{"id":125730,"date":"2026-03-10T21:07:09","date_gmt":"2026-03-10T14:07:09","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=125730"},"modified":"2026-03-10T21:07:09","modified_gmt":"2026-03-10T14:07:09","slug":"program-harita-nickel-tingkatkan-hasil-tangkap-ikan-perkuat-ekonomi-nelayan-soligi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2026\/03\/10\/program-harita-nickel-tingkatkan-hasil-tangkap-ikan-perkuat-ekonomi-nelayan-soligi\/","title":{"rendered":"Program Harita Nickel Tingkatkan Hasil Tangkap Ikan Perkuat ekonomi Nelayan Soligi"},"content":{"rendered":"<p>Halsel &#8211; aktivitas melaut nelayan di Desa Soligi terus berjalan produktif. Setiap hari, perahu-perahu nelayan merapat membawa hasil tangkapan seperti kerapu, kakap, baronang, tuna, dan cakalang untuk ditimbang dan dipasarkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Harga ikan konsumsi di pasar lokal berkisar Rp 30 ribu per kilogram untuk kerapu dan kakap, sementara tuna sekitar Rp 22 ribu per kilogram. Di tengah tantangan cuaca dan fluktuasi harga, nelayan kini memiliki akses pasar yang lebih stabil melalui Sentra Pengolahan Ikan Nelayan (SUTAN).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cHasil tangkapan bukan hanya untuk kebutuhan rumah. Kami bisa menyalurkan lebih dari 1-2 ton per bulan ke dapur-dapur katering di Harita Nickel,\u201d ujar Ibrahim, salah satu penggerak SUTAN di Desa Soligi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Program SUTAN mendukung nelayan melalui fasilitas pengolahan ikan dan penyimpanan dingin atau cold storage, serta pelatihan manajemen mutu dan pencatatan keuangan kelompok. Fasilitas ini membantu menjaga kualitas hasil tangkapan dan memungkinkan nelayan mengatur waktu penjualan agar harga tetap stabil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cDengan cold storage, kami tidak harus menjual semua ikan di hari yang sama. Kalau tangkapan banyak, bisa disimpan dulu. Kualitas kesegaran ikan jadi lebih lama, membuat harga jadi kompetitif,\u201d ujar Ibrahim.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sepanjang 2024, kelompok nelayan SUTAN di Soligi menyalurkan total lebih dari 24 ton ikan ke kantin-kantin karyawan Harita Nickel. Skema ini memperkuat rantai pasok kebutuhan pangan karyawan sekaligus membuka akses pasar yang lebih terstruktur bagi nelayan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cProgram ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan dan memperkuat kapasitas ekonomi kelompok nelayan. Kami ingin memastikan para nelayan memiliki sistem pengelolaan yang lebih baik dan berkelanjutan,\u201d kata Broto Suwarso, Community Development Manager Harita Nickel.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain penguatan sektor perikanan, perusahaan bersama masyarakat juga melakukan rehabilitasi mangrove yang hingga 2024 telah mencapai lebih dari 23 hektare kawasan pesisir.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Upaya ini bertujuan menjaga ekosistem pantai dari abrasi serta mendukung keberlanjutan sumber daya laut. Dukungan sosial lainnya mencakup layanan kesehatan melalui PUSTU Soligi dengan penyediaan tenaga medis dan suplai obat rutin, serta pembangunan infrastruktur pendukung aktivitas sosial masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Broto menegaskan, pengembangan ekonomi masyarakat menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKami menyadari keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang operasional, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat sekitar merasakan manfaat ekonomi secara nyata. Melalui penguatan sektor perikanan seperti SUTAN, kami ingin pertumbuhan industri berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan pendekatan tersebut, aktivitas melaut tetap menjadi tumpuan ekonomi desa sekaligus terintegrasi dalam rantai pasok kebutuhan industri di Pulau Obi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Jurnalis\/Kandi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halsel &#8211; aktivitas melaut nelayan di Desa Soligi terus berjalan produktif. Setiap hari, perahu-perahu nelayan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":125731,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,7481,9745],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-125730","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advertorial","category-berita-halmahera-selatan","category-headline"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/125730","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=125730"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/125730\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":125733,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/125730\/revisions\/125733"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/125731"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=125730"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=125730"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=125730"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=125730"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}