{"id":128226,"date":"2026-07-08T11:53:22","date_gmt":"2026-07-08T04:53:22","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=128226"},"modified":"2026-07-08T12:07:58","modified_gmt":"2026-07-08T05:07:58","slug":"advokat-hadi-purwanto-sinergi-dengan-mkks-smpn-kabupaten-mojokerto-perkuat-sistem-pelayanan-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/07\/08\/advokat-hadi-purwanto-sinergi-dengan-mkks-smpn-kabupaten-mojokerto-perkuat-sistem-pelayanan-sekolah\/","title":{"rendered":"Advokat Hadi Purwanto Sinergi dengan MKKS SMPN Kabupaten Mojokerto, Perkuat Sistem Pelayanan Sekolah"},"content":{"rendered":"<p>Majalahglobal.com, Mojokerto \u2013 Aula SMPN 2 Bangsal penuh sesak Rabu siang. 41 kepala SMP Negeri se-Kabupaten Mojokerto duduk melingkar. Agenda resminya penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan kokurikuler.<\/p>\n<figure id=\"attachment_128228\" aria-describedby=\"caption-attachment-128228\" style=\"width: 1599px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-128228\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20260708-WA0109.jpg\" alt=\"Advokat Hadi Purwanto Sinergi dengan MKKS SMPN Kabupaten Mojokerto, Perkuat Sistem Pelayanan Sekolah\" width=\"1599\" height=\"1200\" srcset=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20260708-WA0109.jpg 1599w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20260708-WA0109-100x75.jpg 100w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20260708-WA0109-768x576.jpg 768w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20260708-WA0109-1536x1153.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1599px) 100vw, 1599px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-128228\" class=\"wp-caption-text\">41 Kepala Sekolah antusias mendengarkan materi<\/figcaption><\/figure>\n<p>Kepala SMPN 2 Bangsal, Iwan Happy Usmarasima, S.Pd. membuka pertemuan dengan nada ramah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Selamat datang di SMPN 2 Bangsal. Tema pertemuan kali ini penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan kokurikuler. Selamat berworkshop di tempat kami. Mohon maaf jika ada salah dan khilaf,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sapaan itu belum selesai 5 menit, arah diskusi langsung berbelok. Topik yang mencuat: bagaimana sekolah menghadapi tamu tak diundang yang datang membawa kamera, kartu nama, dan kadang proposal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*&#8221;Tidak Ada Sistem Terintegrasi&#8221;*<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Advokat Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H. selaku konsultan MKKS SMPN Kabupaten Mojokerto sekaligus konsultan SMAN\/SMKN se-Mojokerto Raya memberikan materi. Ia menyebut ada kekosongan sistem saat sekolah berhadapan dengan masalah di ruang publik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Ada beberapa hal yang sempat pihaknya amati. Tidak ada satu sistem yang terintegrasi saat menghadapi permasalahan publik. Contoh saat ada oknum wartawan yang tidak terima saat tidak bisa menemui Kepala Sekolah. Kemudian contoh lagi orang yang diamanahi salah bicara ke oknum wartawan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Lebih lanjut ia menyoroti peran pembina.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto tidak pernah mendampingi SMP Negeri saat ada masalah pelayanan publik,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Akibatnya, menurut Hadi, satu unggahan di media sosial bisa membuat kepala sekolah tidak bisa tidur.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Mau tidak mau mindset terkait satu pendidikan dengan berita di medsos membuat kepala sekolah berpikir keras,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*Buku Tamu, ID Card, Jawaban Tertulis: &#8220;Tameng&#8221; Pertama Sekolah*<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk meredam gejolak, Hadi menawarkan SOP sederhana. Ia menyebutnya sebagai &#8220;tameng&#8221; paling dasar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Saat kedatangan oknum wartawan, sediakan buku tamu, wartawan wajib pakai ID card dan memberikan salinan surat tugas. Selain itu cek di website media tersebut, di menu redaksi ada tidak nama wartawan tersebut. Jangan biasakan kepala sekolah temui wartawan karena hal ini hal kecil yang memulai permasalahan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia menekankan pentingnya komunikasi tertulis. &#8220;Paling enak jawab tertulis. Minta oknum wartawan tersebut membuat surat klarifikasi tertulis. Baru jawab secara tertulis. Kuncinya tenang dan jika bingung bisa hubungi saya dulu 0821-1615-8103,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Karena itu ia berpesan: &#8220;Kalau memang berharap saran dari saya silahkan telepon atau ke kantor saya. Setiap wartawan berikan durasi maksimal 10 menit dan ada publikasi yang membangun. Hal ini agar mencegah terjadinya permasalahan,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan sistem yang terintegrasi, tutur kata dan sikap yang santun tadi lebih membuat nyaman di sekolah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Selain menjadi Konsultan SMP Negeri se-Kabupaten Mojokerto, kami juga menjadi Konsultan SMKN\/SMAN se-Mojokerto Raya. Mohon sama-sama saling menjaga integritas agar satuan pendidikan terus memberikan contoh yang baik,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pihaknya akan membantu dan mendampingi selama Kepala Sekolah tidak menyalahgunakan kewenangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Selama kita berada di jalur yang benar dan prosedural, tidak perlu takut,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*Proposal, Kuitansi, dan Tamu &#8220;Silaturahmi&#8221;*<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Keluhan lain datang dari Kepala SMPN 2 Gondan, Sunadi Cokro Darsono, S.Pd. Ia bercerita tentang tamu yang datang bukan untuk urusan akademik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Ada oknum wartawan yang hanya silaturahmi bagaimana menanggapinya. Ada juga oknum LSM yang membawa proposal bantuan sosial beserta kuitansinya yang kadang tidak mau diberikan nominal kecil. Hal ini tidak satu atau dua kali,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menanggapi itu, Hadi memberi solusi administratif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kalau memang ada alokasi anggarannya dibuat saja per tanggal. Cuma ini kan buat solusi. Minimal dengan mewajibkan isi buku tamu, memakai ID card dan salinan surat tugas dan cek ke website redaksinya agar bisa meminimalisir kedatangan oknum wartawan atau oknum LSM,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hadi menegaskan kepala sekolah tidak perlu takut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Mau tidak mau, harus kuat karena oknum wartawan dan oknum LSM tidak ada yang kebal hukum. Selama benar ya harus berani. Kalau takut kasih nomor saya. Bilang kalau saya konsultan MKKS SMPN Kabupaten Mojokerto. Saat penanganan tidak bisa teori. 10% teori dan 90% praktek,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk efek jera, MKKS berencana menggandeng aparat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Harapannya, 2 bulan lagi MKKS SMPN Kabupaten Mojokerto mengundang Kapolres Mojokerto. Nanti diberitakan agar bisa meminimalisir kedatangan wartawan silaturahmi dan LSM yang meminta proposal,&#8221; ucap Hadi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*&#8221;Tersinggung? Tergantung Sudut Pandang&#8221;*<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kepala SMPN 3 Gondang, Drs. Giyono mengajukan pertanyaan yang mewakili kegelisahan banyak kepala sekolah: bagaimana menolak melayani jika tidak ada surat tugas tanpa menyinggung perasaan?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Apakah tidak tersinggung jika ditanyakan mengapa tidak membawa surat tugas dan jika tidak membawa surat tugas tidak bisa kami layani. Atau bagaimana caranya agar tidak menyinggung,&#8221; tanyanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hadi menjawab diplomatis. &#8220;Tersinggung atau tidak ya tergantung dari sudut pandang. Yang wartawan kompeten pasti senang saat ditanya surat tugas dan pasti membawa. Dengan SOP berlapis mulai dari mengisi buku tamu, memakai ID card, memberikan salinan surat tugas dan mengecek di website redaksi media maka akan menekan permasalahan datang,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sebagai langkah preventif, ia mengusulkan spanduk di gerbang sekolah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Coba disepakati tanggal berapa membuat papan himbauan. Koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Berikan tulisan barangsiapa memfoto\/memvideo tanpa izin maka bakal terkena pidana. Berikan tulisan juga wartawan atau LSM wajib membawa ID card, salinan surat tugas dan satpam wajib cek website redaksi media untuk melihat kebenaran ID card dan surat tugas wartawan,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*Ketua MKKS: Bangun Sistem, Kurangi Ego*<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menutup diskusi, Ketua MKKS SMPN Kabupaten Mojokerto, Nanang Wahyuningaji, S.Pd. memberikan sudut pandang penyeimbang. Ia mengingatkan agar prosedur tidak mengorbankan etika.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Apa yang disampaikan Mas Hadi agar bisa memberikan sudut pandang. Biasanya ketersinggungan yang memunculkan ego dan masalah,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia mengajak semua pihak membangun sistem bersama, bukan saling curiga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Sistemnya ayo kita bangun, dan permasalahan kita kurangi agar dunia pendidikan bisa lebih maju lagi,&#8221; pesannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pesan terakhirnya sederhana namun menohok: &#8220;Kita terima dengan baik maka bakal dibalas dengan baik.&#8221;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di tengah derasnya informasi dan tuntutan transparansi, para kepala sekolah di Mojokerto kini belajar satu hal: menjaga sekolah bukan hanya dengan kurikulum, tapi juga dengan prosedur, komunikasi, dan keberanian bersikap. (Jay\/Adv)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Majalahglobal.com, Mojokerto \u2013 Aula SMPN 2 Bangsal penuh sesak Rabu siang. 41 kepala SMP Negeri&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":128227,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,55,11334,9745],"tags":[16300,16301],"newstopic":[],"class_list":["post-128226","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advertorial","category-berita-mojokerto","category-berita-provinsi-jawa-timur","category-headline","tag-advokat-hadi-purwanto-sinergi-dengan-mkks-smpn-kabupaten-mojokerto","tag-perkuat-sistem-pelayanan-sekolah"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/128226","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=128226"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/128226\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":128233,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/128226\/revisions\/128233"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/128227"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=128226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=128226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=128226"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=128226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}