{"id":127624,"date":"2026-06-14T22:15:53","date_gmt":"2026-06-14T15:15:53","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=127624"},"modified":"2026-06-14T22:15:53","modified_gmt":"2026-06-14T15:15:53","slug":"2-500-nasib-digantung-penasihat-khusus-presiden-turun-ke-pakerin-mojokerto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/06\/14\/2-500-nasib-digantung-penasihat-khusus-presiden-turun-ke-pakerin-mojokerto\/","title":{"rendered":"2.500 Nasib Digantung, Penasihat Khusus Presiden Turun ke Pakerin Mojokerto"},"content":{"rendered":"<p>MOJOKERTO \u2013 Sudah 6 bulan pabrik mati. 2.500 buruh PT Pabrik Kertas Indonesia PT Pakerin di Pungging, Mojokerto, masih menggantung nasibnya: lanjut kerja atau PHK. Polemik ini akhirnya nyampe ke Istana.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Minggu 14\/6 sore, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal datang langsung ke mess perusahaan. Ia ketemu ratusan buruh FSPMI PT Pakerin yang sudah berbulan-bulan demo nuntut kejelasan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*\u201cSaya Bikin Analisis untuk Presiden\u201d*<\/p>\n<p>Di hadapan buruh, Said Iqbal tegas. Ia datang atas sepengetahuan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKarena ini menyangkut stabilitas ekonomi dan sosial, saya ke sini memastikan latar belakang masalahnya. Saya bertanggung jawab bikin analisis kebijakan untuk Presiden dan Pak Dasco,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia ngaku nggak bisa jadi \u201ceksekutor\u201d. Yang eksekusi tetap kementerian terkait. Tugasnya: bedah akar masalah, lalu kasih rekomendasi ke Istana.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*Soal Dana Rp1,8 Triliun yang \u201cTerkunci\u201d*<\/p>\n<p>Dari penelusuran awal + surat OJK, Said Iqbal nemu benang kusutnya: PT Pakerin punya dana sekitar Rp1,8 triliun di Bank Prima. Tapi bank itu sekarang statusnya Bank Dalam Resolusi BDR, diambil alih LPS.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Akibatnya dana perusahaan nggak bisa dipakai. Pabrik mati sejak Desember 2024, gaji + hak buruh mandek. \u201cKami akan konfirmasi ke LPS. Ada juga kewajiban pemilik ke buruh yang belum dipenuhi padahal sudah ada perjanjian bersama,\u201d katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalau nggak cepat selesai, ia khawatir demo makin meluas. \u201cDampaknya bisa lebih luas ke ekonomi dan sosial daerah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*Pemprov + Pemkab Mojokerto Ikut Ngawal*<\/p>\n<p>Kadisnakertrans Jatim Tri Widodo bilang Pemprov terus pantau, termasuk proses hukum di pengadilan. \u201cKami berharap hak pekerja terpenuhi dan kerja tetap jalan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sekda Mojokerto Teguh Gunarko yang mewakili Bupati Muhammad Albarraa juga hadir. \u201cBupati perhatian serius. Dampaknya luar biasa ke masyarakat sekitar. Kami yakin ini bisa selesai kalau semua pihak duduk bareng. Kehadiran Bung Iqbal diharapkan mempercepat jalan keluar,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*Produksi Stop Sejak Desember 2024*<\/p>\n<p>PT Pakerin, salah satu pabrik kertas besar di Jatim, berhenti produksi pertengahan Desember 2024 karena konflik internal. Sejak itu 2.500 karyawan + keluarganya nunggu kepastian. Ada yang masih kerja tapi nggak digaji, ada yang dirumahkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan turunnya utusan khusus Presiden, buruh berharap polemik 6 bulan ini segera ada titik terang. Nasib 2.500 keluarga di Pungging taruhannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Reporter: Jay<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MOJOKERTO \u2013 Sudah 6 bulan pabrik mati. 2.500 buruh PT Pabrik Kertas Indonesia PT Pakerin&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":127625,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[55,11334,9745],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-127624","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-mojokerto","category-berita-provinsi-jawa-timur","category-headline"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/127624","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=127624"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/127624\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":127626,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/127624\/revisions\/127626"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/127625"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=127624"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=127624"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=127624"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=127624"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}