{"id":127759,"date":"2026-06-22T06:14:37","date_gmt":"2026-06-21T23:14:37","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=127759"},"modified":"2026-06-22T06:14:37","modified_gmt":"2026-06-21T23:14:37","slug":"viral-video-kdkmp-selotapak-kades-dandim-buka-kartu-ini-rencana-besar-di-baliknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/06\/22\/viral-video-kdkmp-selotapak-kades-dandim-buka-kartu-ini-rencana-besar-di-baliknya\/","title":{"rendered":"Viral Video KDKMP Selotapak, Kades &#038; Dandim Buka Kartu: Ini Rencana Besar di Baliknya"},"content":{"rendered":"<p>Majalahglobal.com, Mojokerto &#8211; Video 30 detik di medsos bikin heboh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Isinya: bangunan Koperasi Merah Putih Desa Selotapak berdiri di tengah sawah. Netizen langsung komentar. \u201cMubazir\u201d, \u201cnggak lazim\u201d, \u201cbuang anggaran\u201d.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tapi setelah ditelusuri, cerita aslinya beda. Ada musyawarah warga. Ada peta wisata. Ada rencana ekonomi desa 10 tahun ke depan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>KDKMP Selotapak ternyata bukan dibangun asal. Ia disiapkan jadi pusat baru ekonomi Trawas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Viral Dulu, Klarifikasi Kemudian<\/p>\n<p>Kepala Desa Selotapak *Agus Sugiono* akhirnya buka suara. Sabtu siang ia temui awak media langsung di lokasi koperasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penjelasannya lugas: lokasi itu hasil Musyawarah Desa. Bukan keputusan sepihak kepala desa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cPendirian Koperasi Merah Putih sudah melalui musyawarah bersama masyarakat. Lokasi dipilih karena potensinya bagus untuk pengembangan desa,\u201d kata Agus, Sabtu (20\/6\/2026).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia nunjuk ke belakang bangunan. Ada lahan kosong sekitar 2 hektare.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Lahan itu sudah disiapkan. Rencananya jadi kawasan wisata desa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>200 Meter dari Rumah Warga<\/p>\n<p>Yang disebut \u201ctengah sawah\u201d ternyata nggak jauh dari permukiman.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jarak KDKMP ke rumah warga cuma 200 meter. Jalan kaki 3 menit sampai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya akses tetap mudah. Tapi ruang untuk berkembang masih luas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Secara legal juga aman. Bangunan berdiri di Tanah Kas Desa. Penggunaannya sudah disetujui Musdes.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jadi dari sisi aturan, semua clear. Nggak ada yang dilanggar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ternyata Tetangga \u201cSultan\u201d Trawas<\/p>\n<p>Ini poin penting yang nggak kelihatan di video viral.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sekitar KDKMP itu bukan sawah kosong. Tapi lingkar wisata yang sudah hidup duluan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ada Sumber Towo. Ada Grand Valley. Ada Garden Heart Cafe, Rustic Cafe, Port Sawah. Ada juga spot Sunrise yang hits.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Setiap weekend kawasan itu rame. Wisatawan dari luar Mojokerto datang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Warung hidup. Homestay penuh. UMKM lokal jualan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Nah, KDKMP hadir di tengah keramaian itu. Posisinya strategis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Fungsinya Nggak Cuma Jualan Sembako<\/p>\n<p>Kades Agus menegaskan, KDKMP nggak akan jadi warung biasa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ada 4 fungsi besar yang disiapkan:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*1. Pusat belanja warga*<\/p>\n<p>Kebutuhan pokok tetap jadi prioritas. Harga dijaga biar nggak mahal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*2. Motor ketahanan pangan*<\/p>\n<p>Lahan 2 hektare di belakang akan digarap. Fokusnya padi dan ubi jalar. Warga diedukasi cara tanam yang baik. Hasilnya dipasarkan lewat koperasi. Rantai pendek, untung lebih banyak ke petani.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*3. Etalase UMKM*<\/p>\n<p>Produk warga: makanan, kerajinan, oleh-oleh, bisa dipajang di sini. Pembelinya langsung wisatawan. Pasar sudah ada, tinggal disambungkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*4. Ruang belajar*<\/p>\n<p>Koperasi bisa jadi tempat pelatihan. Dari cara bertani, ngolah hasil panen, sampai manajemen usaha kecil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jadi koperasi ini nyambungin 3 sektor: dagang, tani, wisata.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dandim: Jangan Lihat Video Potongan<\/p>\n<p>Dandim 0815\/Mojokerto *Letkol Inf Abi Swanjoyo* juga turun cek lokasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kesimpulannya sama: lokasi strategis dan sudah sesuai prosedur.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cPenentuan lokasi KDKMP tidak sembarangan. Dibangun di lahan desa yang sah, lewat musyawarah warga,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia minta masyarakat nggak gampang percaya video potongan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cJangan lihat kondisi saat ini. Lihat rencana ke depan. Koperasi ini diproyeksikan jadi pusat aktivitas ekonomi, pemasaran produk lokal, penguatan UMKM, sampai dukung ketahanan pangan,\u201d jelasnya. (Jay)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Majalahglobal.com, Mojokerto &#8211; Video 30 detik di medsos bikin heboh. &nbsp; Isinya: bangunan Koperasi Merah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":127760,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[55,11334,9745],"tags":[16239,16238],"newstopic":[],"class_list":["post-127759","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-mojokerto","category-berita-provinsi-jawa-timur","category-headline","tag-kades-dandim-buka-kartu-ini-rencana-besar-di-baliknya","tag-viral-video-kdkmp-selotapak"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/127759","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=127759"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/127759\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":127763,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/127759\/revisions\/127763"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/127760"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=127759"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=127759"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=127759"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=127759"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}