{"id":126696,"date":"2026-05-02T14:27:46","date_gmt":"2026-05-02T07:27:46","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=126696"},"modified":"2026-05-02T14:56:00","modified_gmt":"2026-05-02T07:56:00","slug":"warga-ulubelu-resah-guncangan-mirip-gempa-lokal-pertamina-pge-aktivitas-alam-di-zona-sesar-sumatra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/05\/02\/warga-ulubelu-resah-guncangan-mirip-gempa-lokal-pertamina-pge-aktivitas-alam-di-zona-sesar-sumatra\/","title":{"rendered":"Warga Ulubelu Resah Guncangan Mirip Gempa Lokal, Pertamina PGE: Aktivitas Alam di Zona Sesar Sumatra"},"content":{"rendered":"<p><strong>Warga Ulubelu Resah Guncangan Mirip Gempa Lokal, Pertamina PGE: Aktivitas Alam di Zona Sesar Sumatra<\/strong><\/p>\n<p><strong>Tanggamus, Lampung, majalahglobal.com<\/strong> \u2013 Warga Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, mengaku resah akibat seringnya terjadi guncangan yang dirasakan dalam beberapa waktu terakhir. Guncangan tersebut oleh masyarakat setempat kerap disebut sebagai \u201cgempa kecil\u201d.<br \/>\nKeresahan ini terungkap berdasarkan hasil kontrol sosial yang dilakukan perwakilan media di wilayah Ulubelu, yang menghimpun berbagai keluhan warga terkait fenomena tersebut, Sabtu (2\/4\/2026).<\/p>\n<p>Salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, sebut saja Bunga, mengungkapkan bahwa guncangan yang dirasakan tidak hanya singkat, tetapi bisa berlangsung cukup lama.<\/p>\n<p>\u201cYa, lumayan lama, Pak, bisa sampai sekitar satu jam guncangan atau gempa kecilnya. Wajar kalau kami khawatir, apalagi kalau terjadinya malam hari,\u201d ujar Bunga.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-126698\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20260502-WA0109-1-250x190.jpg\" alt=\"\" width=\"250\" height=\"190\" srcset=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20260502-WA0109-1-250x190.jpg 250w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20260502-WA0109-1-100x75.jpg 100w\" sizes=\"auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-126699\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20260502-WA0111-250x190.jpg\" alt=\"\" width=\"250\" height=\"190\" srcset=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20260502-WA0111-250x190.jpg 250w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20260502-WA0111-100x75.jpg 100w\" sizes=\"auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><\/p>\n<p>Menanggapi hal tersebut, awak media kemudian mengonfirmasi pihak Humas Pertamina PGE Ulubelu Bapak Ryan Gustriandha dan Rezal melalui pesan singkat WhatsApp guna memperoleh penjelasan resmi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSepanjang pesisir barat Pulau Sumatra, mulai dari Aceh hingga Lampung, berada di zona Ring of Fire yang secara alami memiliki aktivitas tektonik cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi yang saling bertumbukan secara miring, sehingga membentuk patahan aktif yang dikenal sebagai Sesar Sumatra.\u201dujar Ryan Humas Pertamina PGE UluBelu.<\/p>\n<p>\u201cDengan kondisi tersebut, kejadian gempa, termasuk dalam skala kecil, merupakan fenomena alam yang wajar terjadi. Kami memastikan bahwa kondisi di wilayah Ulubelu hingga saat ini masih aman. Aktivitas pengembangan panas bumi yang dilakukan bertujuan mendukung kebutuhan energi listrik, khususnya di wilayah Lampung dan sekitarnya yang masih mengalami defisit,\u201d jelasnya.<br \/>\n<strong>Oleh: Andi Raya ( 081272255678 ).<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga Ulubelu Resah Guncangan Mirip Gempa Lokal, Pertamina PGE: Aktivitas Alam di Zona Sesar Sumatra&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":126698,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11403],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-126696","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-38-provinsi-di-indonesia"],"amp_enabled":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/126696","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=126696"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/126696\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":126703,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/126696\/revisions\/126703"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/126698"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=126696"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=126696"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=126696"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=126696"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}