{"id":127706,"date":"2026-06-18T22:49:48","date_gmt":"2026-06-18T15:49:48","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=127706"},"modified":"2026-06-19T08:50:44","modified_gmt":"2026-06-19T01:50:44","slug":"bupati-batang-hari-hadiri-sosialisasi-iret-cyber-crime-densus-88-di-ponpes-zulhijjah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/06\/18\/bupati-batang-hari-hadiri-sosialisasi-iret-cyber-crime-densus-88-di-ponpes-zulhijjah\/","title":{"rendered":"Bupati Batang Hari Hadiri Sosialisasi IRET &#038; Cyber Crime Densus 88 di Ponpes Zulhijjah"},"content":{"rendered":"<p>BATANG HARI, Majalahglobal.com\u2013 Kamis, 18\/06\/2026 Pendopo Pondok Pesantren Zulhijjah mendadak ramai. Di barisan depan duduk *Bupati Batang Hari Mhd Fadhil Arief*. Di sebelahnya, aparat *Densus 88 Antiteror Satgaswil Jambi*.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mereka datang bukan tanpa sebab. Agenda hari itu: sosialisasi wawasan kebangsaan, pencegahan Intoleransi Radikalisme Ekstremisme Terorisme atau IRET, plus Tindak Pidana Cyber Crime alias TCC. Sasarannya: para santri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Acara ini juga jadi tindak lanjut penghargaan Kapolri. Lewat Kasatgaswil Jambi Densus 88, sejumlah tokoh masyarakat dan agama dapat apresiasi. Salah satunya *KH Parlindungan Hasibuan*, Pengasuh Ponpes Zulhijjah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cPesantren Garda Terdepan Cetak Generasi Berakhlak\u201d<\/p>\n<p>Di hadapan ratusan santri, *Bupati Fadhil Arief* buka suara. Nada apresiasinya tinggi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cAtas nama Pemerintah Kabupaten Batang Hari, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan pengasuh Pondok Pesantren Zulhijjah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia lalu memuji peran pesantren. Menurutnya, Ponpes Zulhijjah sudah membuktikan diri jadi garda terdepan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cMencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, karakter yang kuat, dan berlandaskan nilai-nilai agama,\u201d tegas Fadhil Arief.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cJangan Mudah Terpengaruh Propaganda\u201d &#8211; Densus 88<\/p>\n<p>Giliran *AKP Helmi, Kasubnit Densus 88 AT Satgaswil Jambi* yang bicara. Ia soroti era digital.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cPerkembangan teknologi informasi dan media sosial membawa manfaat besar. Tapi juga rawan disalahgunakan,\u201d kata AKP Helmi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Rawan buat apa? Menyebar paham radikal, intoleransi, ujaran kebencian, sampai info menyesatkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Karena itu, ia pesan ke santri: kuatkan pemahaman. Jangan gampang terpengaruh ajakan yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>AKP Helmi juga bongkar modus awal radikalisme. Katanya berawal dari penyebaran kebencian dan penolakan perbedaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKalau tidak diantisipasi sejak dini, bisa berkembang jadi tindakan yang merugikan diri sendiri, keluarga, masyarakat, bahkan bangsa,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pesannya simpel: jangan mudah percaya info yang belum jelas benarnya. Ketemu yang mencurigakan? Diskusi ke guru atau orang tua.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Santri Diminta Jadi Pelopor Perdamaian<\/p>\n<p>Densus 88 berharap lebih dari sekadar \u201cmendengar\u201d. Mereka mau santri jadi benteng.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Harapannya, para santri paham bahaya radikalisme dan terorisme. Tapi juga mampu jadi pelopor lingkungan pesantren yang aman, damai, kondusif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Acara ini menegaskan satu hal: pesantren punya peran vital. Di tengah derasnya arus informasi digital dan tantangan ideologi, pesantren adalah benteng moral dan kebangsaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tugasnya menjaga keutuhan NKRI. Dimulai dari ruang kelas, asrama, sampai media sosial para santri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*Reporter*: Darmawan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BATANG HARI, Majalahglobal.com\u2013 Kamis, 18\/06\/2026 Pendopo Pondok Pesantren Zulhijjah mendadak ramai. Di barisan depan duduk&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":127708,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12452],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-127706","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-batang-hari"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/127706","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=127706"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/127706\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":127709,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/127706\/revisions\/127709"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/127708"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=127706"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=127706"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=127706"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=127706"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}