{"id":129422,"date":"2026-08-24T12:33:12","date_gmt":"2026-08-24T05:33:12","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=129422"},"modified":"2026-08-24T12:33:12","modified_gmt":"2026-08-24T05:33:12","slug":"lapas-kelas-i-bandar-lampung-tembus-pasar-jepang-1-520-pieces-cocopeat-karya-warga-binaan-resmi-diekspor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/08\/24\/lapas-kelas-i-bandar-lampung-tembus-pasar-jepang-1-520-pieces-cocopeat-karya-warga-binaan-resmi-diekspor\/","title":{"rendered":"Lapas Kelas I Bandar Lampung Tembus Pasar Jepang, 1.520 Pieces Cocopeat Karya Warga Binaan Resmi Diekspor"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lapas Kelas I Bandar Lampung Tembus Pasar Jepang, 1.520 Pieces Cocopeat Karya Warga Binaan Resmi Diekspor<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bandar Lampung, majalahglobal.com \u2014<\/strong> Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung kembali menorehkan prestasi melalui program pembinaan kemandirian Warga Binaan. Sebanyak 1.520 pieces cocopeat, produk media tanam berbahan dasar sabut kelapa hasil karya Warga Binaan, resmi dilepas untuk memenuhi pasar internasional di Jepang, Senin (24\/08\/2026).<\/p>\n<p>Pelepasan produk ekspor tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, bersama jajaran pejabat struktural. Produk cocopeat yang dihasilkan melalui program pembinaan kemandirian tersebut telah memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan untuk pasar internasional.<\/p>\n<p>Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada pemberian keterampilan, tetapi juga diarahkan agar Warga Binaan mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi, kualitas, serta daya saing hingga ke tingkat global.<\/p>\n<p>Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, menyampaikan apresiasi atas kerja keras Warga Binaan dan seluruh jajaran yang terlibat dalam proses pembinaan hingga produk tersebut mampu menembus pasar Jepang.<br \/>\n\u201cKami sangat bangga atas pencapaian ini. Ekspor 1.520 pieces cocopeat karya Warga Binaan ke Jepang menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Kelas I Bandar Lampung mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasar internasional. Ini bukan sekadar tentang produk yang berhasil diekspor, tetapi tentang bagaimana Warga Binaan diberikan kesempatan untuk berkarya, mengembangkan keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri agar mampu kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik,\u201d ujar Ike Rahmawati.<\/p>\n<p>Menurutnya, capaian tersebut akan menjadi motivasi bagi Lapas Kelas I Bandar Lampung untuk terus mengembangkan program pembinaan produktif yang memiliki prospek pasar dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan.<br \/>\n\u201cKami akan terus mendorong dan mengawal keberlanjutan program-program pembinaan yang produktif, inovatif, dan bernilai ekonomis. Harapannya, semakin banyak karya Warga Binaan yang dapat diterima oleh masyarakat, bahkan mampu menembus pasar nasional maupun internasional,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Cocopeat merupakan media tanam yang berasal dari serat sabut kelapa dan memiliki berbagai manfaat dalam bidang pertanian serta budidaya tanaman. Pengolahan produk tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan potensi dan keterampilan Warga Binaan melalui kegiatan pembinaan kemandirian.<\/p>\n<p>Ekspor 1.520 pieces cocopeat ke Jepang sekaligus menjadi momentum penting dalam menunjukkan bahwa Warga Binaan mampu menghasilkan karya yang bernilai dan berkualitas, apabila diberikan pembinaan, pendampingan, serta kesempatan untuk berkembang.<\/p>\n<p>Lapas Kelas I Bandar Lampung berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan kemandirian sebagai bagian dari proses pemasyarakatan. Ke depan, berbagai produk hasil karya Warga Binaan diharapkan semakin berkembang, memiliki pasar yang lebih luas, serta memberikan dampak positif bagi proses reintegrasi sosial.<br \/>\nDari balik tembok pemasyarakatan, lahir karya yang menembus batas negara.<br \/>\n<strong>Oleh: Andi Raya<\/strong><br \/>\n<strong>081272255678<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lapas Kelas I Bandar Lampung Tembus Pasar Jepang, 1.520 Pieces Cocopeat Karya Warga Binaan Resmi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":129423,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11403],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-129422","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-38-provinsi-di-indonesia"],"amp_enabled":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/129422","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=129422"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/129422\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":129424,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/129422\/revisions\/129424"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/129423"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=129422"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=129422"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=129422"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=129422"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}