{"id":11274,"date":"2019-08-17T23:19:00","date_gmt":"2019-08-17T23:19:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.majalahglobal.com\/2019\/08\/danyonarmed-12divif-2-kostrad-menemukan.html"},"modified":"2019-08-17T23:19:00","modified_gmt":"2019-08-17T23:19:00","slug":"danyonarmed-12-divif-2-kostrad-menemukan-senjata-tercanggih-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2019\/08\/17\/danyonarmed-12-divif-2-kostrad-menemukan-senjata-tercanggih-indonesia\/","title":{"rendered":"Danyonarmed 12\/Divif 2 Kostrad: Menemukan Senjata Tercanggih Indonesia"},"content":{"rendered":"<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:center;\"><a href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-0PK-gz6zdN0\/XViLWr12fgI\/AAAAAAAAdC8\/w-EKJlh6MEkarZWE4jjb3JpZoTNBASGDACLcBGAs\/s1600\/1566084064390_2.jpeg\" style=\"margin-left:1em;margin-right:1em;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-0PK-gz6zdN0\/XViLWr12fgI\/AAAAAAAAdC8\/w-EKJlh6MEkarZWE4jjb3JpZoTNBASGDACLcBGAs\/s640\/1566084064390_2.jpeg\" width=\"480\" \/><\/a><\/div>\n<p>NGAWI,- Peringatan HUT Kemerdekaan RI selalu memiliki arti yang mendalam<br \/>bagi seluruh rakyat Indonesia. Pasalnya, 17 Agustus menjadi kemenangan<br \/>serta kemerdekaan bangsa Indonesia atas para penjajah.<\/p>\n<p>Seperti halnya bagi Danyonarmed 12\/Divif 2 Kostrad Mayor Arm Ronald F<br \/>Siwabessy.\u00a0 Saat diwawancarai melalui seluler miliknya, orang nomor satu<br \/>ditubuh Armed 12\/Divif 2 Kostrad tersebut mengatakan, menginjak usia<br \/>yang ke-74 tentunya bangsa kita telah mengalami berbagai kemajuan di<br \/>semua bidang. Pendidikan, ekonomi, kesehatan, pembangunan infrastruktur<br \/>serta bidang-bidang yang lain, termasuk pertahanan khususnya TNI AD<br \/>semakin berkembang.<\/p>\n<p>Seiring perkembangan lingkungan strategis serta perubahan spektrum<br \/>ancaman yang sangat dinamis, kehebatan TNI-AD tidak hanya ditentukan<br \/>oleh Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang modern saja. Namun,<br \/>pembangunan kualitas SDM prajurit, pengembangan organisasi dan<br \/>peningkatan profesionalisme prajurit merupakan tolok ukur mewujudkan TNI<br \/>yang handal dalam menjaga kedaulatan bangsa, bebernya Sabtu 17 Agustus<br \/>2019.<\/p>\n<p>Selain itu, menurutnya, dukungan dari segenap rakyat juga sangat<br \/>krusial. Sebagaimana sering kita dengar slogan \u201cBersama Rakyat TNI<br \/>Kuat\u201d, dukungan rakyat adalah kekuatan penentu dalam konteks<br \/>mempertahankan kedaulatan NKRI yang begitu luas wilayahnya.<\/p>\n<p>\u00a0 Saat ditanya apakah dengan terpenuhinya Alutsista canggih, SDM yang<br \/>mumpuni dan organisasi yang besar akan menjamin keamanan serta<br \/>kedaulatan bangsa dan negara kita?<\/p>\n<p>Almamater Akademi Militer tahun 2002 tersebut menjelaskan, mungkin ada<br \/>baiknya sejenak kita kembali mengenang masa dimana para pendahulu bangsa<br \/>Indonesia berjuang demi mencapai kemerdekaan.<\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u201cSeperti yang diingat oleh sejarah bangsa kita,<br \/>bahwasannya kemerdekaan yang diraih oleh Indonesia diperoleh melalui<br \/>perjuangan yang sangat panjang. dengan segala keterbatasan,\u201d jelasnya.<br \/>\u201cBaik ilmu pengetahuan, teknologi serta persenjataan. Namun, dengan<br \/>segala keterbatasan tersebut sejarah mencatat bahwa bangsa kita mampu<br \/>mengusir penjajah dengan diproklamirkannya kemerdekaan bangsa Indonesia<br \/>pada tanggal 17 Agustus 1945,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Menurut Mayor Ronald, perjuangan tulus yang datang dari hati dengan<br \/>didasari rasa cinta tanah air. Inilah kuncinya. Cinta tanah air adalah<br \/>rasa yang tumbuh dari dalam hati sanubari untuk ikhlas mengabdi, membela<br \/>serta melindungi tanah airnya dari segala ancaman dan gangguan.<\/p>\n<p>Bukan hanya dalam arti berperang maupun berjuang, namun bagaimana<br \/>melakukan hal-hal yang bermanfaat demi kemajuan bangsa\u00a0 dan sebaliknya,<br \/>bagaimana menahan diri menghindari perbuatan-perbuatan yang akan membawa<br \/>kerugian bagi masyarakat Indonesia. \u201cHal-hal tersebut adalah salah<br \/>satu wujud kecintaan terhadap tanah air,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>\u201cTanpa rasa cinta terhadap tanah air, maka pengorbanan demi memajukan<br \/>bangsa dan mempertahankan serta mengisi kemerdekaan, adalah sebuah<br \/>kebohongan besar. Karena tidak mungkin seorang individu rela berkorban<br \/>kalau ia tidak cinta, terhadap sesuatu yang dirasakan patut mendapatkan<br \/>pengorbanan,\u201d bebernya.<\/p>\n<p>Sebelum mengakhiri wawancaranya, Pamen TNI AD kelahiran kota Ambon ini<br \/>menegaskan modernisasi serta kecanggihan Alutsista beserta seluruh<br \/>perangkat dan komponen pertahanan pendukungnya memang sangat diperlukan.<\/p>\n<p>Namun sesungguhnya, senjata tercanggih yang dimiliki bangsa Indonesia<br \/>adalah \u201cCinta tanah Air\u201d. Sebab, dari cinta tanah air tersebut, akan<br \/>menumbuhkan\u00a0 kebanggaan terhadap bangsa dan negara. Dan tentunya, dengan<br \/>kebanggaan itulah akan tumbuh semangat berjuang untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI.<\/p>\n<p>\u201cMari kita, segenap masyarakat Indonesia, gunakan momentum HUT Kemerdekaan RI ke-74 untuk berani merefleksikan diri pribadi, entitas,<br \/>kelompok dan golongan tentang seberapa rasa cinta tanah air yang<br \/>manunggal bersama sifat rela berkorban, mempengaruhi segenap keputusan, tindakan dalam keseharian dan bahkan postingan kita di\u00a0 media sosial untuk berkontribusi bagi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia,\u201d pungkasnya. (Jayak)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NGAWI,- Peringatan HUT Kemerdekaan RI selalu memiliki arti yang mendalambagi seluruh rakyat Indonesia. Pasalnya, 17&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[63,1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-11274","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-ngawi","category-uncategorized"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/11274","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=11274"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/11274\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=11274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=11274"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=11274"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=11274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}