{"id":128480,"date":"2026-07-24T14:27:00","date_gmt":"2026-07-24T07:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=128480"},"modified":"2026-07-24T14:27:00","modified_gmt":"2026-07-24T07:27:00","slug":"dari-hafal-30-juz-3-tahun-hingga-tari-sufi-begini-cara-ponpes-khomsani-nur-cetak-generasi-qurani-di-lumajang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/07\/24\/dari-hafal-30-juz-3-tahun-hingga-tari-sufi-begini-cara-ponpes-khomsani-nur-cetak-generasi-qurani-di-lumajang\/","title":{"rendered":"Dari Hafal 30 Juz 3 Tahun Hingga Tari Sufi, Begini Cara Ponpes Khomsani Nur Cetak Generasi Qur&#8217;ani di Lumajang"},"content":{"rendered":"<p>LUMAJANG &#8211; Pondok Pesantren Khomsani Nur berdiri sejak 2011 di Jalan Kaspii RT 03 RW 03, Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hingga saat ini pesantren ini membina sekitar 150 santri. Terdiri dari 90 santri putra dan 60 santri putri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ponpes Khomsani Nur hadir sebagai lembaga pendidikan Islam yang memadukan pembinaan akhlak, pendalaman ilmu agama, hafalan Al-Qur&#8217;an, penguasaan kitab salaf, penguasaan bahasa asing, serta pendidikan karakter dan kemandirian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Visi pesantren ini sederhana namun tegas. Menciptakan Generasi Qur&#8217;ani yang mampu menjawab tantangan zaman.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk mewujudkan visi itu, ada empat misi utama yang dijalankan. Mengamalkan nilai-nilai Al-Qur&#8217;an dalam kehidupan sehari-hari. Membiasakan pembacaan Sholawat Nuruz Zaman sebagai doa untuk umat. Membekali santri dengan ilmu Nahwu, Shorof, dan Balaghah agar mampu memahami kitab-kitab klasik. Serta mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan siap mengabdi kepada masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Program Unggulan<\/p>\n<p>Ada empat program unggulan yang menjadi ciri khas Khomsani Nur.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pertama, Program Tahfidz Al-Qur&#8217;an. Diselenggarakan secara berjenjang mulai tingkat MI hingga Madrasah Aliyah. Targetnya, santri mampu hafal 30 juz dalam waktu 3 tahun dengan pembinaan murojaah secara intensif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kedua, Program Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Pembelajaran dilaksanakan berjenjang mulai MI hingga MA, agar santri mampu berkomunikasi dan memahami literatur Islam maupun ilmu pengetahuan modern.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ketiga, Program Tahassus Kitab Salaf. Santri ditargetkan dalam 3 tahun mampu membaca dan memahami Kitab Fathul Qorib sebagai bekal melanjutkan kajian kitab-kitab salaf yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Keempat, Program Seni Islami. Ponpes ini mengembangkan seni sebagai media dakwah dan pembinaan karakter. Ada Tari Sufi Santri yang menjadi satu-satunya tradisi Tari Sufi di lingkungan pondok pesantren di Kabupaten Lumajang. Ada juga Tari Javin khas Arab yang memperkenalkan budaya Timur Tengah dengan kemasan islami dan edukatif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kegiatan Utama dan Harian Santri<\/p>\n<p>Ciri khas pembelajaran di Khomsani Nur adalah tiga forum musyawarah. Musyawarah Kubro untuk melatih berpikir dan memecahkan persoalan keagamaan berdasarkan Al-Qur&#8217;an dan kitab salaf. Musyawarah Kitab Nahwu Shorof untuk pendalaman tata bahasa Arab. Dan Musyawarah Kitab Balaghah untuk memahami keindahan bahasa Arab.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kegiatan harian meliputi shalat berjamaah, mujahadah setiap selesai Shalat Isya, pembacaan Sholawat Nuruz Zaman setiap selesai Shubuh dan menjelang Maghrib, sholawatan dan pengajian Kitab Balaghoh setiap Kamis malam Jum&#8217;at. Setiap Kamis ba&#8217;da Shubuh juga dilaksanakan Khataman Al-Qur&#8217;an diiringi Sholawat Nuruz Zaman.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pendidikan Formal dan Kemandirian<\/p>\n<p>Selain pendidikan kepesantrenan, santri juga bisa menempuh pendidikan formal di bawah naungan yayasan. Mulai dari TK Muslimat NU, MI Nuris Klanting, MTs Diponegoro Klanting, hingga MA Khomsani Nur.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pesantren ini juga menekankan kemandirian. Santri dibiasakan mencuci pakaian sendiri, memasak, menjaga kebersihan, serta bercocok tanam di lahan milik yayasan. Tujuannya agar setelah lulus mereka siap hidup mandiri dan mengabdi kepada masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kegiatan Tahunan<\/p>\n<p>Setiap tahun Khomsani Nur menggelar Peringatan Maulid Nabi yang dirangkai Wisuda Tahfidz Al-Qur&#8217;an, Peringatan Isra Mi&#8217;raj, Haflah Akhirus Sanah dengan Wisuda Kitab Alfiyah Ibnu Malik, dan Buka Puasa Bersama saat Ramadhan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan perpaduan Al-Qur&#8217;an, kitab salaf, bahasa, akhlak, ibadah, keterampilan, kemandirian, dan seni Islami, Ponpes Khomsani Nur berkomitmen mencetak generasi yang berilmu, beramal, berakhlak mulia, serta siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Informasi Pendaftaran<\/p>\n<p>Alamat: Jl. Kaspii RT 03 RW 03, Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang<\/p>\n<p>WhatsApp: 0852-5946-1151<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Nur)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LUMAJANG &#8211; Pondok Pesantren Khomsani Nur berdiri sejak 2011 di Jalan Kaspii RT 03 RW&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":128481,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[47],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-128480","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-lumajang"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/128480","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=128480"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/128480\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":128483,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/128480\/revisions\/128483"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/128481"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=128480"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=128480"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=128480"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=128480"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}