{"id":126409,"date":"2026-04-22T00:43:27","date_gmt":"2026-04-21T17:43:27","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=126409"},"modified":"2026-04-22T00:43:27","modified_gmt":"2026-04-21T17:43:27","slug":"pembangunan-rsud-tubaba-128-miliar-belum-pasang-papan-proyek-direktur-rumah-sakit-daerah-ngaku-tidak-tahu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/04\/22\/pembangunan-rsud-tubaba-128-miliar-belum-pasang-papan-proyek-direktur-rumah-sakit-daerah-ngaku-tidak-tahu\/","title":{"rendered":"Pembangunan RSUD Tubaba 128 miliar belum pasang papan proyek Direktur Rumah sakit Daerah ngaku tidak Tahu"},"content":{"rendered":"<p>Tulang Bawang Barat,-majalahglobal.com,_Proyek pembangunan Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung senilai lebih dari Rp128 miliar diduga tidak transparan.<\/p>\n<p>Proyek strategis nasional yang berada di bawah Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI tersebut berjalan tanpa keterbukaan informasi yang memadai, bahkan terkesan \u201csenyap\u201d dari pengawasan publik daerah Tubaba.<\/p>\n<p>Sejak dimulai pada Maret 2026 di lahan RSUD Tubaba, proyek konstruksi terintegrasi dalam program PHTC Bidang Kesehatan Batch 3 tersebut belum menunjukkan indikator dasar transparansi.<\/p>\n<p>Pantauan media di lapangan mendapati tidak adanya papan informasi proyek yang lazimnya memuat nilai kontrak, sumber anggaran, pelaksana, hingga jangka waktu pekerjaan, yang merupakan elemen wajib dalam pelaksanaan proyek pemerintah.<\/p>\n<p>Penelusuran lebih lanjut, proyek ratusan miliar tersebut dimenangkan oleh PT PP (Persero) Tbk, salah satu BUMN konstruksi nasional. Namun, hingga kini, identitas lengkap penanggung jawab teknis di lapangan maupun struktur pengawasan proyek belum dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat Tubaba.<\/p>\n<p>Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan kepada sejumlah pihak di lokasi juga belum membuahkan hasil memadai. Seorang petugas keamanan mengaku hanya bertugas menjaga proyek tanpa mengetahui detail pelaksanaan.<\/p>\n<p>\u201cKami hanya pihak keamanan, saya dari Danramil, ada dari Kodim Tulang Bawang, pimpinan kami Kopassus aktif dari cililin. Kami hanya pengamanan saja,\u201d ujar seseorang bernama Wayan saat ditemui dilokasi proyek, Selasa (21\/4\/2026).<\/p>\n<p>Ia juga menyebut proyek akan melibatkan sekitar 300 pekerja dengan sistem kerja<br \/>\n24 jam dan target penyelesaian selama<br \/>\n180 hari. Namun, ketika ditanya soal pengawasan dan struktur tanggung jawab proyek, Wayan tidak dapat memberikan penjelasan.<\/p>\n<p>Namun Ironisnya, pihak RSUD Tubaba sebagai lokasi pembangunan justru mengaku tidak mengetahui secara detail proyek ratusan miliar tersebut.<\/p>\n<p>Direktur RSUD Tubaba, dr. Pramono Satrio Wibowo, menyatakan bahwa seluruh kendali proyek berada di pemerintah pusat tanpa koordinasi intensif dengan pihak rumah sakit maupun pemerintah daerah.<\/p>\n<p>\u201cSaya tidak tahu jelas, semua proses dari pusat. Bahkan pekerjaannya saja di bawah koordinasi pusat. Kami hanya tahu kontraknya dimulai sekitar 11 Maret 2026,\u201d kata dr. Pramono.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setelah penyampaian awal pada Februari 2026, tidak ada komunikasi lanjutan dari pihak pelaksana proyek.<\/p>\n<p>\u201cKoordinasi awal hanya sebatas pemberitahuan persiapan. Setelah itu tidak pernah ada lagi,\u201d kata dr.Pramono.<\/p>\n<p>Selain itu, Direktur RSUD Tubaba berharap proyek tersebut tidak hanya sekedar memberikan hasil bangunan jadi saja, akan tetapi dapat membawa dampak positif perekonomian bagi masyarakat saat pelaksanaan proyek dilaksanakan.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap proyek ini bisa memberi manfaat luas, termasuk membuka peluang kerja dan perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar,\u201d pangkasnya.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa proyek bernilai ratusan miliar berjalan tanpa pelibatan pemangku kepentingan lokal secara optimal.<\/p>\n<p>Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek dari Kementerian Kesehatan diduga bernama Gilang Miranti, saat dikonfirmasi mengaku bahwa proyek tersebut dikerjakan langsung oleh Kementerian Kesehatan.<\/p>\n<p>Namun, ia tidak memberikan penjelasan rinci pelaksananya dan justru mengarahkan pencarian informasi melalui sistem LPSE.<\/p>\n<p>\u201cUntuk informasi pelaksana bisa lihat di LPSE saja pak. Manajemen konstruksinya dari Agrinas,\u201d ujarnya singkat.<\/p>\n<p>Terkait pengamanan proyek yang melibatkan aparat TNI dan Kopassus, Gilang membenarkan adanya pendampingan dari aparat bahkan juga melibatkan pihak kejaksaan dalam pendampingan proyek.<\/p>\n<p>\u201cYa pak, polisi militer apa Kopassus ya? yang jelas mereka pendampingan. Kita juga melibatkan Kejaksaan. Nanti akan kita informasikan lagi, renca kita nanti ada diskusi.\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Proyek besar yang dikerjakan langsung dari Kementerian seharusnya menjadi simbol kemajuan pembangunan nasional, namum praktiknya justru berpotensi melanggar asas akuntabilitas dan partisipasi publik.<\/p>\n<p>Praktik minimnya transparansi dan memasang label pengamanan dari &#8220;Aparat Kemanan Negara&#8221; menjadi sorotan masyarakat luas di daerah, terutama dalam keterbukaan informasi publik terhadap pembangunan gedung RSUD Tubaba.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tulang Bawang Barat,-majalahglobal.com,_Proyek pembangunan Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba)&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":29,"featured_media":126410,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11355],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-126409","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tulang-bawang-barat"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/126409","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/29"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=126409"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/126409\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":126411,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/126409\/revisions\/126411"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/126410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=126409"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=126409"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=126409"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=126409"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}