{"id":129637,"date":"2026-08-31T15:09:18","date_gmt":"2026-08-31T08:09:18","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=129637"},"modified":"2026-08-31T15:09:18","modified_gmt":"2026-08-31T08:09:18","slug":"pastikan-higienitas-makanan-warga-binaan-kalapas-bandar-lampung-pantau-langsung-ketersediaan-air-bersih-dapur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/08\/31\/pastikan-higienitas-makanan-warga-binaan-kalapas-bandar-lampung-pantau-langsung-ketersediaan-air-bersih-dapur\/","title":{"rendered":"Pastikan Higienitas Makanan Warga Binaan, Kalapas Bandar Lampung Pantau Langsung Ketersediaan Air Bersih Dapur"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pastikan Higienitas Makanan Warga Binaan, Kalapas Bandar Lampung Pantau Langsung Ketersediaan Air Bersih Dapur<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bandar Lampung, majalahglobal.com \u2014<\/strong> Komitmen menjaga kualitas layanan dan pemenuhan hak dasar Warga Binaan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung. Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, didampingi jajaran pejabat struktural, melakukan pemantauan langsung terhadap ketersediaan dan kualitas air bersih di area Dapur Lapas, Senin (31\/08\/2026).<\/p>\n<p>Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh proses penyediaan makanan dan minuman bagi Warga Binaan berlangsung sesuai prinsip kebersihan, kesehatan, dan sanitasi.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan tersebut, Ike Rahmawati meninjau secara langsung kondisi saluran air, ketersediaan pasokan, kebersihan tempat penampungan, hingga kelayakan air yang digunakan dalam proses pengolahan bahan makanan dan minuman sehari-hari.<\/p>\n<p>Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan salah satu aspek penting yang tidak dapat dipisahkan dari penyelenggaraan layanan makanan yang sehat dan higienis bagi Warga Binaan.<br \/>\n\u201cAir bersih merupakan kebutuhan mendasar sekaligus faktor penting dalam menjaga higienitas layanan makanan di Lapas. Karena itu, kami memastikan langsung bahwa ketersediaan, kebersihan, dan kelayakan air di area dapur benar-benar terjaga,\u201d tegas Ike Rahmawati.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, pengawasan terhadap dapur tidak hanya berorientasi pada ketersediaan makanan, tetapi juga memastikan setiap tahapan pengolahan dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan dan kesehatan.<br \/>\n\u201cKami tidak ingin hanya memastikan makanan tersedia, tetapi juga memastikan makanan tersebut diolah dengan proses yang bersih, menggunakan air yang layak, serta didukung lingkungan dapur yang memenuhi prinsip sanitasi. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami dalam memberikan pelayanan yang layak dan berkualitas kepada Warga Binaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Pemantauan secara langsung tersebut sekaligus menjadi bentuk pengawasan internal untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi apabila terdapat kendala pada sarana pendukung dapur, khususnya sistem penyediaan air bersih.<\/p>\n<p>Ike menegaskan bahwa jajaran Lapas Kelas I Bandar Lampung akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap berbagai aspek pelayanan dasar, termasuk penyediaan makanan dan minuman, kebersihan lingkungan, serta sarana sanitasi.<br \/>\n\u201cPemenuhan hak dasar Warga Binaan harus berjalan beriringan dengan kualitas pelayanan. Kami akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi agar seluruh layanan diberikan secara optimal, higienis, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas I Bandar Lampung dalam membangun tata kelola layanan pemasyarakatan yang mengedepankan kesehatan, kebersihan, pemenuhan hak dasar, serta pelayanan publik yang berkualitas.<br \/>\n<strong>Oleh: Andi Raya<\/strong><br \/>\n<strong>081272255678<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pastikan Higienitas Makanan Warga Binaan, Kalapas Bandar Lampung Pantau Langsung Ketersediaan Air Bersih Dapur Bandar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":129638,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11403],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-129637","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-38-provinsi-di-indonesia"],"amp_enabled":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/129637","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=129637"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/129637\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":129639,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/129637\/revisions\/129639"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/129638"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=129637"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=129637"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=129637"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=129637"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}