{"id":129355,"date":"2026-08-21T16:11:22","date_gmt":"2026-08-21T09:11:22","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=129355"},"modified":"2026-08-21T16:11:22","modified_gmt":"2026-08-21T09:11:22","slug":"kanwil-ditjenpas-lampung-perkuat-karakter-dan-ketangguhan-petugas-hilal-jabatan-adalah-amanah-leader-lahir-dari-keteladanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/08\/21\/kanwil-ditjenpas-lampung-perkuat-karakter-dan-ketangguhan-petugas-hilal-jabatan-adalah-amanah-leader-lahir-dari-keteladanan\/","title":{"rendered":"Kanwil Ditjenpas Lampung Perkuat Karakter dan Ketangguhan Petugas, Hilal: Jabatan Adalah Amanah, Leader Lahir dari Keteladanan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Kanwil Ditjenpas Lampung Perkuat Karakter dan Ketangguhan Petugas, Hilal: Jabatan Adalah Amanah, Leader Lahir dari Keteladanan<\/strong><\/p>\n<p><strong>BANDARLAMPUNG, majalahglobal.com<\/strong> \u2014 Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Lampung, Dr. M. Hilal, S.H., M.Si., menegaskan bahwa penguatan karakter, integritas, ketangguhan mental, komunikasi, serta kepemimpinan menjadi fondasi penting dalam menghadapi dinamika tugas pemasyarakatan yang semakin kompleks.<\/p>\n<p>Pesan tersebut disampaikan Hilal saat memberikan pengarahan kepada pejabat yang baru dilantik, Selasa (18\/8\/2026). Ia menekankan bahwa tuntutan tugas pemasyarakatan tidak cukup dijawab dengan kompetensi teknis, tetapi harus diimbangi karakter kuat, kemampuan beradaptasi, ketahanan mental, serta jiwa kepemimpinan.<br \/>\n\u201cTantangan kita di Ditjenpas dari hari ke hari ternyata tidak mudah. Tantangan semakin kompleks, sehingga diperlukan amunisi. Makanya ada uji kompetensi untuk mengukur karakter sebagai pribadi, makhluk sosial dan leader,\u201d ujar Hilal.<\/p>\n<p>Menurutnya, uji kompetensi bukan sekadar proses untuk mengukur kemampuan seseorang, melainkan bagian dari upaya memastikan pejabat pemasyarakatan memiliki kesiapan personal dan kepemimpinan dalam menjalankan amanah.<\/p>\n<p>Hilal mengingatkan seluruh pejabat agar menjaga kepercayaan yang telah diberikan dengan penuh tanggung jawab. Ia meyakini perjalanan karier seorang pegawai akan berkembang sejalan dengan kemampuan, kinerja dan integritas yang dimilikinya.<br \/>\n\u201cJaga amanah dengan baik. Yang hari ini fungsional, mungkin ke depan bisa struktural,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Kepemimpinan Bukan Sekadar Jabatan<br \/>\nHilal juga memberikan penekanan khusus mengenai perbedaan antara jabatan dan kepemimpinan. Menurutnya, seorang pejabat tidak otomatis menjadi pemimpin hanya karena memiliki kedudukan formal.<\/p>\n<p>Jabatan, kata dia, melekat berdasarkan keputusan administratif. Sementara kepemimpinan lahir dari karakter, keteladanan, kemampuan membangun kepercayaan serta pengaruh positif terhadap lingkungan kerja.<br \/>\n\u201cPimpinan sama leader itu berbeda. Pimpinan ada SK, tapi kalau leader itu tanpa SK. Walaupun SK-nya sudah tidak ada lagi, tetapi petuahnya masih dibutuhkan. Itulah pentingnya karakter,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Karena itu, Hilal meminta para pejabat untuk tidak menjadikan jabatan sebagai simbol kedudukan, melainkan sebagai amanah yang harus dilaksanakan secara profesional, arif dan bijaksana.<br \/>\n\u201cJabatan itu amanah, bukan sesuatu dari sayembara. Dimaknai bahwa jabatan ini dari Allah SWT harus ditunaikan, diselesaikan secara arif dan bijaksana,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Komunikasi dan Koordinasi Jadi Kunci<br \/>\nDalam menjalankan tugas, Hilal juga menilai kemampuan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak merupakan faktor penting dalam menyelesaikan persoalan pemasyarakatan.<\/p>\n<p>Komunikasi, menurutnya, tidak hanya dibangun antara pejabat dan pimpinan, tetapi juga dengan bawahan, sesama pegawai serta pihak eksternal.<br \/>\n\u201cPentingnya komunikasi dan koordinasi dengan semua, baik itu ke atasan, pihak ke luar maupun staf. Setiap orang bisa jadi pemimpin, tetapi tidak semua bisa menjadi leader,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia berharap pola komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang kuat dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih solid, responsif dan mampu menghadapi persoalan secara bersama-sama.<br \/>\nPerkuat Mental Petugas di Seluruh UPT<br \/>\nTidak hanya kepada pejabat, Hilal menilai pembangunan karakter juga harus menjadi bagian fundamental dalam pembinaan seluruh petugas pemasyarakatan.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan bahwa integritas tidak cukup hanya menjadi slogan. Integritas membutuhkan fondasi karakter yang kuat agar dapat diwujudkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas.<br \/>\n\u201cOrang kadang ngomong integritas, lupa membangun fundamental utamanya adalah karakter,\u201d tegas Hilal.<\/p>\n<p>Atas dasar itu, Kanwil Ditjenpas Lampung mulai memperkuat pembinaan mental bagi petugas di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.<\/p>\n<p>Langkah tersebut dinilai penting karena pembinaan mental selama ini lebih banyak diarahkan kepada warga binaan. Menurut Hilal, petugas juga membutuhkan penguatan mental dan spiritual agar mampu menjalankan tugas dengan kondisi psikologis yang kuat.<br \/>\n\u201cKita melakukan pembinaan mental terhadap petugas. Selama ini hanya fokus ke warga binaan, maka kami laksanakan pembinaan mental di setiap UPT,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Untuk mendukung program tersebut, Kanwil Ditjenpas Lampung juga telah menjalin kerja sama dengan Dewan Dakwah Islamiyah dalam pelaksanaan pembinaan mental dan spiritual bagi jajaran pemasyarakatan.<br \/>\nMental dan Fisik Harus Sama-Sama Kuat<br \/>\nHilal menegaskan, tantangan pemasyarakatan juga membutuhkan kesiapan fisik.<\/p>\n<p>Petugas berhadapan langsung dengan warga binaan yang memiliki beragam karakter, latar belakang dan persoalan sehingga diperlukan kondisi jasmani dan rohani yang prima.<br \/>\n\u201cPenggunaan jasmani dibutuhkan ketahanan fisik yang prima. Tidak bisa fisik lemah. Mental dan fisik harus kuat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Penguatan mental tersebut juga diberikan kepada jajaran melalui materi motivasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi perubahan lingkungan kerja dan tantangan baru.<br \/>\n\u201cPerlu ketangguhan mental. Tantangan tidak kecil. Saya berikan video motivasi agar mempersiapkan mentalnya, mungkin berbeda dengan tempat kerja lama. Begitu juga dengan fungsional, tidak kalah seru dengan manajerial,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Bangun Pemasyarakatan Berbasis Karakter<br \/>\nHilal berharap penguatan karakter yang dilakukan secara berkelanjutan dapat melahirkan jajaran pemasyarakatan yang tidak hanya patuh terhadap aturan, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam bekerja dan memberikan pelayanan.<\/p>\n<p>Menurutnya, pejabat dan petugas pemasyarakatan harus memiliki keseimbangan antara kompetensi, integritas, karakter, kemampuan komunikasi, ketangguhan mental dan fisik.<br \/>\n\u201cPemasyarakatan membutuhkan orang-orang yang tidak hanya mampu bekerja berdasarkan aturan, tetapi juga memiliki karakter, integritas dan keteladanan. Jabatan adalah amanah, sedangkan kepemimpinan adalah bagaimana kita mampu memberikan pengaruh positif dan menjadi teladan bagi orang lain,\u201d kata Hilal.<\/p>\n<p>Ia meyakini, semakin kuat karakter petugas, semakin kuat pula organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan pemasyarakatan.<br \/>\nDengan fondasi tersebut, Kanwil Ditjenpas Lampung berkomitmen membangun jajaran yang profesional, berintegritas, tangguh dan humanis sehingga mampu menjalankan fungsi pelayanan, pembinaan, pengamanan dan pembimbingan pemasyarakatan secara optimal serta bertanggung jawab kepada masyarakat.<br \/>\n<strong>Oleh; Andi Raya<\/strong><br \/>\n<strong>081272255678<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kanwil Ditjenpas Lampung Perkuat Karakter dan Ketangguhan Petugas, Hilal: Jabatan Adalah Amanah, Leader Lahir dari&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":129356,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11403],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-129355","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-38-provinsi-di-indonesia"],"amp_enabled":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/129355","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=129355"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/129355\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":129357,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/129355\/revisions\/129357"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/129356"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=129355"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=129355"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=129355"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=129355"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}