{"id":118055,"date":"2025-08-21T19:32:51","date_gmt":"2025-08-21T12:32:51","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=118055"},"modified":"2025-08-21T19:32:51","modified_gmt":"2025-08-21T12:32:51","slug":"kegiatan-konseling-kelompok-dan-individu-oleh-mahasiswa-mahasiswi-uin-bandar-lampung-terhadap-peserta-rehabilitasi-pemasyarakatan-tahun-2025-di-lapas-kelas-iia-narkotika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2025\/08\/21\/kegiatan-konseling-kelompok-dan-individu-oleh-mahasiswa-mahasiswi-uin-bandar-lampung-terhadap-peserta-rehabilitasi-pemasyarakatan-tahun-2025-di-lapas-kelas-iia-narkotika\/","title":{"rendered":"Kegiatan Konseling Kelompok dan Individu Oleh Mahasiswa &#8211; Mahasiswi UIN Bandar Lampung Terhadap Peserta Rehabilitasi Pemasyarakatan Tahun 2025 di Lapas Kelas IIA Narkotika"},"content":{"rendered":"<p><strong>Kegiatan Konseling Kelompok dan Individu Oleh Mahasiswa &#8211; Mahasiswi UIN Bandar Lampung Terhadap Peserta Rehabilitasi Pemasyarakatan Tahun 2025 di Lapas Kelas IIA Narkotika<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bandar Lampung, majalahglobal.com &#8211;<\/strong> Kegiatan konseling kelompok dan konseling individu oleh mahasiswa\/i UIN Bandar Lampung terhadap peserta rehabilitasi pemasyarakatan tahun 2025 di Lapas Narkotika Bandar Lampung menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga pemasyarakatan. Rabu (20\/8\/2025).<\/p>\n<p>Program ini dirancang sebagai wadah untuk memberikan dukungan psikologis, motivasi, serta pemahaman baru bagi warga binaan yang tengah menjalani rehabilitasi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa\/i dapat menerapkan ilmu yang mereka peroleh di bangku perkuliahan sekaligus berkontribusi langsung dalam proses pemasyarakatan dan pemulihan para peserta rehabilitasi.<br \/>\nKonseling kelompok dilakukan dengan melibatkan beberapa warga binaan dalam satu sesi, yang dipandu oleh mahasiswa konselor.<\/p>\n<p>Tujuan utama dari konseling kelompok adalah membangun rasa kebersamaan, meningkatkan keterbukaan antar peserta, serta mengajarkan strategi menghadapi tekanan atau masalah yang sering dialami. Dalam suasana kelompok, warga binaan dapat saling berbagi pengalaman, mendukung satu sama lain, dan menyadari bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi permasalahan yang ada. Hal ini sekaligus dapat memperkuat solidaritas dan membentuk lingkungan yang lebih positif di dalam lapas.<\/p>\n<p>Selain itu, konseling individu juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Setiap warga binaan diberi kesempatan untuk berbicara lebih personal mengenai masalah yang dihadapi, baik terkait kecanduan, hubungan keluarga, maupun harapan setelah bebas nanti. Dengan pendekatan ini, mahasiswa\/i UIN Bandar Lampung dapat menggali lebih dalam kondisi psikologis peserta rehabilitasi dan membantu mereka menemukan solusi yang sesuai dengan permasalahan masing-masing. Pendekatan individu ini juga menumbuhkan rasa percaya diri dan memberikan ruang aman bagi warga binaan untuk mengekspresikan diri tanpa rasa takut dihakimi.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, kegiatan konseling kelompok dan individu ini memiliki manfaat ganda. Bagi peserta rehabilitasi, kegiatan ini memberikan motivasi, wawasan, dan dukungan emosional yang sangat dibutuhkan dalam proses pemulihan. Sementara bagi mahasiswa\/i UIN Bandar Lampung, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengasah keterampilan konseling, empati, dan penerapan teori ke dalam praktik nyata. Melalui sinergi ini, diharapkan proses rehabilitasi di Lapas Narkotika Bandar Lampung semakin efektif, serta mampu melahirkan warga binaan yang siap kembali ke masyarakat dengan mental yang lebih kuat dan positif.<br \/>\n<strong>Oleh: Andi Raya<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kegiatan Konseling Kelompok dan Individu Oleh Mahasiswa &#8211; Mahasiswi UIN Bandar Lampung Terhadap Peserta Rehabilitasi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":118056,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11403],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-118055","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-38-provinsi-di-indonesia"],"amp_enabled":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/118055","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=118055"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/118055\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":118057,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/118055\/revisions\/118057"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/118056"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=118055"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=118055"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=118055"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=118055"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}