{"id":128041,"date":"2026-06-30T09:00:05","date_gmt":"2026-06-30T02:00:05","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=128041"},"modified":"2026-06-30T09:00:05","modified_gmt":"2026-06-30T02:00:05","slug":"4-pasangan-kawin-siri-di-kota-mojokerto-kantongi-akta-nikah-lewat-program-si-pandu-cinta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/06\/30\/4-pasangan-kawin-siri-di-kota-mojokerto-kantongi-akta-nikah-lewat-program-si-pandu-cinta\/","title":{"rendered":"4 Pasangan Kawin Siri di Kota Mojokerto Kantongi Akta Nikah Lewat Program Si Pandu Cinta"},"content":{"rendered":"<p>MOJOKERTO \u2013 Empat pasangan suami istri di Kota Mojokerto yang sebelumnya berstatus kawin siri kini resmi memiliki akta nikah. Status mereka disahkan melalui sidang isbat nikah terpadu dalam program Sinergitas Pelayanan Terpadu Ciptakan Perkawinan Tercatat (Si Pandu Cinta).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Seremoni penyerahan berlangsung di Pendopo Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Senin 29\/6\/2026. Acara bertajuk &#8220;Ibu Wali Kota Mantu&#8221; itu dihadiri Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*Dikirab dari Baznas, Langsung Terima Akta Nikah*<\/p>\n<p>Keempat pasangan dikirab dari Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto menuju Rumah Rakyat. Di lokasi, Wali Kota secara simbolis menyerahkan akta nikah dan kartu keluarga kepada mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan tertib administrasi kependudukan di Kota Mojokerto,&#8221; ujar Ika, yang akrab disapa Ning Ita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia menegaskan pentingnya pencatatan resmi untuk seluruh peristiwa kependudukan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kita ingin seluruh warga Kota Mojokerto tertib administrasi kependudukan. Baik terkait pernikahan, kelahiran, kematian maupun dokumen kependudukan lainnya, semuanya harus tercatat dengan baik,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*Jalan Keluar Hukum bagi Pasangan Kawin Siri*<\/p>\n<p>Pernikahan siri tidak tercatat di negara sehingga pasangan tidak memiliki akta nikah. Dampaknya, anak tidak mudah mengurus akta kelahiran, ahli waris tidak jelas, dan akses layanan publik kerap terkendala.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Melalui isbat nikah terpadu, pengadilan agama mengesahkan pernikahan yang sudah berjalan. Setelah itu data langsung dicatatkan di Dukcapil sehingga pasangan mendapat akta nikah dan KK baru.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Program Si Pandu Cinta lahir dari sinergi Pemkot Mojokerto, Pengadilan Agama, Kementerian Agama, dan Baznas Kota Mojokerto. Tujuannya memberi kepastian hukum sekaligus kemudahan akses layanan administrasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*Mojokerto Target 100 Persen Kepemilikan IKD*<\/p>\n<p>Selain soal legalitas nikah, Ning Ita menyinggung target digitalisasi kependudukan. Kota Mojokerto ditunjuk sebagai salah satu dari 40 kabupaten\/kota percontohan digitalisasi administrasi kependudukan di Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Semua layanan administrasi kependudukan kami dorong tertib, mulai dari pencatatan perkawinan, kelahiran, kematian hingga penerbitan KTP dan KIA, karena Kota Mojokerto wajib mencapai 100 persen kepemilikan IKD,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>IKD atau Identitas Kependudukan Digital menjadi instrumen agar warga tidak lagi bergantung pada dokumen fisik dan bisa mengakses layanan secara daring.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan 4 pasangan baru yang tercatat, Pemkot berharap jumlah warga berstatus nikah siri terus berkurang. Legalitas perkawinan dinilai menjadi pintu masuk untuk perlindungan hukum keluarga dan kepastian hak-hak sipil. (Jay)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MOJOKERTO \u2013 Empat pasangan suami istri di Kota Mojokerto yang sebelumnya berstatus kawin siri kini&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":128042,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[55,11334,9745],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-128041","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-mojokerto","category-berita-provinsi-jawa-timur","category-headline"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/128041","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=128041"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/128041\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":128044,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/128041\/revisions\/128044"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/128042"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=128041"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=128041"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=128041"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=128041"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}