{"id":128338,"date":"2026-07-15T21:52:49","date_gmt":"2026-07-15T14:52:49","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=128338"},"modified":"2026-07-15T22:00:43","modified_gmt":"2026-07-15T15:00:43","slug":"kasus-penipuan-rp50-juta-di-obi-jalan-di-tempat-kuasa-hukum-polres-halsel-jangan-tutup-mata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/07\/15\/kasus-penipuan-rp50-juta-di-obi-jalan-di-tempat-kuasa-hukum-polres-halsel-jangan-tutup-mata\/","title":{"rendered":"Kasus Penipuan Rp50 Juta di Obi Jalan di Tempat, Kuasa Hukum: Polres Halsel Jangan Tutup Mata"},"content":{"rendered":"<p>HALMAHERA SELATAN \u2013 Penanganan laporan dugaan penipuan puluhan juta rupiah di Polsek Obi, Polres Halmahera Selatan, terkesan jalan di tempat. Sudah lebih dari 1,5 bulan, belum ada perkembangan signifikan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Korban, Muslihat Hi. Abidi, warga Desa Laiwui, Kecamatan Obi, mengaku menjadi korban penipuan oleh 3 orang oknum debt collector. Kerugian korban ditaksir mencapai *Rp50 juta* termasuk biaya pengurusan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kasus itu telah dilaporkan secara resmi pada *1 Juni 2026* dengan nomor *STPL\/89\/V\/2026\/Polsek Obi\/Polres Halsel\/Polda Maluku Utara*. Tiga nama yang dilaporkan adalah Nofrens Weno, Feren, dan Yaman Turangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*Surat SP2HP Sebut Masih Kumpulkan Keterangan*<\/p>\n<p>Polsek Obi sempat mengeluarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan dengan nomor *B\/156\/VI\/2026\/Unit Reskrim*, tertanggal *13 Juni 2026*.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam surat itu, penyidik menyebut telah meminta keterangan korban Muslihat Hi. Abidi. Selanjutnya akan dilakukan pemanggilan saksi-saksi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun di poin hambatan, penyidik menulis: _&#8221;penyidikan masih sementara dalam proses pengumpulan informasi dan pengungkapan saksi-saksi&#8221;_.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk rencana tindak lanjut, disebutkan akan dilakukan pemanggilan klarifikasi terhadap ketiga terlapor. Hingga saat ini pemanggilan tersebut belum terealisasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*Konfirmasi ke Polisi Tak Direspons*<\/p>\n<p>Upaya media untuk meminta kejelasan sejak *14 Juli 2026* tidak membuahkan hasil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kapolsek Obi *IPDA Daffa Raisa Putra* dihubungi via WhatsApp tidak memberikan tanggapan.<\/p>\n<p>Kasat Reskrim Polres Halsel *Wahyu Hermawan* juga tidak merespons konfirmasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kasi Humas Polres Halsel *IPDA Hermansyah* hanya menjawab singkat saat dihubungi: _&#8221;Nanti adik wartawan langsung konfir di reskrim&#8221;_.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*Kuasa Hukum: Polres Halsel Jangan Tutup Mata*<\/p>\n<p>Melihat lambannya penanganan, kuasa hukum korban *Yeri Kakanok, SH* mendesak Polres Halsel bersikap terbuka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia mengingatkan agar institusi kepolisian tidak menyalahkan media jika ada pemberitaan yang menyudutkan.<\/p>\n<p>&#8220;Apabila ada pemberitaan yang menyudutkan pihak kepolisian dalam penanganan kasus maka Polres Halmahera Selatan jangan serta merta menyalahkan Wartawan atau Media yang mengangkat berita,&#8221; jelas Yeri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurutnya, transparansi wajib dilakukan karena publik berhak tahu.<\/p>\n<p>&#8220;Polres Halmahera Selatan harus transparansi, jangan mengabaikan konfirmasi dari Wartawan atau Media,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Yeri juga menyoroti respons polisi yang baru cepat saat dikritik.<\/p>\n<p>&#8220;Nanti ada pemberitaan yang menyudutkan pihak kepolisian barulah secepatnya ditanggapi dengan klarifikasi yang bertolak belakang dengan temuan barang bukti oleh wartawan di lapangan,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sampai berita ini diterbitkan, ketiga terlapor belum juga dipanggil untuk dimintai klarifikasi. Korban dan kuasa hukum berharap Kapolres Halsel segera mengevaluasi penanganan kasus ini agar tidak berlarut-larut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Jurnalis\/Kandi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HALMAHERA SELATAN \u2013 Penanganan laporan dugaan penipuan puluhan juta rupiah di Polsek Obi, Polres Halmahera&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":128339,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7481,9745],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-128338","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-halmahera-selatan","category-headline"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/128338","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=128338"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/128338\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":128342,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/128338\/revisions\/128342"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/128339"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=128338"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=128338"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=128338"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=128338"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}