{"id":120365,"date":"2025-10-13T19:51:57","date_gmt":"2025-10-13T12:51:57","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=120365"},"modified":"2025-10-13T19:51:57","modified_gmt":"2025-10-13T12:51:57","slug":"oknum-dai-di-kecamatan-maro-sebo-ulu-diduga-terlibat-penambang-emas-ilegal-warga-kecewa-dan-al-quran-melarang-merusak-alam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2025\/10\/13\/oknum-dai-di-kecamatan-maro-sebo-ulu-diduga-terlibat-penambang-emas-ilegal-warga-kecewa-dan-al-quran-melarang-merusak-alam\/","title":{"rendered":"Oknum Da\u2019i di Kecamatan Maro Sebo Ulu Diduga Terlibat Penambang Emas Ilegal, Warga Kecewa dan Al-Qur\u2019an Melarang Merusak Alam"},"content":{"rendered":"<p>Batang Hari, Majalahglobal.com &#8211; Masyarakat Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, digemparkan oleh kabar mengejutkan bahwa salah satu Da\u2019i yang selama ini dikenal sebagai pembimbing umat justru diduga terlibat dalam aktivitas Penambangan Emas Tampa Izin (PETI) di wilayah Desa Olak kemang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Informasi yang beredar menyebutkan bahwa oknum Da\u2019i tersebut kerap terlihat berada di area penambangan emas ilegal dan bekerja, bersama beberapa pekerja. Aktivitas itu menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan warga, sebab perbuatan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencoreng nama baik agama dan profesi dakwah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKami benar-benar kecewa. Sosok yang seharusnya menjadi panutan malah ikut merusak lingkungan dengan cara menambang emas ilegal. Ini sangat memalukan bagi umat,\u201d ujar salah seorang warga ola kemang yang enggan disebutkan namanya, Senin (13\/10\/2025).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Merusak Alam Dilarang Dalam Al-Qur\u2019an<\/p>\n<p>Tindakan penambangan ilegal atau dompeng jelas menimbulkan kerusakan alam, seperti tercemarnya air sungai, rusaknya ekosistem ikan, dan hilangnya kesuburan tanah. Dalam pandangan Islam, perbuatan semacam ini sangat dikecam karena termasuk bentuk fasad fil-ardh (kerusakan di muka bumi).<\/p>\n<p>Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A\u2019raf ayat 56:<\/p>\n<p>\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u0635\u0652\u0644\u064e\u0627\u062d\u0650\u0647\u064e\u0627<\/p>\n<p>\u201cDan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ayat ini dengan tegas melarang manusia merusak bumi setelah Allah menjadikannya baik dan seimbang. Termasuk di dalamnya adalah penambangan tanpa izin yang merusak sungai dan tanah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Begitu pula dalam Surah Ar-Rum ayat 41, Allah mengingatkan:<\/p>\n<p>\u0638\u064e\u0647\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650<\/p>\n<p>\u201cTelah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ayat ini menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan \u2014 seperti pencemaran air, rusaknya ekosistem, dan gundulnya hutan \u2014 adalah akibat dari keserakahan manusia yang tidak lagi menjaga amanah Allah terhadap bumi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Islam menegaskan bahwa setiap manusia adalah khalifah di bumi, bertugas menjaga, bukan menghancurkan. Karena itu, seorang Da\u2019i yang seharusnya menyeru kepada kebaikan justru memiliki tanggung jawab moral lebih besar untuk menjadi contoh dalam menjaga alam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Warga Minta Aparat Bertindak Tegas<\/p>\n<p>Selain kecewa, masyarakat juga meminta agar pihak kepolisian dan Kementerian Agama Kabupaten Batanghari turun tangan mengusut tuntas dugaan ini. Mereka khawatir jika tidak segera ditindak, tindakan tersebut bisa menular dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keagamaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKalau dibiarkan, nanti masyarakat bisa berpikir bahwa tidak apa-apa ikut dompeng asalkan ada alasan ekonomi. Padahal, ini jelas-jelas melanggar hukum dan dosa besar di sisi Allah,\u201d ujar salah satu tokoh masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kegiatan penambangan emas ilegal di Batanghari dan dilokasi persawahan desa olak kemang dan Tebing tinggi sendiri sudah lama menjadi masalah serius. Selain menimbulkan pencemaran sungai dan persawahan aktivitas ini juga menyebabkan rusaknya lahan pertanian dan mengancam kehidupan warga di sekitar aliran sungai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tokoh masyarakat lainnya menambahkan, tindakan oknum Da\u2019i tersebut bukan hanya mencoreng agama, tetapi juga bertentangan dengan amanah dakwah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cSeorang Da\u2019i harus mengajarkan umat agar taat pada aturan, menjaga lingkungan, dan takut pada dosa. Kalau justru ikut merusak alam, bagaimana masyarakat mau meneladani?\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ajakan untuk Kembali ke Jalan yang Benar<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an juga menegaskan dalam Surah Ar-Rum ayat 41 bahwa Allah menimpakan akibat kerusakan agar manusia \u201ckembali ke jalan yang benar\u201d. Karena itu, warga berharap agar oknum Da\u2019i tersebut segera bertaubat dan menghentikan aktivitasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKami tidak ingin menghukum, tapi kami ingin beliau sadar dan kembali menjadi panutan umat. (Dar)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batang Hari, Majalahglobal.com &#8211; Masyarakat Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, digemparkan oleh kabar mengejutkan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":120367,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12452],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-120365","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-batang-hari"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/120365","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=120365"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/120365\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":120369,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/120365\/revisions\/120369"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/120367"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=120365"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=120365"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=120365"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=120365"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}