{"id":129629,"date":"2026-08-31T15:00:56","date_gmt":"2026-08-31T08:00:56","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=129629"},"modified":"2026-08-31T15:00:56","modified_gmt":"2026-08-31T08:00:56","slug":"perkuat-pembinaan-mental-spiritual-lapas-kelas-i-bandar-lampung-konsisten-gelar-pengajian-rutin-bagi-warga-binaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/08\/31\/perkuat-pembinaan-mental-spiritual-lapas-kelas-i-bandar-lampung-konsisten-gelar-pengajian-rutin-bagi-warga-binaan\/","title":{"rendered":"Perkuat Pembinaan Mental Spiritual, Lapas Kelas I Bandar Lampung Konsisten Gelar Pengajian Rutin bagi Warga Binaan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Perkuat Pembinaan Mental Spiritual, Lapas Kelas I Bandar Lampung Konsisten Gelar Pengajian Rutin bagi Warga Binaan<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bandar Lampung, majalahglobal.com \u2014<\/strong> Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung terus memperkuat program pembinaan kepribadian melalui kegiatan kerohanian bagi Warga Binaan. Salah satunya diwujudkan melalui pengajian rutin bagi Warga Binaan beragama Islam yang dilaksanakan di Masjid\/Musala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Senin (31\/8\/2026).<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas I Bandar Lampung dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus membentuk karakter positif Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan.<\/p>\n<p>Pengajian diikuti secara khusyuk oleh Warga Binaan. Pelaksanaan kegiatan mendapat pengawasan langsung dari Tim Satopspatnal Pengamanan bersama jajaran Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Kerohanian. Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif.<\/p>\n<p>Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Bandar Lampung, Gatot Suariyoko, mengatakan pembinaan kerohanian merupakan salah satu instrumen penting dalam membangun kesadaran diri dan memperkuat karakter Warga Binaan.<br \/>\n\u201cPembinaan kerohanian tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter Warga Binaan. Melalui pengajian, kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk meningkatkan keimanan, melakukan introspeksi diri, serta membangun kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik,\u201d ujar Gatot.<\/p>\n<p>Menurutnya, nilai-nilai keagamaan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.<br \/>\n\u201cHarapan kami, nilai-nilai positif yang diperoleh dalam kegiatan pembinaan ini dapat benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekal mental dan spiritual yang lebih baik, Warga Binaan diharapkan mampu mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dan menjalani kehidupan secara lebih bertanggung jawab,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Gatot menegaskan, Lapas Kelas I Bandar Lampung akan terus menjaga keberlangsungan berbagai program pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku, peningkatan kualitas diri, serta kesiapan Warga Binaan untuk menjalani proses reintegrasi sosial.<\/p>\n<p>Pelaksanaan pengajian rutin tersebut berlangsung aman dan lancar. Sinergi antara jajaran pembinaan dan pengamanan menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program pembinaan dapat terlaksana secara optimal tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan ketertiban.<\/p>\n<p>Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas I Bandar Lampung berkomitmen menciptakan proses pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pidana, tetapi juga mendorong perubahan sikap, peningkatan kualitas kepribadian, dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali berkontribusi secara positif di lingkungan masyarakat.<br \/>\n<strong>Oleh: Andi Raya<\/strong><br \/>\n<strong>081272255678<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkuat Pembinaan Mental Spiritual, Lapas Kelas I Bandar Lampung Konsisten Gelar Pengajian Rutin bagi Warga&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":129630,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11403],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-129629","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-38-provinsi-di-indonesia"],"amp_enabled":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/129629","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=129629"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/129629\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":129631,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/129629\/revisions\/129631"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/129630"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=129629"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=129629"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=129629"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=129629"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}