kegiatan tersebut memberikan pesan kuat tentang pentingnya toleransi dan saling menghormati.<br \/>\n\u201cWarga Binaan beragama Islam berdoa di Masjid bersama Ustaz Faizin, sedangkan Warga Binaan beragama Kristen melaksanakan doa di Gereja bersama pembina dari Kementerian Agama Bidang Kristen Provinsi Lampung. Ibadahnya berbeda, tetapi tujuan kemanusiaannya sama, yakni mendoakan keselamatan dan kebaikan bagi masyarakat yang terdampak bencana,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Anggun berharap pembinaan semacam ini dapat memberikan dampak positif terhadap perubahan karakter WBP, khususnya dalam membangun rasa empati, solidaritas, toleransi, dan kemampuan untuk hidup berdampingan di tengah keberagaman.<br \/>\n\u201cKami berharap nilai-nilai tersebut tidak berhenti selama berada di Lapas. Ketika nantinya kembali ke masyarakat, Warga Binaan diharapkan mampu membawa nilai positif tersebut dan menjadi bagian dari masyarakat yang peduli, toleran, serta mampu hidup harmonis dengan siapa pun,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Kegiatan doa bersama lintas agama tersebut berlangsung aman, tertib, dan khidmat. Sinergi antara Lapas Kelas I Bandar Lampung, pembina keagamaan, serta Kementerian Agama Provinsi Lampung menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pembentukan karakter.<\/p>\n<p>Melalui doa yang dipanjatkan dari balik tembok pemasyarakatan, WBP Lapas Kelas I Bandar Lampung turut menyampaikan pesan bahwa solidaritas dan kepedulian terhadap kemanusiaan tidak dibatasi oleh perbedaan keyakinan.<br \/>\nDoa menjadi bentuk dukungan moral agar masyarakat yang terdampak abu vulkanik diberikan keselamatan, kesehatan, kekuatan, dan perlindungan, sementara seluruh petugas, relawan, tenaga kesehatan, serta pihak yang terlibat dalam penanganan bencana diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.<br \/>\n<strong>Oleh: Andi Raya<\/strong><br \/>\n<strong>081272255678<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WBP Lapas Kelas I Bandar Lampung Gelar Doa Lintas Agama untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":129945,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11403],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-129944","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-38-provinsi-di-indonesia"],"amp_enabled":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/129944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=129944"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/129944\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":129946,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/129944\/revisions\/129946"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/129945"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=129944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=129944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=129944"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=129944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}